Kota Kembang Rawan Pohon Tumbang Sejak Masa Kolonial

5 menit baca
Kaneza Bani Aththoriah Hawami
Ditulis oleh Kaneza Bani Aththoriah Hawami diterbitkan
Sudut fotogenik Jalan Asia Afrika di Kota Bandung yang menampilkan sebuah kutipan dari M.A.W. Brouwer sebagai ungkapan rasa cintanya kepada tanah Pasundan. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Kaneza Bani Aththoriah Hawami)
Sudut fotogenik Jalan Asia Afrika di Kota Bandung yang menampilkan sebuah kutipan dari M.A.W. Brouwer sebagai ungkapan rasa cintanya kepada tanah Pasundan. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Kaneza Bani Aththoriah Hawami)

Cuaca buruk menerjang Kota Bandung pada Jumat, 3 April 2026 sehingga menyebabkan beberapa pohon tumbang di Kota Bandung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mencatat sebanyak 91 titik pohon tumbang pukul 15.00 sampai 16.30 WIB pada akun Instagram resminya. Dalam artikel Kompas.com, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskar PB) Kota Bandung Soni Bakhtiyar, menyebutkan bahwa pohon yang sudah tua, dahannya rapuh, atau akarnya tidak kuat harus segera ditangani untuk menghindari kejadian serupa.

Kota Bandung adalah salah satu kota yang memiliki banyak pepohonan dan juga ruang terbuka hijau. Dilansir dari realestat.id, seluas 167,7 km2, sekitar 1.700 hektare lahan disisihkan untuk ruang terbuka hijau (RTH) dan membuat Kota Bandung masuk lima kota paling hijau di Indonesia pada tahun 2024. Karena hal ini, Kota Bandung dijuluki sebagai Kota Kembang. Pohon-pohon besar yang berada di jalan-jalan Kota Bandung kebanyakan ditanam pada masa kolonial Belanda sehingga kini usianya sudah ratusan tahun. Kini pohon-pohon itu berfungsi sebagai peneduh alami di sepanjang jalan perkotaan.

Sekilas Geografis Historis Kota Bandung

Untuk memahami masalah, mari kita melihat kembali ke belakang bagaimana sejarah kota yang dijuluki Kota Kembang ini. Pada masa kolonial Belanda, Kota Bandung telah dirancang sedemikian rupa oleh Belanda sebagai tempat bagi orang-orang Eropa. Mereka membangun pusat pemerintahan seperti Gouvernementsbedrijven (GB) yang kini dikenal sebagai Gedung Sate serta membuat rumah-rumah untuk dihuni. Alasan Kota Bandung dipilih oleh Belanda karena suasana Kota Bandung yang sejuk serta lokasinya yang dikelilingi oleh pegunungan dapat menguntungkan bagi militer Belanda.

Ketika Kota Bandung semakin berkembang pesat, pemerintah Belanda menyadari pentingnya ruang terbuka hijau dan akhirnya dibangun taman kota sebagai fasilitas publik. Thomas Karsten dalam masterplan 1933, menekankan pentingnya ruang terbuka hijau untuk menyeimbangkan pembangunan fisik kota. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan iklim yang sejuk menyerupai negara asal orang Eropa. Selain itu, taman-taman yang umumnya menghiasi wilayah hunian orang Eropa juga bentuk dan gaya pertamanannya meniru taman di Eropa. Salah satu botanikus yang bernama Drs. R. Teuscher membangun taman peringatan bagi Pieter Sijthoff atas jasanya dalam mengatur wilayah Kota Bandung. Taman itu dinamai Pieter Park, yang kemudian pada masa kini disebut Taman Dewi Sartika dan menjadi taman tertua di Kota Bandung

Peta Kotamadya Bandung (Kaart van de gemeente Bandoeng) yang diterbitkan pada tahun 1930 (Sumber: Leiden University Libraries Digital Collection)
Peta Kotamadya Bandung (Kaart van de gemeente Bandoeng) yang diterbitkan pada tahun 1930 (Sumber: Leiden University Libraries Digital Collection)

.

Terdapat salah satu organisasi Belanda yang bergerak di bidang pembangunan kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ialah Vereenigning tot nut van Bandoeng Omstreken (Perkumpulan kesejahteraan Bandung dan sekitarnya). Pada periode 1898-1906 memiliki program penanaman pohon lindung di tepi jalan dan karenanya jalan-jalan di Kota Bandung menjadi asri dan menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bandung. Karena keberhasilan organisasi ini yang membuat Kota Bandung menjadi asri dan dilirik wisatawan, Kota Bandung memiliki julukan lain yaitu “Parijs van Java”.

Cuaca Buruk dan Pohon Tumbang

Meskipun Kota Bandung menjadi idaman bagi wisatawan, cuaca sering kali menjadi permasalahan bagi Kota Bandung. Hujan es dan angin kencang rupanya pernah terjadi pada masa kolonial Belanda. Pada surat kabar harian Zaans Volksbald yang terbit pada 10 November 1938 menyebutkan bahwa hujan es melanda Kota Bandung dan menyebabkan pohon tumbang. Tidak banyak sumber yang menyebutkan mengenai peristiwa pohon tumbang pada masa ini karena pada masa kolonial Belanda sendiri, pohon-pohon baru ditanami dan tergolong masih muda. Namun, setidaknya kita dapat mengetahui bahwa sejak zaman kolonial Belanda, Kota Bandung sudah dilanda oleh cuaca buruk seperti hujan es.

Surat kabar masa kolonial yang memberitakan mengenai insiden pohon tumbang akibat badai di Ciwidey. (Sumber: Delpher | Foto: Haagsche Courant (13 Februari 1929))
Surat kabar masa kolonial yang memberitakan mengenai insiden pohon tumbang akibat badai di Ciwidey. (Sumber: Delpher | Foto: Haagsche Courant (13 Februari 1929))

Meskipun tidak banyak sumber yang menyebutkan mengenai peristiwa pohon tumbang maupun penanganannya pada masa kolonial Belanda. Namun, kita dapat melihat data statistik Kota Bandung pada masa modern. Berdasarkan data dari opendata.bandung yang bersumber resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, selama periode 2017 hingga 2022 tercatat ada beberapa kasus pohon tumbang. Sebanyak 50 kasus pada tahun 2017, 39 kasus pada tahun 2018, 12 kasus pada 2019, 24 kasus pada 2019, 24 kasus pada 2020, 25 kasus pada 2021, dan 25 kejadian pada 2022.

Penanganan Pohon Tumbang

Untuk menangani pohon tumbang, pemerintah daerah sudah melakukan penanganan sejak dahulu. Dalam buku 90 Tahun Kota Bandung yang diterbitkan oleh Bagian HUMAS Kotamadya Bandung (1996), pada awal 1990-an, dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1990, tentang Penerapan Sistem Manajemen dan Pemeliharaan Prasarana Kota, terdapat personel lapangan yang ditugaskan untuk menangani tanaman. Setiap satu orang dituntut menangani kurang lebih 20 pohon pelindung tiap hari. Artinya pada masa itu terdapat personel untuk menata taman-taman di Kota Bandung setiap harinya.

Di masa kini terdapat instansi yang memiliki tanggung jawab untuk menangani pohon tumbang yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung melalui UPT Penghijauan, Pertanaman dan Pemeliharaan Pohon. Berdasarkan sonata.bandung.go.id, DPKP juga melakukan kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Setelah membaca penjelasan di atas, disimpulkan bahwa pohon-pohon yang tersebar di Kota Bandung merupakan warisan dari kolonial Belanda yang membawa dampak positif bagi masyarakat masa kini. Namun, pohon yang sudah tua itu justru seringkali menjadi masalah bagi masyarakat Kota Bandung seperti masalah pohon tumbang. Oleh karena itu diperlukan pengawasan khusus dan cekatan untuk memastikan dan merawat setiap pohon yang ada di kota supaya tidak menimbulkan kejadian serupa. Pertanyaannya, apakah setelah ini kasus pohon tumbang dapat diminimalkan? (*)

Referensi :

  • Bagian HUMAS Kotamadya Bandung. (1996). 90 Tahun Kota Bandung.
  • Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung. (2025). Jumlah Kejadian Bencana Lainnya di Kota Bandung. Open Data Kota Bandung.
  • Admin Sonata. (2026, 10 April). Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Pohon Tumbang di Musim Pancaroba. Radio Sonata Kota Bandung.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kaneza Bani Aththoriah Hawami
Seorang mahasiswi Ilmu Sejarah UNPAD yang menikmati dunia lewat narasi masa lalu, keindahan seni, dan petualangan di dunia virtual.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)