POLYTRON Indonesia Open 2026 pekan ini sedang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta 2 hingga 7 Juni mendatang. Indonesia Open adalah turnamen bulu tangkis internasional tahunan bergengsi yang digagas oleh PBSI dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1982.
Tak cuma adu gengsi, tetapi juga para pemain bulu tangkis elite dunia berburu hadiah di turnamen ini. Sebab, sejak 2018, turnamen ini berstatus sebagai Badminton World Federation (BWF) World Tour Super 1000 dan dikenal sebagai salah satu pentas bulu tangkis terbesar di dunia dengan total hadiah fantastis. Sebanyak 248 atlet elite dari 22 negara dipastikan turun untuk memperebutkan total hadiah fantastis senilai 1,45 juta dolar AS atau setara Rp25,8 miliar.
Pada mulanya hanya empat negara yang dipercaya BWF menyelenggarakan turnamen bulu tangkis berlevel super 1000, yakni: Malaysia, Inggris, Indonesia, dan China. Tetapi, mulai 2027, bertambah—dengan kehadiran Denmark Open. Jadi, lima turnamen tersebut total berhadiah minimal $ 1.250.000 atau sebesar Rp 19,5 Miliar.
Turnamen pertama, sekitar awal - pertengahan Januari 2023 digelar Malaysia Open. Turnamen kedua bertajuk All England Open diselenggarakan sekitar 14-19 Maret. Turnamen ketiga dihelat sekitar 13-18 Juni berjudul Indonesia Open. Keempat, sekitar 5-10 September digelar China Open. Dan terakhir Denmark Open—mulai 2027--digelar sekitar pertengahan Oktober.
Dengan demikian, struktur BWF World Tour ke depan akan sepenuhnya terintegrasi dalam enam level kompetisi, yakni BWF World Tour Finals, lima turnamen Super 1000, lima Super 750, sembilan Super 500, delapan Super 300, serta delapan Super 100.
Tak hanya jumlah turnamen yang bertambah, format pertandingan pun mengalami perubahan signifikan, khususnya pada level Super 1000. Lima turnamen elite tersebut akan digelar selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan.
Di sektor tunggal, turnamen Super 1000 akan diikuti 48 pemain dengan sistem fase grup sebelum memasuki babak gugur. Sementara itu, sektor ganda tetap menggunakan sistem eliminasi langsung dengan 32 pasangan.
Meskipun saat ini sangat identik dengan Jakarta—khususnya Istora Gelora Bung Karno—turnamen ini dalam sejarah panjangnya pernah digelar secara berpindah-pindah di 8 kota luar Jakarta. Kota-kota tersebut meliputi Samarinda (1990), Bandung (1991), Semarang (1992), Yogyakarta (1994), Surakarta (1997), Denpasar (1999), Surabaya (2002), dan Batam (2003). Edisi spesial lainnya juga pernah dilangsungkan di Bali pada tahun 2021.
Siapa Pemain Indonesia yang Paling Banyak Raih Gelar?
Di sektor Tunggal Putra, Indonesia memegang rekor sebagai negara dengan gelar juara terbanyak sepanjang sejarah turnamen ini. Legenda bulu tangkis Indonesia mencatatkan rekor luar biasa, seperti Taufik Hidayat dan Ardi Wiranata yang masing-masing mengoleksi 6 gelar.
Disusul pemain Malaysia Lee Chong Wei 5 gelar. Icuk Sugiarto (indonesia) dan Viktor Axelsen (Denmark) 3 gelar. Sementara, Susi Susanti dengan 6 gelar di sektor Tunggal Putri. (*)
