Menanti ‘Keajaiban’ Juara China Open 2025 Fajar/Fikri Berikutnya, Bagaimana Nasib Rian Ardianto?

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)
Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)

KERIUHAN paska naik podiumnya pasangan bulutangkis ganda putra “dadakan”, “ajaib”, dan “fenomenal” Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di China Open 2025 Super 1000 belum sepenuhnya reda.

Komunitas Badminton Lovers China, Malaysia, dan Indonesia yang terkenal “bawel” masih belum berhenti bergosip membicarakan kehebatan pasangan itu.

Netizen banyak yang mempertanyakan apakah pasangan “dadakan” itu akan putus di akhir China Open 2025 saja atau akan dipatenkan PBSI seterusnya?

Beragam komentar muncul. Kebanyakan menyarankan patenkan saja. Pertahankan pasangan yang sudah terbukti memberi kemenangan. Lalu, bagaimana nasib Rian Ardianto--pasangan tetap Fajar Alfian, yang telah kembali ke Pelatnas—setelah cuti menunggu istrinya melahirkan anak pertamanya? Bukankah pasangan Fajar/Rian pun telah banyak memberi prestasi?

Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)
Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)

Untuk menjawabnya, PBSI, khususnya kepala pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, harus berpikir keras. Benar, tadinya PBSI membentuk pasangan itu hanya untuk mengisi “kesenggangan” dan memang sah-sah saja sebab bagi PBSI merombak pasangan itu hal yang sudah menjadi kebiasaan dan hal yang lumrah apalagi dalam keadaan darurat?

Lalu, jadilah pasangan 2 F, Fajar/Fikri ini. Bermula turun di Japan Open 2025. Eh, tak ada yang menyangka pasangan yang semula banyak dicibir netizen itu bisa melakukan perlawanan sengit pada pasangan unggulan pertama asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Dan kemudian pasangan ini berlaga di turnamen yang lebih tinggi kelasnya, yakni di China Open 2025 Super 1000.

Lawan-lawan berat berhasil dilewatinya. Di babak 32 besar, Fajar/Fikri mengandaskan pasangan Malaysia, Choong Hon Jian/Muhammad Haikal. Di babak 16 besar,  melibas rekan senegara yang juga unggulan ketujuh, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. 

Ujian berat ditemui Fajar/Fikri di babak 8 besar ketika berjumpa ganda putra Korea Selatan yang menjadi unggulan ketiga, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Fajar/Fikri berhasil unggul dengan skor 21-19 dan 21-14.

Di semifinal, giliran pasangan tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang, yang mencoba menjegal Fajar/Fikri. Setelah dua gim yang berlangsung sengit, Fajar/Fikri akhirnya berhasil mengalahkan unggulan kelima tersebut dengan skor 21-19 dan 21-17. 

Yang menarik, kemenangan atas lawan-lawan beratnya diperoleh dengan dua gim langsung.

Kemenangan Fajar/Fikri atas andalan tuan rumah Liang/Wang membuat Badminton Lover China memuja-muji selangit penampilan pasangan baru ini. Konon, gaya main pasangan ini sangat baru. Tidak banyak mengumbar smes keras. Lebih ke banyak memainkan dan mengolah bola kecil dengan penempatan bola yang cepat dan akurat. 

Tak banyak mengangkat bola. Dengan pertahanan yang kokoh dan dengan pengembaliannya ke tempat yang kosong membuat lawan jadi balik tertekan.

Di final, Fajar/Fikri berjumpa unggulan kedua asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Banyak badminton lovers Malaysia optimistis pasangan Chia/Soh akan tampil sebagai juara. Apalagi pasangan itu belum pernah sekalipun menang di turnamen Super 1000.

Ini adalah sebuah motivasi tersendiri. Di samping itu, Chia/Soh di semifinal tampil bagus menaklukkan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. 

Aaron Chia sendiri memandang pasangan Fajar/Fikri dengan sebelah mata. Bahkan, Fajar/Fikri sejatinya tak hanya melawan Chia/Soh, tetapi dipastikan melawan pelatihnya yang asal Indonesia Herry IP yang berjuluk sang Naga Api. Herry IP sukses mendongkrak prestasi Chia/Soh dan dipastikan tahu “dapur” pasangan Indonesia.

Tetapi, pada laga final, pasangan Fajar/Fikri tampil gemilang dan keluar sebagai juara. Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Beijing, Fajar/Fikri menaklukkan ganda putra Chia/Soh, dalam dua gim langsung.

Kemenangan meyakinkan 21-15, 21-14 dalam waktu 35 menit menjadi penanda lahirnya kekuatan baru ganda putra Indonesia. Para badminton Lovers Malaysia bungkam, termasuk Herry IP.

Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)
Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)

Dalam sebuah wawancara, Antonius, akhirnya menjawab pertanyaan netizen yang “bawel”. Dan jawabannya mengejutkan para Badminton Lovers. Fajar/Fikri akan tampil di China Master 2025  dan Korea Open 2025 September mendatang setelah Kejuaraan Dunia 2025, tapi masih tetap bersifat pasangan sementara dan tetap dievaluasi. 

Lalu, bagaimana dengan Rian Ardiyanto? Rian akan Kembali berpasangan dengan Fajar di Kejuaraan Dunia 2025 di Prancis akhir Agustus. Ini untuk menaati regulasi BWF di mana Fajar/Rian ada di rangking 7 dunia. Setelah itu—ini yang mengejutkan--Rian akan dipasangkan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Akankah pasangan baru ini akan “meledak” seperti halnya pasangan baru Fajar/Fikri? Duet ini pun siap tampil di 2 turnamen sekaligus. Mereka akan berlaga di China Masters dan Korea Open. Sebelumnya, Yeremia selalu berduet dengan Rahmat Hidayat. Tetapi, pasangan tersebut gagal bersinar.

Ajang China Masters 2025 yang berlevel Super 750 pun akan digelar di Shenzhen, China, pada 16-21 September 2025. Sementara itu, Korea Open 2025 yang berlevel Super 500 akan digelar di Suwon, pada 23-28 September 2025.

Kita doakan semoga dari China atau Korea ada kabar Bahagia. Para pemain bulutangkis kita ada yang menampilkan lagi tarian “Pacu Jalur” setelah naik podium. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)