Bojongmalaka, Tanjung yang Ditumbuhi Pohon Malaka

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)
Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)

Di dalam toples kaca berukuran jumbo berkapasitas lima liter, terlihat butiran-butiran bulat seperti kelereng dengan warna merah menyala. Toples jumbo itu bukan satu, berjajar di meja kayu yang panjang, dengan isi yang berbeda. Itulah manisan buah malaka (Phyllantus embica LINN.) atau Indian gooseberry, amla, di toko oleh-oleh khas Cianjur.

Pohon malaka itu batangnya bengkok-bengkok, tingginya antara 10 m sampai 19m. Besar batangnya antara 15 cm sampai 28 cm, sehingga dapat dikategorikan pohon berukuran kecil sampai sedang. 

Saya pernah melihatnya di dua tempat. Pertama yang tumbuh liar di lereng bukit yang terjal di Ciletuh, Kabupaten Sukabumi. Pohonnya sebesar paha orang dewasa. Kedua, melihatnya di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, besar pohonnya tak jauh berbeda.

Keadaan lingkungan kedua tempat tumbuh pohon malaka itu termasuk lahan berbatu. Malaka termasuk pohon yang sangat toleran dengan keadaan tanah yang miskin hara. Pertumbuhannya sangat lambat. Pada zaman kolonial, banyak masyarakat yang memanfaatkan batang malaka untuk dijadikan arang. Boleh jadi, selain karena rasanya yang kurang enak sehingga malaka menjadi pohon yang jarang untuk ditanam. Akibatnya, jumlah pohon malaka dari waktu ke waktu semakin berkurang, bahkan di beberapa tempat sudah tidak ada lagi.

Pohon ini tumbuh dengan baik di lereng terjal dengan kandungan hara yang minim, Karena sistem perakarannya yang Panjang, sehingga dapat menyelusup jauh ke dalam bebatuan, dan kuat mencengkeram tanah. Pohon malaka dapat beradaptasi dengan mudah di berbagai lingkungan. Banyak tumbuh di semak-belukar di dataran rendah, di hutan sabana, di lereng bukit yang curam, dan di lereng pinggir sungai. Kehadiran pohon malaka di suatu tempat, dapat memperbaiki struktur tanah dan mengikat tanah dari gerusan air.

Pohon malaka tersebar di Kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Banyak terdapat di India, Nepal, Sri Lanka, Tiongkok Selatan, Tailan, dan di Indonesia. Di Indonesia, malaka banyak terdapat di Jawa Barat, Sumatra Barat, dan di Nusa Tenggara. 

Pada masa lalu, tumbuhan malaka tersebar dengan baik di Jawa Barat. Di beberapa tempat yang ditumbuhi pohon malaka, karena kekhasannya, sering dijadikan penanda kawasan, kemudian menjadi toponim. Di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, terdapat Desa Malakasari. Di Kabupaten Garut ada Kampung Cimalaka di Kecamatan Wanaraja. Di Kabupaten Sumedang ada toponim Kecamatan Cimalaka. Di Kota Bandung ada Gang Cimalaka, dan di Kabupaten Majalengka ada Pasir Cimalaka.

Buah malaka itu bentuknya hampir bulat, besarnya antara 1,5 cm sampai 2 cm. Pada saat muda, warnanya hijau kekuningan, kemudian berangsur menguning cerah setelah matang. Kulit buahnya lembut, licin, dan memiliki enam garis. Di dalam buahnya terdapat satu biji yang keras.

Buahnya banyak mengandung air, dengan rasanya yang masam seperti buah cereme, tapi ada lebihnya, sepat, dan sedikit pahit. Mungkin karena alasan inilah yang menyebabkan buah malaka dijadikan manisan. Di tempat lain, buah malaka dijadikan selai, asinan, jus, dan dikeringkan menjadi serbuk yang siap seduh bila akan diminum.

Buahnya yang sudah direndam, kemudian dilumatkan sedikit halus, lalu dioleskan ke kepala yang sedang mengalami sakit kepala-pusing karena terik matahari.

Pada zaman kolonial, buah malaka dikumpulkan dalam jumlah banyak, bijinya dikeluarkan, lalu dikeringkan dengan cara dijemur. Setelah mencapai pengeringan yang sempurna, daging buah malaka kering diekspor ke India. Di sana, kulit kayunya pun dijadikan sebagai bahan untuk penyamakan kulit.

Ciri yang menonjol saat melihat pohon malaka adalah daunnya yang kecil-kecil. Panjang daun antara 7 mm sampai 10 mm, lebarnya sekitar 3 mm, sedikit lebih besar dari daun asam. Daunnya berjajar menyirip di tulang daun. Daun malaka yang direbus selama satu jam bersamaan dengan wadah dari anyaman bambu yang akan diwarnai, akan menjadi berwarna kecoklat-coklatan. Bila menginginkan warnanya menjadi hitam, wadah tadi harus direndam dalam lumpur selama 12 jam. 

Kulit pohon malaka yang sudah diiris-iris lalu direbus, orang Sunda menyebutnya katiya, dapat menjadi bahan pencelup kain, untuk menghasilkan warna biru tua.

Dalam sistem pengobatan holistik ayurveda, yang semula berkembang di India, bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara tubuh – pikiran – jiwa, banyak memanfaatkan tumbuhan, di antaranya buah malaka. Buah malaka dijuluki superfood, karena kandungan nutrisinya yang kaya, sehingga dikenal menjadi sumber antioksidan alami yang paling kaya. Kandungan vitamin C-nya yang tinggi, dapat merangsang produksi sel darah putih, sehingga tubuh menjadi lebih kuat saat melawan berbagai infeksi dan penyakit. Kandungan vitamin C-nya yang banyak mendukung pembentukan kolagen, demikian juga kandungan seratnya, sehingga dapat mencegah sembelit, mendukung keseimbangan bakteri yang baik di dalam usus, menjaga elastisitas kulit, dan menguatkan akar rambut, serta banyak manfaat lainnya.

Lahan dengang kandungan hara yang miskin, berada di lereng berbatu dan curam, dari pada dibiarkan menjadi lahan kritis, ada baiknya ditanami pohon malaka. Buahnya yang sudah sejak lama diketahui sebagai superfood yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk terapi kesehatan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 27 Jul 2026, 21:00

Selat Solo, Steak Jawa yang Lahir dari Pertemuan Dua Tradisi Kuliner

Selat Solo merupakan perpaduan steak, salad, dan sup dengan kuah manis khas Jawa. Pelajari sejarah, keunikan, dan filosofi kuliner legendaris ini.

Selat Solo. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 20:40

Memahami Strategi Komunikasi dalam Membangun Citra Merek Melaui Figur Publik di Era Digital

Analisis ini membahas pemanfaatan figur publik dan komunikasi lintas platform dalam membangun citra merek yang konsisten melalui media online sebagai bagian dari strategi komunikasi di era digital.

Rose BlackPink sebagai figur publik dalam membangun citra merek yang konsisten melalui media sosial sebagai bagian dari strategi komunikasi di era digital. (Sumber: PUMA)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 18:31

Dulu Debu Pasir Kini Kapur

Memori saat Bandung Raya diserbu debu Gunung Galunggung tasikmalaya tahun 1980-an, kini daerah Cipatat diserang debu tambang kapur

Debu halus dari aktivitas pengolahan batu gamping menempel di telapak tangan warga setempat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 17:05

KDM Perlu Langkah Cepat Atasi Bencana Kekeringan di Jawa Barat

Masyarakat berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ( KDM ) segera mengatasi bencana kekeringan yang kian meluas di daerahnya

Ilustrasi mengatasi bencana kekeringan dengan teknologi tepat guna (Sumber: Gemini | Foto: gambar: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 16:37

Romantisme Mendengarkan Sandiwara Radio Saur Sepuh di Radio Bandung Era 1990-an

Popularitas Saur Sepuh kemudian melahirkan berbagai adaptasi ke layar lebar dan layar kaca, sehingga kisah legendaris tersebut dapat dinikmati generasi berikutnya.

Sandiwara Radio Saur Sepuh, salah satu program radio paling legendaris pada era 1990-an. (Sumber: Tabloid Monitor, edisi 4 Juni 1987)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 15:52

Merentas Kesenjangan Mutu Pendidikan

Keberadaan SNT, setidaknya bisa menjadi solusi sekaligus penyegaran bagi sekolah-sekolah yang sudah ada.

Pelajar sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: KyoRa Kee)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 15:13

Konstruksi Sosial dalam Pernikahan: Antara Kebutuhan dan Keinginan

Pernikahan muda sebagai solusi yang justru banyak mengakibatkan perceraian, kekerasan, dan penderitaan.

Ilustrasi Pernikahan (Sumber: pexels | Foto: Aydin Photografi)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 13:57

Dari Viral Menjadi Pembelajaran: Memahami Fungsi Pelican Crossing

Di balik kasus viral pelican crossing di Bundaran HI Jakarta, tersimpan pelajaran penting tentang hak pejalan kaki, keselamatan jalan, dan tanggung jawab pengendara dalam ruang publik.

Tangkapan layar video satpam menegur pengemudi mobil Toyota Alphard yang diduga menerobos pelican crossing di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, (23/7/2026). (Sumber: Instagram/@infojktku)
Wisata & Kuliner 27 Jul 2026, 13:06

Panduan Tamasya ke Lembah Harau, Yosemite-nya Indonesia di Sumatra Barat

Lembah Harau dikenal sebagai Yosemite Indonesia berkat tebing setinggi 300 meter dan panorama alamnya. Ketahui daya tarik, rute, dan fasilitas wisata di sini.

Lembah Harau. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 10:15

Kala Dingin di Bandung Jadi Tidak Adil

Bisa dibilang ketimpangan termal jarang masuk percakapan publik. Kita selama ini lebih sering bicara banjir, macet, atau polusi.

Ilustrasi suhu dingin di Kota Bandung. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 07:38

Uno, Lego, dan Ogo!

Bermain bukanlah jeda dari proses belajar, melainkan jalan yang paling alami untuk mengenal dunia.

Kakang ikut nimbrung bermain lego bersama Aa Akil, Musa di Rumah Belajar Musi Babakan Dangdeur Cibiru, Rabu (9/7/2025) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 12:52

Krisis Naluri Sastra dalam Episteme Demokrasi

Kenapa sastra harus bicara, ketika sumber ekologi mulai menjadi investasi politik.

Tak muat dalam rak, sejumlah buku disimpan dalam dus di Perpustakaan Batu Api di Jatinangor. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 26 Jul 2026, 10:47

5 Street Food Pilihan di Bandung yang Wajib Dicoba

Cari street food murah di Bandung? Cek lima kuliner legendaris dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau yang wajib Anda coba.

Kolak Bu Mimin. (Sumber: YouTube K U B I L E R)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 10:02

Estetika Kota Bandung Menuju Kota Cerdas Berkelanjutan

Berestetika di kota tidak sekadar teknologinya melainkan gambaran umum bahwa kota Bandung diurus dan ditata sedemikian rupa.

Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)