Merentas Kesenjangan Mutu Pendidikan

3 menit baca
Untung Wahyudi
Ditulis oleh Untung Wahyudi diterbitkan
Pelajar sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: KyoRa Kee)
Pelajar sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: KyoRa Kee)

Jika kita mau membuka mata, banyak sekali kesenjangan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Perbedaan mencolok bisa dilihat antara sekolah yang ada di daerah dengan sekolah yang ada di kota atau kabupaten. Kesenjangan tersebut berpengaruh pada mutu pendidikan, sehingga kita bisa dengan mudah melihat antara lulusan sekolah favorit atau unggulan dengan sekolah yang fasilitas pendidikannya ala kadarnya. Bagaimana sebuah sekolah akan berkembang dan melahirkan siswa berprestasi, jika fasilitas belajar tidak memadai. Belum lagi tenaga pengajar yang kurang berkompeten di bidangnya. 

Seperti diketahui, di sejumlah daerah, terutama daerah 3T, masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas belajar yang layak. Tidak hanya fasilitas pendidikan yang memang jauh panggang dari api. Akses jalan untuk menuju ke sekolah juga banyak yang buruk. Anak-anak masih ada yang harus menyeberang sungai atau menyusuri hutan untuk bisa belajar di bangku sekolah.

Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang sekarang sedang digagas pemerintah, mungkin menjadi jembatan atas kesenjangan mutu pendidikan di Indonesia saat ini. Hal ini sebagaimana Intstruksi Presiden Nomor 20 Tahun 2026 tentang percepatan peningkatan mutu melalui Sekolah Nasional Terintegrasi. 

Keberadaan SNT, setidaknya bisa menjadi solusi sekaligus penyegaran bagi sekolah-sekolah yang sudah ada. Sehingga, sekolah yang belum memiliki fasilitas lengkap bisa bekerja sama dengan SNT dalam proses pengembangan mutu pendidikan di sekolah.

Hal ini juga disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti bahwa, SNT tidak dirancang menjadi sekolah yang tumbuh sendiri, melainkan sebagai katalisator peningkatan mutu pendidikan di wilayahnya. Sekolah ini harus menjadi mitra bagi sekolah-sekolah di sekitarnya melalui laboratorium pembelajaran, pemanfaatan fasilitas dan sumber belajar bersama, pengimbasan praktik baik, kemitraan dan pendampingan sekolah, serta peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Penyelenggaraan SNT bertumpu pada tiga transformasi utama, yaitu transformasi infrastruktur, transformasi sumber daya manusia, serta transformasi karakter dan pembelajaran (kemendikdasmen.go.id).

Apa Perbedaan SNT dengan Sekolah Regular?

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Di media sosial muncul pro dan kontra perihal rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Ada yang menganggap bahwa hal tersebut terlalu dipaksakan, mengingat masih banyak sekolah yang belum tersentuh pemerintah, khususnya yang berada di pelosok. 

“Kenapa tidak memanfaatkan sekolah yang sudah ada? Beri fasilitas yang memadai sehingga mutu pendidikan bisa terjamin,” demikian mayoritas respons warganet saat informasi rencana pembangunan SNT bergulir.

Sebenarnya apa dan seperti apa SNT tersebut? Sekolah ini merupakan sekolah nasional yang menerapkan pembelajaran berkelanjutan dari SMP ke SMA dalam satu ekosistem. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Non Formal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan ada beberapa hal yang membedakan SNT dengan sekolah regular. 

SNT dipimpin oleh satu direktur. Di sisi lain, sekolah regular dipimpin kepala sekolah yang berbeda-beda dan dimonitor pemerintah daerah yang berbeda. Gogot menjelaskan, bahwa yang pertama terkait dengan konsep penyelenggaraan. SNT berada dalam satu ekosistem sehingga bakat, minat, dan potensi anak dari SMP ke SMA bisa diikuti secara berkelanjutan dikelola oleh satu direktur.

Sedangkan sekolah regular berbeda karena SMP dikelola oleh kabupaten kota, SMA dikelola oleh provinsi, sehingga monitoring dan perkembangan siswa dikelola atau dimonitor oleh pemerintah daerah yang berbeda. Setiap sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang berbeda-beda.

Selain itu, kurikulum yang nantinya digunakan dalam SNT adalah kurikulum nasional yang diperkaya dengan kompetensi global dan science, technology, engineering, dan mathematics (STEM), kesenian, serta olahraga. Gogot menyebut, siswa yang diharapkan masuk SNT adalah yang memiliki prestasi di kabupaten/kota masing-masing.

Gogot menambahkan, bahwa SNT akan mengembangkan tiga lapis kurikulum, yaitu kurikulum nasional sebagai fondasi, kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguat, serta kurikulum berbasis konteks lokal sesuai karakteristik masing-masing daerah. Dengan demikian, setiap SNT akan memiliki keunggulan yang berbeda, seperti bidang pertanian, perikanan, koding dan kecerdasan artifisial, maupun potensi unggulan lainnya (detik.com).

Untuk memajukan pendidikan di Indonesia memang tidak mudah. Berbagai program dan wacana sudah dilaksanakan demi terwujudnya siswa berkualitas yang mampu bersaing dalam kehidupan global. Fasilitas pendidikan yang disediakan pemerintah hendaklah digunakan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, para pendidik harus bisa menambah kemampuan atau skill mengajarnya sehingga proses belajar-mengajar di sekolah bisa berjalan dengan baik. Jika kualitas gurunya terjamin, maka akan lahir siswa-siswa yang berpestasi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga Internasional. Semoga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Okt 2026, 17:07

Sumpah Pemuda Jangan Cuma Gagah di Kata

Peringatan Sumpah Pemuda seharusnya mendorong lahirnya generasi yang berani bekerja, mencipta, dan berinovasi.

Ilustrasi peringatan Sumpah Pemuda 2026 pentignnya mencegah layunya bunga demokrasi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 28 Okt 2026, 15:46

Tantangan Jurnalis di Era AI Bukan Lagi Soal Kecepatan

Perkembangan AI dan maraknya kreator konten membuat kecepatan bukan lagi keunggulan eksklusif media.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. (Sumber: Humas Indonesia)
Beranda 28 Okt 2026, 15:30

IDMC 2026 AMSI Dibuka, Bahas Masa Depan Media di Era AI dan Konten Kreator

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan industri media menghadapi tantangan serius terkait kepercayaan publik.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 13:29

Budaya, Etika dan Moral di Tengah Perubahan Zaman: Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Apa yang bisa kita definisikan kembali tentang budaya, etika dan moral dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun ini? Seharusnya budaya, etika dan moral maknanya tidak tercerabut dalam perubahan zaman

Hari Sumpah Pemuda meneguhkan kembali budaya, etika, dan moral di tengah perubahan zaman (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 12:46

Kala PKL Bandung Menunggu ‘Wahyu’ dari Balai Kota

Gerobak milik PKL yang menutup jalur pejalan kaki bukan urusan remeh. Begitu pula sampah, kemacetan, dan bangunan liar.

Petugas Satpol PP Kota Bandung melakukan penertiban bangunan liar di atas trotoar. Hal tersebut sebagai upaya lanjutan dalam pembenahan PKL di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 11:42

Nasi Timbel dalam Balutan Anyaman Sunda

Nasi timbel lengkap di Warung Kopi Gunung Ciwidey disajikan dalam anyaman bambu khas Sunda, dengan ikan asin balado dan rempeyek kacang renyah.

Hidangan yang di balut kearifan lokal. (Foto: Zahra Rihhadatul Aisy)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 08:06

Bukan Sekadar Tempat Ngopi: Cerita tentang Jeda di Kalatemu

Lebih dari sekadar tempat ngopi, Kalatemu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melepas penat, menyelesaikan tugas, dan menikmati jeda dari rutinitas sehari-hari.

Tampak depan Kalatemu dengan logo kafe yang menjadi identitas tempat tersebut di Jalan Manisi, Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Yuhan Safarah)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 20:11

Kamar Mewah dalam Lapas

Pungli di lapas ada uang ada kamar mewah

Ilustrasi lapas. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 19:00

Perguruan Tinggi di Bandung dan Karhutla

Karhutla sering terjadi di Indonesia sehingga diperlukan upaya-upaya agar tidak terjadi lagi di masa datang dengan aktifnya kampus atau Perguruan Tinggi berpartisasi dalam pencegahannya

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Sumber: Bidang Komunikasi Kebencanaan)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 18:02

Jejak Kenangan: Famor Radio Idola Bandung Era 80-90-an

Di Bandung, salah satu nama yang pernah mewarnai kehidupan pendengar pada era 1970-an hingga 1980-an adalah Radio FAMOR.

Booklet pedoman acara Radio Famor 1260 kHz yang memuat berbagai pilihan program siaran sepanjang tahun 1988. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 16:30

Karhutla Jauh dari Kota Bandung, namun Ibarat Kebakaran Halaman Rumah Sendiri (Bagian 1)

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia bukan lagi masalah jauh. Dampaknya nyata merusak alam, mengancam kesehatan dan merugikan ekonomi—layaknya halaman rumah kita sendiri yang sedang membara.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan Gunung Semeru. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 15:23

Kita Menghirup Asap yang Sama

Dampak asap karhutla.

Ilustrasi polusi asap kebakaran. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 14:54

Santri Inovator: Menghadirkan Religiusitas dalam Teknologi

Hadirnya santri dalam memrakarsai kebaruan dan inovasi menjadikan optimisme bagi sumber daya di negeri ini. Sekalipun masih ada yang skeptis.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Biz 27 Okt 2026, 11:57

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala

PLN Nusantara Power UP Cirata bersama Gemapala perkuat kesiapsiagaan bencana dalam momentum Hari Sumpah Pemuda melalui aksi nyata.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:54

Spiritualitas Santri dalam Menerjemahkan Zaman yang Kian Apokaliptik

Peringatan hari santri nasional selalu ditandai dengan frasa resolusi jihad. Tetapi, apakah maknanya mulai bergeser mengikuti arah zaman? Atau ini menjadi titik balik dalam menumbuhkan spiritualitas?

Kegiatan setoran hafalan Quran Santri Cianjur. (Sumber: Yayasan Huda Cendekia)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:33

Smart Education City Siapkan Pekerja Bandung Hadapi Era Industri 4.0

Tantangan Bandung adalah mengubah modal SDM menjadi kompetensi yang relevan, pekerjaan yang bermutu, dan produktivitas yang meningkat.

Walikota Bandung Tanda Tangani Kemitraan Strategis Kolaborasi Kota Bandung sebagai Kota Pendidikan (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 08:59

Dari Bandung Teknologi Pendukung untuk Mitigasi Karhutla Bisa Diintegrasikan

Pencegahan pembakaran lahan, penegakan hukum, pemulihan ekosistem gambut, pengawasan kegiatan usaha, serta partisipasi masyarakat tetap menjadi agenda utama

Perlu mengembangkan drone buatan PT Iter Aero di Bandung untuk mitigasi Karhutla (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 19:02

Media Sosial sebagai Mesin Pencari Utama Generasi Muda

Media sosial sebagai sarana pencari informasi generasi masa kini

Ilustrasi berbagai ikon platform media sosial populer seperti TikTok dan Instagram yang kini kerap digunakan sebagai sarana pencari informasi. (Sumber: Pixabay | Foto: BiljaST)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 17:00

Tahura Djuanda, Hutan Raya yang Penyimpan Jejak Sejarah

Tahura Djuanda di Dago Pakar, Bandung, menawarkan hutan sejuk, Gua Belanda, Gua Jepang, museum, dan Curug Omas untuk liburan alam dan sejarah.

Gelang masuk Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 16:36

Bandung dan Pusat Mata Nasional:  Solidaritas bagi Korban Karhutla Kalimantan

Segenap urang Bandung memiliki momentum yang amat mulia untuk menunjukkan bahwa solidaritas antardaerah tidak berhenti pada rasa prihatin.

Aeshtetic Eye Care & Dry Eye Clinic di RS Mata Cicendo. (Sumber: RS Mata Cicendo)