Kawasan Terpadu Situ Aksan dan Perumahan Bergaya Taman Villa

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Selasa 17 Mar 2026, 14:11 WIB
Jalan-jalan yang teratur, diberi warna kuning, di sanalah (A-B-C) dibangun 150 rumah tamanvilla. Situ Aksan menjadi kekuatannya. (Sumber: Sumber citra satelit: Google maps | Foto: T Bachtiar)

Jalan-jalan yang teratur, diberi warna kuning, di sanalah (A-B-C) dibangun 150 rumah tamanvilla. Situ Aksan menjadi kekuatannya. (Sumber: Sumber citra satelit: Google maps | Foto: T Bachtiar)

Kompleks perumahan yang dibangun dengan gaya taman villa (villapark) menjadi kecenderungan pembangunan rumah di Kota Bandung antara tahun 1920an hingga 1930an. Pengembang perumahannya banyak membangun taman villa di batas-batas kota. Dengan harapan suasana luar kotanya masih terasa, tapi tetap mengutamakan kenyamanan hunian. Hanya beberapa kilo meter saja ke pusat kota, dengan jalan-jalan yang lebar dan ditata rapi. Konsep pemukiman berupa perpaduan antara kemodernan dengan kehijauan taman. Lahan terbuka hijau sudah dirancang luas dengan jajaran pohon-pohon yang memberikan naungan. Bangunan-bangunannya bergaya modern dengan rancangan yang disesuaikan dengan iklim tropis yang panas dan lembab. Rumahnya berjendela besar, serambi yang luas, dan atap yang tinggi. Vila-vila itu bergaya modern tapi tetap fungsional, menyatu dengan lingkungan alami yang estetis. 

Karena pasar yang terus membesar, perumahan bergaya taman villa yang semula dibangun di batas kota, kemudian melebar lebih ke utara, ke kawasan Dago, ke Ciumbuleuit, ke arah Lembang. Namun dalam perkembangannya, ada juga yang dibangun di sekitar batas kota sebelah barat. Pembangunan taman villa di sekitar Situ Aksan itu diketahui dari advertorial di majalah bulanan Mooi Bandoeng, volume 7 nomor 3, yang terbit 3 Januari 1939. Majalah resmi yang dikeluarkan oleh Bandoeng Vooruit.

Dituliskan dalam advetorial itu, tidak jauh dari batas barat Kota Bandung, antara jalan Jamika dan jalan Situ Aksan, di sana sudah ada Situ Aksan dengan kebun buah yang kurang terurus. Pohon durian, jambu, dan kelapa, tumbuh tinggi dari tanah yang masih agak lembab. Pohon beringin yang tinggi dan rimbun, pohon palem yang menjulang, daunnya saling menjemari dalam harmoni. Di sana mengalir Sungai Leuwi Limoes, yang airnya cukup bila digunakan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pengairan di lahan tersebut.

Keberadaan Situ Aksan sudah menjadi ciri bumi, sehingga menjadi sebutan bila akan menuju ke perkampungan yang ada di seputar situ. Toponim Kampung Situ Aksan sudah populer, sehingga ditulis dalam pemberitaan yang terjadi di sana. Seperti berita yang dimuat dalam Sumatra-bode (14 Januari 1925), toponim Kampung Situ Aksan ditulis pada saat memberitakan pemogokan di perusahaan Vorkink. Begitu pun dalam The Courier (1 Juli 1927), toponim Kampung Situ Aksan ditulis pada saat memberitakan kebakaran kecil yang terjadi di rumah Nurhapi di Kampung Situ Aksan. Bila toponim Kampung Situ Aksan sudah populer pada bulan Januari 1925, sangat mungkin, pada tahun 1924 atau pada tahun-tahun sebelumnya, keberadaan Situ Aksan sudah lama ada, demikian juga dengan Kampung Situ Aksan. Pada tahun 1938, koran De Koerier (22 Oktober 1938) memuat tulisan tentang remaja Belanda yang bermain perahu di Situ Aksan.

Dalam advertorial Mooi Bandoeng (3 Januari 1939), dituliskan keadaan Situ Aksan yang kurang tertata rapi. Itulah yang akan dibenahi menjadi lebih baik. Penataan ulang mulai dilaksanakan pada akhir tahun 1938, menjadi destinasi wisata air unggulan yang terpadu dengan komplek perumahan bergaya taman villa. Digambarkan dalam advertorial itu, terlihat para pekerja keras sedang bekerja di mana-mana. Puluhan buruh bekerja sangat keras, berjalan bolak-balik menggotong tumpukan tanah. Tanah-tanah itu untuk menimbun jalan yang sedang dibangun. Agak ke selatan, para pekerja sibuk memperdalam situ. Dalam waktu singkat, situ ini akan menjadi tempat pelesiran bagi warga kota untuk bersenang-senang dengan mendayung, memancing, dan berenang.

Komplek taman villa yang sedang dibangun ini akan menjadi tempat yang mengesankan bagi warga Kota Bandung. Konsep taman villa akan menarik banyak orang, terutama akan memikat kaum muda. Dalam perencanaannya, di sana akan dibangun 150 rumah. Rumah-rumah itu akan disewakan kepada orang-orang yang akan segera meninggalkan kehidupan kota yang ramai untuk menetap – tapi masih di dalam kota – dengan lingkungan yang unik. Ada situ yang sedang diperdalam. Situ yang luas permukaannya tidak kurang dari 50.000 meter persegi. Begitu advertorial dalam majalah bulanan Mooi Bandoeng (3 Januari 1939). 

Di bawah arahan Ir Poldervaart dari pemerintahan Kota Bandung, jalan-jalan dan jalur-jalurnya sedang dibangun. Lokasi rumah-rumahnya sudah diberi patok, pertanda akan segera dibangun. Harganya akan bervariasi dari murah hingga sedikit lebih mahal.  

Kalau melihat jalan-jalan yang teratur dalam peta saat ini, sangat mungkin itulah lokasi taman villa yang dibangun 87 tahun yang lalu. Kalau diplot dalam peta, taman vila itu dibangun di sepanjang Jl Aksan, Jl Situ, Jl Situ Aksan, Jl Situ Aksan Permai (A-B-C). 

Dalam advertorial Mooi Bandoeng itu dituliskan, akan dibangun juga taman bermain kanak-kanak di tepi danau, tapi aman dari risiko tercebur. Di sini pula akan dibangun labirin yang sungguhnya. Para pengunjung dapat menjelajahinya, sampai akhirnya mereka kebingungan dan dibimbing ke luar oleh petugas. Penataan kawasan sedang berlangsung, kesibukan, dan keramaian sangat terasa. 

Tujuan pembangunan taman vila ini untuk membangun rumah-rumah yang harganya terjangkau. Rumah-rumah dengan anggaran kecil, namun tetap menawarkan segala kenyamanan, di samping keindahan alam yang tak tertandingi di tempat lainnya di Kota Bandung. 

Tamanvila ini dapat diakses secara bebas oleh semua orang. Di sini, orang dapat menghabiskan hari Minggu di situ, atau di salah satu dari pulau kecil yang dibuat di tengah situ. Di sini, pengunjung dapat berpiknik sepuasnya. Sementara ayahnya dapat bersenang-senang dengan memancing, dan anak-anak bermain di taman bermain di bawah pengawasan. Ibunya dapat menikmati ketenangan tanpa khawatir diganggu. Dengan tamanvila yang sedang dibangun oleh NV Denis, Kota Bandung akan mendapatkan daya tarik lain. Begitu advertorial dalam Mooi Bandoeng (3 Januari 1939).

Baca Juga: Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Taman Vila ini akan menjadikan Kota Bandung sebagai yang pertama di Hindia yang memiliki labirin dan situ di dalam batas wilayah kota. Dan, seratus lima puluh rumah baru akan dibangun, merupakan tambahan yang menjadi daya tarik, karena mempertimbangkan dana pensiun, yang akan memenuhi kebutuhan ini. 

Taman adalah paru-paru kota. Di Bandung udara segar berlimpah. Di tengah kota dan di pinggiran kota, orang dapat membayangkan dirinya berjalan di taman. Seluruh kota Bandung sebenarnya adalah taman. 

Mengakhiri advertorialnya, Mooi Bandoeng (3 Januari 1939) menuliskan, bahwa pengembangan Situ Aksan akan menjadi salah satu kawasan perumahan bergaya vila terindah yang akan dimiliki Kota Bandung. (Mooi Bandoeng; maandblad van Bandoeng en omstreken-officieel orgaan van de Vereeniging "Bandoeng Vooruit", jrg 7, 1939, no. 3, 01-03-1939, 01-03-1939).

Apakah komplek villa taman itu menyisakan jejaknya? (*)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Mar 2026, 20:16

Idul Fitri: Jangan Cuma Suci, tapi Jadi Solusi

Ramadan melatih, Idul Fitri menguji: apakah kita hanya jadi pribadi lebih baik, atau naik level menjadi pelaku perubahan yang memberi dampak nyata bagi umat?

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 17 Mar 2026, 18:56

Apa yang Hilang dalam Lebaran

Kesempatan untuk menyentuh kembali relasi manusia, tradisi sederhana, dan pengalaman kebersamaan yang raib dalam kehidupan modern.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Mar 2026, 17:48

Salam Tempel 2026: Ketika THR Beralih ke Dompet Digital, Masihkah Amplop Fisik Diperlukan?

Meski dompet elektronik jadi "amplop modern" yang praktis, mampukah teknologi menggantikan hangatnya tradisi salam tempel?

Tanpa punya rupiah di dompet, kehadiran paylater menambah lapisan “keajaiban” baru, kita bisa membeli hari ini dan membayarnya nanti. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 17 Mar 2026, 16:01

Pasca-Lebaran: Simpul Perasaan, Peluang, dan Tantangan Baru di Tanah Parahyangan

Peralihan menuju Syawal menjadi titik awal baru bagi masyarakat, ditandai dengan arus urbanisasi, pergerakan pasar kerja, fluktuasi UMKM, hingga perubahan pola konsumsi.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Mar 2026, 15:06

Silaturahmi Lebaran di Bandung 1964 dalam Arsip Majalah Mangle

Salah satu potongan kecil itu dapat ditemukan dalam arsip Majalah Mangle edisi Januari 1964.

Karikatur klasik yang menggambarkan suasana perayaan Idulfitri 1383 H tahun 1964 di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Mar 2026, 14:11

Kawasan Terpadu Situ Aksan dan Perumahan Bergaya Taman Villa

Keberadaan Situ Aksan sudah menjadi ciri bumi, sehingga menjadi sebutan bila akan menuju ke perkampungan yang ada di seputar situ.

Jalan-jalan yang teratur, diberi warna kuning, di sanalah (A-B-C) dibangun 150 rumah tamanvilla. Situ Aksan menjadi kekuatannya. (Sumber: Sumber citra satelit: Google maps | Foto: T Bachtiar)
Linimasa 17 Mar 2026, 14:06

Kisah Balap Lari Pakansari, Dashrun Ramadan yang Lahir dari Jalanan

Setelah tarawih, kawasan Stadion Pakansari dipenuhi anak muda yang mengikuti balap lari pendek. Tradisi spontan ini berkembang menjadi agenda olahraga populer di Kabupaten Bogor.

Lomba lari Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. (Sumber: Pemkab Bogor)
Ayo Netizen 17 Mar 2026, 11:49

Kisah Rengginang di Dalam Kaleng Khong Guan yang Tak Pernah Usai

Malah kaleng kosong Khong Guan bisa juga di dalamnya berisi opak, kerupuk, atau emping.

Rengginang. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hayati Mayang Arum)
Ayo Netizen 17 Mar 2026, 10:29

Kala Ketupat dan Nastar Berebut Tahta di Hari Lebaran

Nastar dan ketupat sama-sama berkontribusi pada kebahagiaan Lebaran kita semua. Karena tanpa mereka, Lebaran akan terasa seperti ada yang kurang.

Ilustrasi makan bersama saat Lebaran. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Gambar: AI Gemini)
Linimasa 17 Mar 2026, 09:45

Balada Lebaran Zaman Kolonial, Kala Pribumi Berburu Utang di Rumah Gadai

Tradisi baju baru saat Lebaran ternyata sudah kuat sejak zaman Hindia Belanda. Catatan majalah Indie 1922 menyebut banyak warga meminjam uang bahkan menggadaikan barang demi tampil rapi di hari raya.

ilustrasi pribumi menggadai barang untk keperluan lebaran.
Beranda 17 Mar 2026, 08:56

Upah Tak Menentu dan Tanggung Jawab Besar, Realitas Hidup Porter Stasiun Bandung

Kisah Surya Apandi, porter Stasiun Bandung yang telah bekerja selama 27 tahun, menggambarkan perjuangan pekerja sektor informal dengan penghasilan tidak menentu di tengah ramainya arus mudik.

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 16 Mar 2026, 21:01

Mendobrak Sekat Finansial, Cara Disabilitas di Jawa Barat Kini Lebih Berdaya Lewat DIA KITA

Inisiatif DIA KITA muncul sebagai jawaban atas tantangan literasi keuangan yang sering kali belum menyentuh kebutuhan spesifik disabilitas.

Inisiatif DIA KITA muncul sebagai jawaban atas tantangan literasi keuangan yang sering kali belum menyentuh kebutuhan spesifik disabilitas.
Ayo Netizen 16 Mar 2026, 20:43

Pembatasan Media Sosial Anak Resmi Berlaku 28 Maret: Solusi atau Tantangan Baru bagi Indonesia?

Mulai 28 Maret, Permen Komdigi No. 9/2026 ubah total akses digital anak bawah 16 tahun.

Ilustrasi media sosial. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Ayo Netizen 16 Mar 2026, 17:18

Ngabuburit bersama ‘Jalan Sama Malia’

Selain meriset dan menulis, saya juga bekerja sebagai pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berfoto di depan mesjid Al imtizaj jalan ABC kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 16 Mar 2026, 16:09

Puasa (Menangkal) Hoaks

Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk berpuasa dari hoaks dengan cara menahan diri dari mempercayai berita yang belum pasti dan tidak tergesa-gesa menyebarkannya.

Pemerintah melakukan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun (Sumber: Pixabay)
Bandung 16 Mar 2026, 15:40

Batik Bukan Lagi "Pakaian Kondangan", Cara NAYARA Mengubah Wastra Menjadi Fashion Harian yang Modis

Penggunaan palet warna yang tidak mencolok membuat koleksi NAYARA mudah dipadupadankan sebagai busana kantor yang memberikan kesan elegan namun tetap bersahaja.

Salah satu jenama mode yang memperkenalkan batik dengan sentuhan santai untuk penggunaan harian adalah NAYARA. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 16 Mar 2026, 14:50

Cerita Ibu-ibu Majelis Taklim Menjaga Bumi dari Tumpukan Sampah di Jatihandap

Kisah perempuan pengelola Bank Sampah Ikhtiar 15 di Jatihandap Bandung yang memilah sampah warga demi menjaga lingkungan, meski kerap menghadapi stigma masyarakat.

Inisiatif perempuan di Bank Sampah Ikhtiar RW 15 membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Sejarah 16 Mar 2026, 13:42

Sejak Kapan Ketupat jadi Sajian Khas Lebaran di Indonesia?

Ketupat identik dengan Lebaran, tetapi tradisinya jauh lebih tua. Jejaknya sudah muncul dalam sastra Jawa Kuno abad ke-9 dan kemudian mendapat makna baru ketika Islam berkembang di Jawa.

Ilustrasi ketupat lebaran.
Ayo Netizen 16 Mar 2026, 13:33

Smart Farming: Ketika Teknologi Membuka Peluang Baru bagi Generasi Muda di Sektor Pertanian Indonesia

Hadirnya smart farming dan inovasi agritech membuka peluang bagi Gen Z untuk menjadikan pertanian profesi modern yang menjanjikan.

Ladang pertanian. (Sumber: Pexels | Foto: Soo Ann Woon)