Kawasan Terpadu Situ Aksan dan Perumahan Bergaya Taman Villa

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Jalan-jalan yang teratur, diberi warna kuning, di sanalah (A-B-C) dibangun 150 rumah tamanvilla. Situ Aksan menjadi kekuatannya. (Sumber: Sumber citra satelit: Google maps | Foto: T Bachtiar)
Jalan-jalan yang teratur, diberi warna kuning, di sanalah (A-B-C) dibangun 150 rumah tamanvilla. Situ Aksan menjadi kekuatannya. (Sumber: Sumber citra satelit: Google maps | Foto: T Bachtiar)

Kompleks perumahan yang dibangun dengan gaya taman villa (villapark) menjadi kecenderungan pembangunan rumah di Kota Bandung antara tahun 1920an hingga 1930an. Pengembang perumahannya banyak membangun taman villa di batas-batas kota. Dengan harapan suasana luar kotanya masih terasa, tapi tetap mengutamakan kenyamanan hunian. Hanya beberapa kilo meter saja ke pusat kota, dengan jalan-jalan yang lebar dan ditata rapi. Konsep pemukiman berupa perpaduan antara kemodernan dengan kehijauan taman. Lahan terbuka hijau sudah dirancang luas dengan jajaran pohon-pohon yang memberikan naungan. Bangunan-bangunannya bergaya modern dengan rancangan yang disesuaikan dengan iklim tropis yang panas dan lembab. Rumahnya berjendela besar, serambi yang luas, dan atap yang tinggi. Vila-vila itu bergaya modern tapi tetap fungsional, menyatu dengan lingkungan alami yang estetis. 

Karena pasar yang terus membesar, perumahan bergaya taman villa yang semula dibangun di batas kota, kemudian melebar lebih ke utara, ke kawasan Dago, ke Ciumbuleuit, ke arah Lembang. Namun dalam perkembangannya, ada juga yang dibangun di sekitar batas kota sebelah barat. Pembangunan taman villa di sekitar Situ Aksan itu diketahui dari advertorial di majalah bulanan Mooi Bandoeng, volume 7 nomor 3, yang terbit 3 Januari 1939. Majalah resmi yang dikeluarkan oleh Bandoeng Vooruit.

Dituliskan dalam advetorial itu, tidak jauh dari batas barat Kota Bandung, antara jalan Jamika dan jalan Situ Aksan, di sana sudah ada Situ Aksan dengan kebun buah yang kurang terurus. Pohon durian, jambu, dan kelapa, tumbuh tinggi dari tanah yang masih agak lembab. Pohon beringin yang tinggi dan rimbun, pohon palem yang menjulang, daunnya saling menjemari dalam harmoni. Di sana mengalir Sungai Leuwi Limoes, yang airnya cukup bila digunakan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pengairan di lahan tersebut.

Keberadaan Situ Aksan sudah menjadi ciri bumi, sehingga menjadi sebutan bila akan menuju ke perkampungan yang ada di seputar situ. Toponim Kampung Situ Aksan sudah populer, sehingga ditulis dalam pemberitaan yang terjadi di sana. Seperti berita yang dimuat dalam Sumatra-bode (14 Januari 1925), toponim Kampung Situ Aksan ditulis pada saat memberitakan pemogokan di perusahaan Vorkink. Begitu pun dalam The Courier (1 Juli 1927), toponim Kampung Situ Aksan ditulis pada saat memberitakan kebakaran kecil yang terjadi di rumah Nurhapi di Kampung Situ Aksan. Bila toponim Kampung Situ Aksan sudah populer pada bulan Januari 1925, sangat mungkin, pada tahun 1924 atau pada tahun-tahun sebelumnya, keberadaan Situ Aksan sudah lama ada, demikian juga dengan Kampung Situ Aksan. Pada tahun 1938, koran De Koerier (22 Oktober 1938) memuat tulisan tentang remaja Belanda yang bermain perahu di Situ Aksan.

Dalam advertorial Mooi Bandoeng (3 Januari 1939), dituliskan keadaan Situ Aksan yang kurang tertata rapi. Itulah yang akan dibenahi menjadi lebih baik. Penataan ulang mulai dilaksanakan pada akhir tahun 1938, menjadi destinasi wisata air unggulan yang terpadu dengan komplek perumahan bergaya taman villa. Digambarkan dalam advertorial itu, terlihat para pekerja keras sedang bekerja di mana-mana. Puluhan buruh bekerja sangat keras, berjalan bolak-balik menggotong tumpukan tanah. Tanah-tanah itu untuk menimbun jalan yang sedang dibangun. Agak ke selatan, para pekerja sibuk memperdalam situ. Dalam waktu singkat, situ ini akan menjadi tempat pelesiran bagi warga kota untuk bersenang-senang dengan mendayung, memancing, dan berenang.

Komplek taman villa yang sedang dibangun ini akan menjadi tempat yang mengesankan bagi warga Kota Bandung. Konsep taman villa akan menarik banyak orang, terutama akan memikat kaum muda. Dalam perencanaannya, di sana akan dibangun 150 rumah. Rumah-rumah itu akan disewakan kepada orang-orang yang akan segera meninggalkan kehidupan kota yang ramai untuk menetap – tapi masih di dalam kota – dengan lingkungan yang unik. Ada situ yang sedang diperdalam. Situ yang luas permukaannya tidak kurang dari 50.000 meter persegi. Begitu advertorial dalam majalah bulanan Mooi Bandoeng (3 Januari 1939). 

Di bawah arahan Ir Poldervaart dari pemerintahan Kota Bandung, jalan-jalan dan jalur-jalurnya sedang dibangun. Lokasi rumah-rumahnya sudah diberi patok, pertanda akan segera dibangun. Harganya akan bervariasi dari murah hingga sedikit lebih mahal.  

Kalau melihat jalan-jalan yang teratur dalam peta saat ini, sangat mungkin itulah lokasi taman villa yang dibangun 87 tahun yang lalu. Kalau diplot dalam peta, taman vila itu dibangun di sepanjang Jl Aksan, Jl Situ, Jl Situ Aksan, Jl Situ Aksan Permai (A-B-C). 

Dalam advertorial Mooi Bandoeng itu dituliskan, akan dibangun juga taman bermain kanak-kanak di tepi danau, tapi aman dari risiko tercebur. Di sini pula akan dibangun labirin yang sungguhnya. Para pengunjung dapat menjelajahinya, sampai akhirnya mereka kebingungan dan dibimbing ke luar oleh petugas. Penataan kawasan sedang berlangsung, kesibukan, dan keramaian sangat terasa. 

Tujuan pembangunan taman vila ini untuk membangun rumah-rumah yang harganya terjangkau. Rumah-rumah dengan anggaran kecil, namun tetap menawarkan segala kenyamanan, di samping keindahan alam yang tak tertandingi di tempat lainnya di Kota Bandung. 

Tamanvila ini dapat diakses secara bebas oleh semua orang. Di sini, orang dapat menghabiskan hari Minggu di situ, atau di salah satu dari pulau kecil yang dibuat di tengah situ. Di sini, pengunjung dapat berpiknik sepuasnya. Sementara ayahnya dapat bersenang-senang dengan memancing, dan anak-anak bermain di taman bermain di bawah pengawasan. Ibunya dapat menikmati ketenangan tanpa khawatir diganggu. Dengan tamanvila yang sedang dibangun oleh NV Denis, Kota Bandung akan mendapatkan daya tarik lain. Begitu advertorial dalam Mooi Bandoeng (3 Januari 1939).

Baca Juga: Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Taman Vila ini akan menjadikan Kota Bandung sebagai yang pertama di Hindia yang memiliki labirin dan situ di dalam batas wilayah kota. Dan, seratus lima puluh rumah baru akan dibangun, merupakan tambahan yang menjadi daya tarik, karena mempertimbangkan dana pensiun, yang akan memenuhi kebutuhan ini. 

Taman adalah paru-paru kota. Di Bandung udara segar berlimpah. Di tengah kota dan di pinggiran kota, orang dapat membayangkan dirinya berjalan di taman. Seluruh kota Bandung sebenarnya adalah taman. 

Mengakhiri advertorialnya, Mooi Bandoeng (3 Januari 1939) menuliskan, bahwa pengembangan Situ Aksan akan menjadi salah satu kawasan perumahan bergaya vila terindah yang akan dimiliki Kota Bandung. (Mooi Bandoeng; maandblad van Bandoeng en omstreken-officieel orgaan van de Vereeniging "Bandoeng Vooruit", jrg 7, 1939, no. 3, 01-03-1939, 01-03-1939).

Apakah komplek villa taman itu menyisakan jejaknya? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 17:07

Mengapa Kampanye Mi Nyemek Jogja Mudah Diingat?

Menganalisis bagaimana Mi Nyemek Ala Jogja Rasa Rendang dipublikasikan dengan pesan yang konsisten, sehingga informasi produk dapat diterima publik secara luas dan jelas.

Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)