Ketika Api Menjadi Guru: Pelajaran Bertahan Hidup Mengatasi Kebakaran Tanpa Panik

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)

AYIOBANDUNG.ID — Ada yang berbeda di halaman Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung pada Sabtu pagi itu. Biasanya, keramaian di sini hanya terjadi ketika sirene meraung dan truk merah meluncur kencang ke arah kepulan asap. Namun pada 2 Mei 2026, keramaian itu datang dari tawa, semangat, dan rasa ingin tahu dari puluhan anggota INTI Jawa Barat dan siswa sekolah yang datang bukan untuk menyaksikan bencana, melainkan untuk belajar mencegahnya.

Itulah semangat yang melatari "Siaga Rumah Aman 2026", sebuah kunjungan edukatif yang mengajak peserta masuk lebih dalam ke dunia para penjaga garis terdepan dari ancaman api.

Langit Bandung pagi itu bersih, nyaris tanpa awan. Para peserta berdatangan dengan seragam merah-putih khas INTI, berbaur dengan para anggota PMR (Palang Merah Remaja) SMK 2 Bandung berseragam putih berdasi kuning yang tampak tak sabar menunggu acara dimulai. Kehadiran PMR memberi warna tersendiri. Jiwa muda yang sudah terlatih dengan semangat kemanusiaan, kini datang untuk memperluas bekal mereka dengan pengetahuan keselamatan dari ancaman api.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting organisasi—Leon Hanafi (Ketua INTI Jabar), P. Lindawaty S. Sewu (PINTI Jabar), Herman Setiawan (GEMA INTI Jabar), dan Fam Kiun Fat (Ketua INTI Kota Bandung). Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial; ini adalah pernyataan sikap bahwa keselamatan keluarga adalah urusan yang terlalu penting untuk ditunda.

"Sebetulnya edukasi ini adalah bagian dari program ini untuk dekat dengan masyarakat. Terutama jika kita bicara bencana, seperti kebakaran, memang setiap warga negara harus bisa mengerti tentang bahaya kebakaran; dan bagaimana kita mencegahnya," buka Leon Hanafi mengenai latar belakang dan tujuan kegiatan.

Leon Hanafi (Ketua INTI Jabar), saat membuka acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Leon Hanafi (Ketua INTI Jabar), saat membuka acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)

"Kalau umpanya setiap masyarakat juga sudah mengerti (antisipasi) ini, tentu bahaya kebakaran akan lebih gampang dicegah. Mencegah ini lebih baik daripada memadamkan apinya," sambung Leon.

Momen yang paling menghentikan napas terjadi di dalam aula berlatar banner INTI Jawa Barat. Di atas panggung, seorang instruktur perlahan membuka katup tabung gas; dan dalam hitungan detik, lidah api menjilat udara di hadapan puluhan pasang mata yang terbelalak.

Bukan kepanikan yang menyambut, melainkan fokus. Itulah yang ingin ditanamkan oleh Raden Rizky Rukhiyat, anggota Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung sekaligus Ketua Umum Rescue DRP Little Project, yang memandu simulasi penanganan kebocoran gas itu dengan tenang dan terukur. Satu per satu peserta diajak mendekat, memahami, lalu mempraktikkan cara yang benar, bukan cara yang selama ini hanya mereka tebak-tebak sendiri di rumah.

"Semua pelayanan kami ini kepada masyarakat Kota Bandung ini gratis. Tidak dipungut biaya sepeser pun. Baik penyelematan, baik itu pemadam kebakaran, dan semua yang menyangkut pelayanan publik. Ini adalah salah satu indokator dari program kami Dinas Pemadam, yaitu selain memadamkan juga pencegahan dan penyelamatan," papar Raden Rizky Rukhiyat mengenai pentingnya simulasi dan kesalahan umum masyarakat dalam menangani kebocoran gas.

Acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)

Jika di dalam aula peserta belajar mengenal api, maka di halaman markas mereka belajar menaklukkannya. Satu per satu peserta dipersilakan memegang selang bertekanan tinggi — dan ketika air menyembur deras membelah udara pagi, sorak gembira pecah di sekeliling lapangan.

Tak ada yang bisa menahan senyum menyaksikan para siswa (yang beberapa jam sebelumnya masih tampak kikuk) kini berdiri tegap sambil menggenggam selang pemadam dengan bangga. Di sisi lain halaman, sebuah truk operasional Bandung sudah menunggu. Naik ke atas bak terbuka truk merah itu, rupanya, menjadi momen yang tak kalah berkesan bagi para peserta dari segala usia—termasuk para anggota PMR yang sepanjang hari tampak menjadi yang paling antusias di antara kerumunan.

Bagi Herman Setiawan dari GEMA INTI Jabar, momen-momen itulah yang justru menjadi inti dari seluruh kegiatan.

"Dengan giat edukasi tentang pencegahan kebakaran tadi, memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat. Pandangan saya, generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kebakaran di masyarakat," imbuh Herman.

Acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Acara "Siaga Rumah Aman 2026" pada 2 Mei 2026, di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)

Ketika jarum jam mendekati pukul 14.00 WIB dan para peserta mulai berpamitan, ada sesuatu yang ikut mereka bawa pulang. Sesuatu yang tidak tercetak di spanduk manapun. Yaitu pemahaman bahwa bencana seringkali bukan soal nasib buruk, melainkan soal kesiapan yang tidak pernah dilatih.

Program yang diinisiasi bersama oleh berbagai cabang INTI (dari PINTI, GEMA INTI, INTI Kota Bandung, INTI Cimahi, hingga INTI Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat—dengan dukungan INTI Jawa Barat) ini sejatinya adalah investasi kecil dengan nilai yang jauh melampaui satu hari.

Fam Kiun Fat, Ketua INTI Kota Bandung, menutup hari itu dengan sebuah refleksi yang sederhana namun mengena.

"Mari kita saling peduli terhadap lingkungan agar tetap aman jauh dari resiko kebakaran," tutup pria yang akrab disapa Akiun itu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)