Menganalisis penggunaan kata kunci, saya melihat website official serta Instagram Scarlett Whitening sama-sama menggunakan istilah seperti “glowing”, “brightening”, dan “healthy skin” dalam mempromosikan produk mereka. Pada website resmi, kata-kata tersebut digunakan untuk menjelaskan manfaat produk secara lebih rinci. Sementara itu, pada Instagram, kata kunci yang sama disampaikan melalui caption yang lebih singkat dan didukung visual produk yang menarik perhatian audiens.
Selain itu, penggunaan kata kunci pada website cenderung lebih informatif karena disertai penjelasan mengenai manfaat dan kandungan produk. Sebaliknya, Instagram menggunakan kata-kata yang lebih persuasif untuk menarik minat konsumen dalam waktu singkat. Meskipun demikian, kedua platform tetap menunjukkan pesan yang sama mengenai manfaat produk untuk kesehatan dan penampilan kulit.
Pada aspek teknik penulisan, website resmi Scarlett Whitening menggunakan gaya penulisan yang lebih formal, rinci, dan informatif. Informasi mengenai manfaat, kandungan, serta cara penggunaan produk dijelaskan secara lengkap sehingga membantu konsumen memperoleh informasi sebelum melakukan pembelian. Sebaliknya, Instagram menggunakan teknik penulisan yang lebih ringkas, komunikatif, dan persuasif agar sesuai dengan karakteristik pengguna media sosial.
Meskipun website dan Instagram sama-sama bertujuan mempromosikan produk baru, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. Website lebih berfokus pada penyampaian informasi secara detail, sedangkan Instagram lebih menekankan daya tarik visual serta ajakan untuk mencoba produk yang dipromosikan.
Dari sisi konsistensi gaya komunikasi, website dan Instagram Scarlett Whitening sama-sama menampilkan identitas merek yang modern dan dekat dengan target pasar anak muda. Penggunaan warna cerah, desain yang estetik, serta gaya bahasa yang mudah dipahami menjadi ciri yang muncul pada kedua platform tersebut.

Selain itu, penggunaan influencer dan brand ambassador pada media sosial juga masih selaras dengan citra yang ingin dibangun perusahaan. Website menyampaikan informasi secara lebih formal, sedangkan Instagram menggunakan pendekatan yang lebih santai dan interaktif. Meskipun terdapat perbedaan dalam cara penyampaian pesan, keduanya tetap menunjukkan identitas Scarlett Whitening sebagai brand kecantikan yang mengikuti tren dan dekat dengan konsumennya.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, saya melihat bahwa perusahaan mampu menyesuaikan cara penyampaian pesan pada website dan media sosial sesuai dengan karakteristik masing-masing platform, namun tetap menjaga konsistensi pesan utama yang ingin disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital yang diterapkan cukup efektif dalam membangun opini publik.
Pendapat ini sejalan dengan Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan (2021) yang menyatakan bahwa keberhasilan komunikasi digital bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menjaga konsistensi identitas dan pesan merek di berbagai saluran komunikasi. Oleh karena itu, saya menilai Scarlett Whitening telah cukup baik dalam membangun citra positif melalui website dan media sosialnya.
Selain itu, penelitian oleh Appel et al. (2022) menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi pemasaran digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan merek dalam menciptakan pesan yang konsisten, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik platform yang digunakan. Hal ini memperkuat bahwa strategi komunikasi yang adaptif namun tetap selaras dengan identitas merek dapat membangun opini publik yang lebih positif.
Oleh karena itu, saya menilai komunikasi digital yang dilakukan perusahaan telah cukup baik dalam membangun opini publik yang positif. Meskipun demikian, masih terdapat peluang untuk mengembangkan konten yang lebih edukatif dan informatif sehingga audiens tidak hanya menerima pesan promosi, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai produk yang ditawarkan. (*)
Appel, G., Grewal, L., Hadi, R., & Stephen, A. T. (2022). The future of social media in marketing. Journal of the Academy of Marketing Science, 50(1), 79–95. https://doi.org/10.1007/s11747-019-00695-1
Kotler tls et al. (2021). Marketing 5.0: Technology for humanity.
https://www.wiley.com/shop/general-introductory-business-management/marketing-5.0-technology-for-humanity-p-9781119668510