Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

4 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Di salah satu platform e-commerce terbesar saja, tercatat lebih dari 180 ribu pelaku UMKM Bandung telah terintegrasi secara digital, mendominasi komoditas unggulan seperti fesyen, kuliner, dan produk kesehatan.

  • Pemkot Bandung tengah merancang kawasan Pasar Baru hingga Pecinan Lama untuk ditransformasikan menjadi Pusat Kuliner Dunia yang terintegrasi.

  • Proses perpajakan digital ini secara tidak langsung menuntut UMKM untuk mulai merapikan pembukuan mereka. Kami hadir mendampingi agar pelaku usaha di Bandung menjadi bankable.

Kota Bandung semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu kawasan ekonomi digital terbesar di Indonesia. Namun dengan adanya pemberlakuan pajak lokapasar atau marketplace jangan menggoyahkan posisi tersebut.

Mengutip data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), volume transaksi belanja produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di platform lokapasar asal Kota Kembang melonjak hingga 2,5 kali lipat.

Di salah satu platform e-commerce terbesar saja, tercatat lebih dari 180 ribu pelaku UMKM Bandung telah terintegrasi secara digital, mendominasi komoditas unggulan seperti fesyen, kuliner, dan produk kesehatan.

Namun, di tengah pertumbuhan yang agresif ini, para pelaku usaha digital kini dihadapkan pada babak baru regulasi formal. Mulai 1 November 2026, pemerintah secara resmi mengimplementasikan mekanisme pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,5 persen secara otomatis melalui platform marketplace yang ditunjuk, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli.

Kebijakan yang berupa PMK Nomor 37 Tahun 2025 ini memicu diskusi hangat mengenai keseimbangan antara optimalisasi pendapatan negara dan keberlangsungan usaha rakyat.

Dominasi UMKM yang diperkirakan mencapai lebih dari 85 persen dari total merchant di marketplace asal Bandung sudah barang tentu menuntut win-win solution dari kebijakan ini.

Pemerintah menegaskan bahwa regulasi ini bukanlah objek pajak baru, melainkan simplifikasi metode pemungutan guna menciptakan arena bermain yang adil dengan pedagang konvensional (offline) yang selama ini sudah patuh menyetor pajak fisik.

Guna melindungi pelaku usaha akar rumput, aturan ini menyediakan jaring pengaman berupa pembebasan pajak bagi UMKM dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun. Integrasi data transaksi oleh platform akan mendeteksi secara presisi kapan sebuah toko melampaui ambang batas bebas pajak tersebut.

Kendati ada jaring pengaman, tantangan nyata tetap membayangi lini UMKM yang sedang berkembang, yakni mereka yang berada di zona omzet diatas Rp 500 juta namun margin keuntungannya tipis.

Di pasar digital, ruang menaikkan harga sangat terbatas akibat ketatnya perang harga antara penjual serta serbuan produk impor murah. Pengenaan pajak berbasis omzet (peredaran bruto), meski tarifnya tergolong rendah di angka 0,5 persen, dikhawatirkan dapat menggerus profitabilitas jika tidak dibarengi dengan efisiensi operasional.

Para ekonom mengingatkan agar proses administrasi perpajakan digital ini dibuat seramah mungkin. Pemotongan otomatis, penyediaan bukti potong yang transparan, hingga integrasi satu pintu menggunakan NIK/NPWP tanpa birokrasi baru yang rumit menjadi kunci utama agar UMKM Bandung tidak keluar dari ekosistem formal demi menghindari pajak. Transparansi keuangan yang rapi harus diposisikan sebagai modal bagi UMKM untuk naik kelas, termasuk dalam mengakses fasilitas pembiayaan perbankan yang sehat.

Kini, bola panas ada di tangan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pajak dan manajemen platform marketplace.

Tantangannya adalah memastikan bahwa kepatuhan pajak baru ini mampu mendewasakan ekosistem digital Kota Bandung tanpa mencekik daya tumbuh pelaku usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi kota.

 Inkubasi Nilai Tambah di Sektor Kreatif

 Ada tantangan serius bagi Kota Bandung. Karena struktur pedagang digital di kota ini didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang jumlahnya diperkirakan mencapai 85 hingga 95 persen dari total mitra penjual (merchant). Menanggapi dinamika regulasi perpajakan nasional ini, Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar bergerak cepat dengan menyiapkan serangkaian strategi taktis dari hulu ke hilir. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pemotongan pajak digital tidak mematikan kreativitas lokal, melainkan menjadi momentum agar UMKM Bandung bisa naik kelas.

Pada sektor fashion, khususnya modest fashion dan trend clothing lokal yang menjadi identitas anak muda Bandung, pemkot mengandalkan optimalisasi Bandung Creative Hub (BCH) sebagai pusat inkubasi bisnis. Melalui BCH, para desainer dan produsen pakaian lokal dilatih untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka.

Pertumbuhan manufaktur kreatif dan lini busana lokal harus didorong untuk menghasilkan added value yang tinggi. Jika kualitas produk dan kekuatan brand kokoh, penyesuaian harga akibat beban pajak yang kecil ini tidak akan mengganggu daya beli konsumen digital.

Sementara itu, untuk melindungi sektor barang kerajinan, lewat jaringan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Pemkot perlu strategi kolaborasi pasar antarwilayah se-Jawa Barat. Strategi ini membuka keran pemasaran terintegrasi sehingga produk kriya lokal tidak hanya bertumpu pada kompetisi satu algoritma platform marketplace yang sangat ketat, melainkan memperluas penetrasi ke pasar fisik regional.

Di sektor kuliner dan oleh-oleh khas Bandung yang legendaris, terobosan besar disiapkan melalui rencana penataan kawasan historis. Pemkot Bandung tengah merancang kawasan Pasar Baru hingga Pecinan Lama untuk ditransformasikan menjadi Pusat Kuliner Dunia yang terintegrasi. Strategi ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan interaksi belanja (omnichannel), di mana kekuatan pemasaran daring di marketplace diperkuat oleh ekosistem fisik yang estetik untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara secara langsung.

 Mendorong UMKM Menjadi Bankable

Terkait kekhawatiran pelaku usaha mengenai aturan omzet diatas Rp 500 juta per tahun yang akan otomatis terpotong pajak oleh sistem marketplace, Pemkot Bandung mesti fokus pada penguatan fundamental finansial pelaku usaha. Melalui sinergi bersama Bank BJB, Pemkot Bandung menggenjot ketersediaan modal kerja melalui fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program kemudahan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis.

Proses perpajakan digital ini secara tidak langsung menuntut UMKM untuk mulai merapikan pembukuan mereka. Kami hadir mendampingi agar pelaku usaha di Bandung menjadi bankable. Transparansi keuangan yang rapi adalah modal utama mereka untuk mengakses fasilitas pembiayaan perbankan yang sehat dan aman guna mengembangkan skala bisnis.

Kini, melalui kombinasi kebijakan pusat dan intervensi lokal yang berfokus pada kemudahan izin usaha, akses modal KUR, serta penguatan identitas geografis produk khas Bandung, pemotongan PPh 22 di lokapasar diharapkan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan. Tantangan regulasi ini justru diarahkan menjadi penanda kematangan ekosistem digital Kota Bandung yang tangguh, formal, dan berdaya saing global. (TS)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)