Wali Kota Farhan, Mengapa Respons Call Center Aduan Warga Bandung Lambat Sekali?

Teddy Al Razak Nugraha
Ditulis oleh Teddy Al Razak Nugraha diterbitkan Selasa 16 Des 2025, 18:07 WIB
Gambaran warga yang menunjukkan rasa frustasi mereka saat menunggu jawaban dari Call Center Pemkot Bandung yang tak kunjung direspons. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Gambaran warga yang menunjukkan rasa frustasi mereka saat menunggu jawaban dari Call Center Pemkot Bandung yang tak kunjung direspons. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Meskipun Pemerintah Kota Bandung telah menyediakan berbagai saluran digital dan Call Center khusus untuk menerima keluhan masyarakat, Walikota M. Farhan masih ingin meningkatkan kualitas layanan.

Ketidaksesuaian yang signifikan antara penanganan aduan dan ketersediaan saluran merupakan masalah utama. Hasil lapangan menunjukkan bahwa infrastruktur komunikasi telah tersedia, tetapi protokol operasional masih lamban. Pada akhirnya, ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap komite Pemkot Bandung (29/11/2025).

Masalah lambatnya layanan terjadi ketika masalah mendesak muncul. Sebagai hasil dari observasi, waktu tunggu di Call Center rata-rata lebih dari sepuluh menit. Operator manusia sulit dihubungi oleh warga. Protokol operasional Kota Bandung belum memenuhi persyaratan layanan responsif.

Seorang warga mencoba menghubungi saluran Call Center pengaduan Pemkot Bandung yang menunjukkan status "Memanggil..." yang tak kunjung tersambung dengan operator. (Sumber: Teddy)
Seorang warga mencoba menghubungi saluran Call Center pengaduan Pemkot Bandung yang menunjukkan status "Memanggil..." yang tak kunjung tersambung dengan operator. (Sumber: Teddy)

Nyai Sumiati (50), seorang warga Kota Bandung, yang juga merasa frustasi dan mengeluh tentang pemborosan waktu ketika dirinya hendak menggunakan layanan Call Center.

“Saya pas menelepon Call Center itu ada kali hampir sepuluh menitan lebih mah, terus saya cuma denger musik yang terus diulang-ulang, tetapi saya gak bisa nyambung sama operatornya, saya ngerasa ini buang buang pulsa saya aja.” keluhnya.

Rasa kecewa yang dirasakan oleh Nyai Sumiati ini mencapai puncaknya ketika ia menyadari bahwa laporannya diabaikan, “Buat apa ada sistem Call Center atuh kalo gaada hasilnya mah? mending saya lapor ke RW aja lebih pasti laporan saya di denger, gaperlu juga saya buang-buang pulsa.” tegas Nyai Sumiati.

Kasus Nyai Sumiati menunjukkan kepercayaan warga yang berkurang. Delay pada Call Center Pemkot Bandung telah berkembang menjadi masalah birokrasi yang tidak terlihat. Ketiadaan akuntabilitas waktu yang jelas adalah masalah utama. Tidak ada standar respons cepat atau follow-up.

Pewawancara dan narasumber melakukan sesi wawancara dalam di sofa ruang tamu membahasa isu-isu penting tentang pelayanan publik di Kota Bandung. (Sumber: Teddy)
Pewawancara dan narasumber melakukan sesi wawancara dalam di sofa ruang tamu membahasa isu-isu penting tentang pelayanan publik di Kota Bandung. (Sumber: Teddy)

Pakar pun mendukung argumen sistematis ini. Menurut Pakar Kebijikan Publik Dr. Ahmad Bachtiar, Ketiadaan standar waktu yang jelas menunjukkan lemahnya tata kelola operasional. SLA berkaitan dengan tanggung jawab. Aduan harus dianggap sebagai data yang dapat digunakan, bukan suara yang diabaikan.

Walikota M. Farhan harus memprioritaskan perbaikan ini. Saran obyektifnya: Pertama, Terapkan SLA Ketat (respon operator maksimal lima menit). Kedua, Buat sistem Tracking Trasparan (warga melacak aduan secara real time). Ketiga, Wajibkan Feedback Loop (Pemkot wajib melakukan survei kepuasaan pasca-aduan).

Baca Juga: Nasib Naas Warga Sekitar Podomoro Park, Banjir Kiriman Jadi Rutinitas Musim Hujan

Perbaikan Call Center adalah investasi strategis membangun kepercayaan. SLA yang jelas membuat warga merasa dihormati. Peningkatan partisipasi publik menghasilkan data akurat. Hal ini membantu Pemkot Walikota Farhan mengalokasikan sumber daya secara tepat sasaran.

Walikota M. Farhan, kecepatan respons layanan adalah wajah nyata birokrasi Anda. Jika suara warga masih lambat direspons, janji Bandung yang Unggul akan terasa jauh. Catatan ini mendesak investasi mendasar pada sistem Call Center. Buktikan bahwa warga Bandung akan dilayani dengan standar waktu yang tegas dan akuntabel. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Teddy Al Razak Nugraha
Digital Public Relations student at Telkom University

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)