Review Film The Love Hypothesis: Film Rom-com Kampus yang Menguji Cinta

5 menit baca
Putu Thita Marchelita Fridayanti
Ditulis oleh Putu Thita Marchelita Fridayanti diterbitkan
Poster Film The Love Hypothesis. (Sumber: Primevideo)
Poster Film The Love Hypothesis. (Sumber: Primevideo)

Film romantis The Love Hypothesis, film komedi romantis yang tayang pada 23 September 2026 di Prime Video. Disutradarai oleh Claire Scanlon, film ini diadaptasi dari novel populer karya Ali Hazelwood. Lili Reinhart berperan sebagai Olive Smith, sedangkan Tom Bateman memerankan Adam Carlsen. Keduanya terlibat dalam hubungan pura-pura dengan kepentingan masing-masing.

Melalui kisah tersebut, The Love Hypothesis menawarkan romansa kampus dengan pola yang familier. Namun, latar akademik, karakter yang bertolak belakang, dan situasi canggung yang mengundang tawa membuat film ini memiliki daya tarik tersendiri. Lantas, bagaimana genre dan gaya filmnya menghidupkan kisah cinta Olive dan Adam?

Sinopsis: Ketika Cinta Menjadi Sebuah Hipotesis

Olive Smith adalah mahasiswa doktoral biologi yang berfokus pada masa depannya di dunia akademik. Ketika mengetahui bahwa sahabatnya, Anh (Rachel Marsh), menyukai Jeremy (Nicholas Duvernay), pria yang pernah dekat dengan Olive, ia secara impulsif mencium seorang pria di lorong kampus untuk meyakinkan Anh bahwa dirinya sudah move on.

Masalahnya, pria tersebut adalah Adam Carlsen (Tom Bateman), profesor yang terkenal dingin, kritis, dan ditakuti mahasiswa. Ciuman spontan di lorong tersebut berfungsi sebagai meet-cute, yaitu pertemuan canggung antara dua tokoh utama yang menjadi awal kisah cinta dalam rom-com. Dari kejadian tak terduga itu, keduanya sepakat menjalani hubungan pura-pura yang menguntungkan mereka masing-masing.

Seiring berjalannya waktu, hubungan yang awalnya dibangun berdasarkan kesepakatan mulai menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan. Bagi Olive yang terbiasa berpikir secara ilmiah, cinta menjadi sesuatu yang tidak mudah diprediksi. Apa yang awalnya tampak seperti eksperimen sederhana justru membuatnya mempertanyakan perasaannya sendiri.

Genre & Gaya Film Romcom : Pola Lama dengan Sentuhan Dunia Akademik

Sebagai film  romantic  comedy  atau  rom-com , The Love Hypothesis menggabungkan kisah romantis dengan situasi yang mengundang tawa. Ceritanya menggunakan pola fake dating, yaitu ketika dua orang berpura-pura menjadi pasangan, tetapi perlahan mengembangkan perasaan yang sesungguhnya.

Menurut Steve Neale (1980), genre dibentuk oleh kode dan konvensi yang memiliki pola berulang, tetapi tetap menghadirkan perbedaan di setiap karya (Astuti, 2022). Genre juga membantu penonton membayangkan jenis cerita yang akan mereka saksikan, memahami alurnya, serta menikmati hiburan dengan menebak apa yang mungkin terjadi selanjutnya (Astuti, 2022). Dalam film, komedi mengandalkan kelucuan dari cerita maupun penokohan, sedangkan romansa berfokus pada kisah cinta sepasang kekasih yang dapat membawa penonton ikut merasakan suasana romantis (Utama et al., 2023).

Pola ini bukan hal baru dalam film romansa. The Proposal (2009), misalnya, juga mengisahkan dua orang yang berpura-pura menjalin hubungan karena kepentingan tertentu, sebelum perasaan mereka berkembang di luar rencana awal. Bedanya, The Proposal berlatar dunia kerja penerbitan, sedangkan The Love Hypothesis berlatar kampus. Dalam kedua film tersebut, arah hubungan tokoh utamanya relatif mudah ditebak. Karena itu, daya tariknya bukan terletak pada kejutan akhir, melainkan pada bagaimana hubungan mereka berkembang.

Menurut saya, daya tarik The Love Hypothesis terletak pada cara film ini memadukan pola tersebut dengan kehidupan akademik. Olive terbiasa mengandalkan hipotesis dan data, sementara Adam merupakan profesor dengan reputasi yang membuat mahasiswa segan kepadanya. Latar ini memberikan ruang bagi humor yang muncul dari perbedaan karakter sekaligus cara mereka menghadapi hubungan.

Judul The Love Hypothesis pun terasa relevan dengan keseluruhan cerita. Hipotesis digunakan untuk menguji dugaan berdasarkan pengamatan, sedangkan perasaan manusia tidak selalu dapat dijelaskan melalui perhitungan. Olive dan Adam bisa menyepakati bagaimana mereka harus bersikap sebagai pasangan, tetapi tidak bisa sepenuhnya mengatur apa yang mereka rasakan. Kontras inilah yang membuat gagasan eksperimen cinta menjadi lebih dari sekadar judul.

Dinamika tersebut semakin terlihat melalui pola karakter grumpy x sunshine. Adam digambarkan dingin dan sulit didekati, sedangkan Olive lebih terbuka dan ekspresif. Perbedaan ini bukan hanya menjadi daya tarik romantis, tetapi juga sumber komedi. Ketika keduanya harus berpura-pura mesra di hadapan orang lain, sikap Adam yang kaku justru berbenturan dengan situasi yang menuntutnya terlihat romantis.

Salah satu contoh yang menarik terlihat dalam adegan di kafe, sekitar menit ke-27.04 hingga ke-30.50. Adam memasuki ruangan dengan kemeja hitam, postur tegap, dan ekspresi serius. Kostum dan penampilannya, yang merupakan bagian dari mise-en-scène, memberikan kesan. Penampilannya memberikan kesan bahwa ia selalu berada dalam suasana formal, bahkan ketika hanya membeli minuman.

Kesan tersebut menjadi lucu karena bertolak belakang dengan suasana kafe yang santai. Penampilan Adam yang serius, dipadukan dengan musik latar yang mendukung kesan dramatis pada kehadirannya, membangun kontras dengan aktivitas sehari-hari di sekitarnya. Perpaduan ini memperkuat unsur komedi karena karakter Adam seolah membawa suasana tegang ke tempat yang seharusnya terasa santai.

Humor kemudian berkembang melalui interaksi sederhana. Ketika barista bertanya apakah mereka bersama, Olive dan Adam spontan saling melirik lalu terdiam. Pertanyaan yang berkaitan dengan pembayaran itu justru terdengar seperti konfirmasi bahwa mereka adalah pasangan. Kecanggungan keduanya menjadi sumber kelucuan tanpa perlu dialog yang berlebihan, karena humor dibangun lewat akting yang bertumpu pada tatapan dan jeda hening.

Adegan semakin menarik ketika Anh dan Malcolm (Jaboukie Young-White) datang. Olive meminta Adam bersikap lebih alami dan tersenyum bahagia agar hubungan pura-pura mereka terlihat meyakinkan. Adam yang biasanya dingin pun harus berusaha memainkan peran sebagai kekasih. Ketika berpamitan, ia bahkan memanggil Olive dengan sebutan sayang dan menciumnya sebelum pergi.

Menurut saya, bagian ini menunjukkan bagaimana gaya komedi The Love Hypothesis bekerja melalui perpaduan dialog, ekspresi, bahasa tubuh, dan situasi yang canggung. Kelucuannya tidak hanya muncul dari perkataan tokoh, tetapi juga dari perbedaan antara sikap Adam yang biasanya kaku dan peran romantis yang harus ia mainkan.

Adegan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana unsur komedi dan romansa saling mendukung. Usaha Adam untuk terlihat seperti kekasih yang perhatian memang mengundang tawa, tetapi pada saat yang sama membawa hubungan mereka ke tahap yang lebih dekat. Dengan begitu, adegan sederhana seperti membeli minuman dan bertemu teman tidak hanya menjadi selingan lucu, tetapi juga bagian dari perkembangan hubungan kedua tokoh.

Review Film: Layak Ditonton atau Tidak?

Secara keseluruhan, The Love Hypothesis adalah film komedi romantis berlatar akademik yang berhasil mengeksekusi elemen familier seperti fake dating dan grumpy x sunshine dengan apik. Meski alurnya terbilang mudah ditebak, daya tariknya justru kuat pada konsep "eksperimen cinta" dan komedi canggung dari interaksi Olive dan Adam. Film ini mungkin tidak menawarkan kebaruan cerita, tetapi perjalanan kedua tokohnya dalam memahami perasaan dieksekusi dengan sangat menghibur.

Jadi, The Love Hypothesis adalah film rom-com yang layak ditonton. Oleh karena itu, saya memberikan rating pribadi 8,5/10, karena film ini tetap menjadi hiburan yang menyenangkan dan pantas masuk daftar tontonan pencinta romansa kampus. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 16:40

Bagaimana Album Tigapagi Menjaga Nyala Ingatan Kolektif di Nusantara Dharma Book Festival 7.0

Di hadapan Indonesia yang kian karut-marut, penampilan Tigapagi di NDBF 7.0 menjadi ruang merawat akal sehat dan luka sejarah, mengajak kita menatap trauma tanpa kehilangan harapan untuk bertahan.

Penampilan Tigapagi pada malam penutupan Nusantara Dharma Book Festival 7.0 (Sumber: NDBF 7.0 | Foto: Tim dokumentasi NDBF 7.0)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 16:11

Bandung dan Hujannya yang Selalu Bikin Was-Was

Bandung di musim hujan memang memberikan kesegaran udara tapi selalu menunjukkan was-was karena menyebabkan banjir dan potensi kehilangan nyawa.

Kondisi  Langit Bandung menjelang Hujan di Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 15:19

Review Film The Love Hypothesis: Film Rom-com Kampus yang Menguji Cinta

Review film The Love Hypothesis yang memadukan pola fake dating dan grumpy x sunshine dengan latar akademik. Meski alurnya mudah ditebak, kedekatan tokohnya tetap menghibur.

Poster Film The Love Hypothesis. (Sumber: Primevideo)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 14:12

Jabar Juara Judol, Sungguh Memprihatinkan dan Mencemaskan

Besarnya jumlah pemain judol di Jabar semakin terasa ketika melihat duit yang terlibat. Sepanjang tahun 2024, ditaksir deposit judol di Jabar mencapai Rp5,97 triliun.

Ilustrasi judi online. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:39

Ironi-Ironi dalam Nikah Siri

Refleksi pernikahan siri di Indonesia.

irono-Ironi dalam Nikah Siri (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:15

Istilah Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Pelajari istilah besar guncangan gempa bumi dalam Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta. Temukan kekayaan kosakata tradisional untuk tingkatan getaran bencana alam kuno Nusantara di sini!

Gempa Bumi Dahsyat (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)