Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)

Tuntut saja negeri ini, karena sebesar apapun suaranya sangat sulit untuk didengarkan. Tuntut saja negeri ini jika itu menjadi jalan satu-satunya untuk menyelamatkan daerah-daerah yang terdampak bencana.

Membicarakan apa yang terjadi di Indonesia hari ini memang seringkali membuat lelah. Bukan hanya arena kejadiannya tapi karena penanganan yang dilakukan oleh pemerintah kita yang kerap kali tidak cepat tanggap.

Banyak masyarakat baik di dunia nyata maupun media sosial yang menyuarakan tentang isu bencana. Namun nyatanya hingga hari ini penanganannya belum benar-benar sesuai.

Hingga beberapa aktivis Greenpeace yang mengibarkan bendera kuning dengan berbagai kritikan yang tejadi di negeri ini. " Bencana makin parah, hidup makin susah, apa kerja pemerintah ?"

Iya betul sepertinya kita harus bertanya apa kerja pemerintah kita karena masih minim perbaikan yang dilakukan baik untuk pertumbuhan dan kesejahteraan negara dan bangsanya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Sumber Daya Alam yang kita miliki sangat kaya. Ada beberapa kawasan yang menyimpan keanekaragaman hayati baik flora atau fauna yang justru tidak negara lain miliki. Tapi apa yang pemerintah kita lakukan ? Bukan mengajak masyarakat sekitar untuk mandiri secara ekonomi melalui pariwisata atau mengelola potensi ekonomi. Melainkan para pemilik kebijakan di negara ini justru melegalkan tambang ilegal yang tidak hanya mengeruk isi bumi melainkan mengambil keuntungan sebesar -besarnya.

Tidak cukup rasanya Sumber daya Alam kita diambil secara rakus tapi para pemilik kebijakan pun membiarkan banyak pekerja asing untuk berkeliaran di Indonesia. Tidak hanya sebagai penanam modal tapi juga sebagai pekerja kasar.

Sebagaimana yang dilansir dari laman kompas. Id bahwa selama satu tahun Kantor Imigrasi Kelas I Non-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (Non-TPI) Kota Palangka Raya sudah mendeportasi empat warga negara asing lantaran pelanggaran izin tinggal. Sebagian besar mereka mengaku berwisata, tetapi berakhir bekerja di lokasi tambang.

Empat warga negara asing (WNA) tersebut adalah 2 warga asal Filipina, 1 orang warga Korea Selatan, dan 1 warga China. Keempatnya dideportasi karena pelanggaran izin tinggal.

Penambahan jumlah pekerja asing memang bukan hal yang dilarang. Bersama kita ketahui bahwa negara kita menjadi penyumbang yang cukup besar untuk TKI di Arab Saudi. Disusul beberapa tahun ke belakang dengan para pekerja Indonesia yang disalurkan ke Jepang, Korea dan Eropa melalui LPK maupun kesempatan beasiswa.

Menurut saya penambahan jumlah pekerja asing di luar negeri atau negara maju memang lumrah mengingat jumlah rakyat mereka mengalami penurunan demografi karena angka pernikahan yang semakin sedikit. Tapi bagaimana jika penambahan pekerja asing pun ikut mewarnai negara kita. Saya rasa negara kita memang gila. Gila karena tidak memprioritaskan sejumlah pengangguran untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara mereka membiarkan para pekerja asing yang tidak memiliki izin legal untuk tinggal di negara kita.

Tuntut saja negara ini karena tidak hanya memiliki pemimpin yang tidak amanah melainkan juga dzalim terhadap lingkungan dan rakyatnya. Bagaimana kejadian karhutla terjadi hingga hari ini benar-benar belum mendapatkan kepastian penanganan yang baik. Karhutla yang sangat berdampak untuk kerusakan lingkungan, kematian bangsanya, terdampak nya masyarakat sekitar dengan penyakit ISPA, pun potensi bencana yang lebih besar seperti longsor karena hutan kita telah gundul.

Tuntut saja negara ini beserta para pemilik kebijakannya jika terus- menerus mengabaikan dampak asap karhutla yang juga mencemari negara tetangga. Barangkali negara lain lebih berkuasa untuk menuntut akan segala ketidakadilan yang terjadi di negara ini. Karena sejauh ini berbagai macam suara dari seluruh lapisan masyarakat tak cukup mampu sampai ke relung jiwa para pemilik kebijakan. Saya rasa mereka tidak mungkin jika tidak mendengarkan tentunya di zaman yang semakin canggih dengan teknologi, informasi dari berbagai penjuru negeri sangat kecil untuk tidak diketahui. Namun lagi dan lagi mereka tetap memelihara kebebalan dan ketololan yang membuat masyarakat nya lelah.

Jika tidak ada satu pun yang bisa menuntut negara ini beserta para penegak hukum dan pemegang kebijakan. Maka biarlah hukum Tuhan yang bekerja. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)