Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

4 menit baca
Suhendi Al Wasim
Ditulis oleh Suhendi Al Wasim diterbitkan
Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)

Hampir setiap tahun, cerita yang sama kembali terjadi, yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lalu asapnya menutupi kota-kota.

Sekolah diliburkan, penerbangan tertunda, dan ribuan warga mengeluh sesak napas. Peristiwa 2015 masih menjadi pengingat paling keras.

Kerugian ekonominya tercatat sangat besar, dengan sejumlah kajian menyebutnya mencapai belasan miliar dolar AS. Angka itu belum menghitung biaya kesehatan dan hilangnya kekayaan hayati.

Masalahnya, karhutla bukan bencana yang datang tiba-tiba. Ia berulang karena penyebab yang sama: lahan dibakar untuk dibuka, gambut yang sudah kering dan rusak drainasenya, serta penegakan hukum yang belum konsisten. Selama akar masalahnya belum tersentuh, api akan terus kembali.

Di sinilah kampus seharusnya mengambil peran. Perguruan tinggi memiliki peneliti, laboratorium, mahasiswa, dan jaringan yang sampai ke desa. Sayangnya, banyak potensi itu berhenti di jurnal dan laporan.

Apa Daerah yang Rawan Karhutla di Indonesia?

Karhutla tidak hanya terjadi di satu pulau. Sejumlah provinsi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara masuk dalam daftar wilayah yang rawan.

Keragaman ini menunjukkan bahwa tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua daerah. Kampus lokal justru punya posisi strategis untuk membaca kondisi di sekitarnya.

1. Sumatra dan Kalimantan

Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan termasuk daerah yang sering berhadapan dengan asap dari lahan gambut.

Di Kalimantan, wilayah yang masuk daftar rawan mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kondisi gambut di kawasan ini membuat api mudah merambat di bawah permukaan dan sulit dipadamkan.

2. Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara

Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan menghadapi tekanan yang serupa, terutama saat musim kemarau panjang.

Maluku dan Maluku Utara juga tercatat dalam daftar wilayah rawan, begitu pula Nusa Tenggara Timur yang musim keringnya lebih panjang.

3. Papua dan Kawasan Pegunungan Jawa

Papua Barat dan Papua Selatan menghadapi karhutla dengan karakter yang berbeda, karena tutupan hutannya luas dan akses ke lokasi sering sulit.

Kawasan pegunungan di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga perlu diwaspadai. Di wilayah-wilayah ini, kampus bisa berperan sebagai mitra pengetahuan bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Apa Solusi Akademisi untuk Karhutla?

Kontribusi kampus akan lebih bermakna jika memenuhi empat hal berikut.

1. Pengalaman Lapangan

Akademisi perlu turun langsung ke lapangan. Restorasi gambut, pembasahan lahan, dan teknik pemadaman dini paling mudah dipahami dengan melihatnya sendiri.

Kedekatan dengan petani, buruh, dan warga desa juga membuat riset tidak menjauh dari kenyataan.

2. Keahlian Lintas Disiplin

Persoalan karhutla bersifat lintas bidang. Ilmu kehutanan dan tanah membaca kondisi gambut. Teknik menyusun sensor dan sistem pemantauan. Sosiologi menjelaskan mengapa sebagian warga masih memilih membakar. Ilmu kesehatan mengukur dampak asap pada anak-anak dan lansia. Solusi yang utuh hanya lahir jika semua bidang itu duduk bersama.

3. Otoritas Data

Kampus dapat menjadi rujukan data yang bisa dipercaya. Data titik panas, kualitas udara, dan pemetaan lahan yang terbuka untuk publik dan bisa diperiksa ulang memberi dasar keputusan yang lebih kuat. Otoritas seperti ini tidak datang dengan sendirinya. Ia tumbuh dari konsistensi.

4. Kepercayaan Publik

Riset yang baik berani mengakui batasnya. Jika temuan belum pasti, peneliti harus menyampaikannya dengan jujur.

Keterbukaan soal sumber dana, metode, dan kemungkinan konflik kepentingan membuat masyarakat lebih percaya. Pada isu yang sering dipolitisasi seperti asap, kepercayaan itu sangat berharga.

Model Kolaborasi yang Bisa Dijalankan

Gagasan ini membutuhkan bentuk yang nyata. Ada tiga model yang bisa segera dicoba.

1. KKN Tematik Karhutla

Mahasiswa diturunkan ke desa rawan dengan tugas yang jelas: memetakan lahan, melatih warga mengolah lahan tanpa bakar, memasang alat pemantau sederhana, dan memberi edukasi kesehatan. Mahasiswa mendapat pengalaman belajar, sementara warga memperoleh manfaat langsung.

2. Konsorsium Riset Antarkampus

Kampus di wilayah rawan dapat membentuk konsorsium dengan pembagian peran yang jelas. Kampus di Sumatra mengkaji kondisi sosial ekonomi petani, kampus di Kalimantan meneliti hidrologi gambut, dan kampus teknik mengembangkan sensor. Skema dana padanan (matching fund) yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan kampus dapat menjaga komitmen bersama, sehingga beban tidak menumpuk pada satu pihak.

3. Hilirisasi Hasil Riset

Hilirisasi hasil riset dengan mitra publikasi Setiap hasil riset sebaiknya memiliki bentuk yang bisa dipakai publik. Panduan singkat berbahasa lokal, dasbor data terbuka, atau rekomendasi untuk dinas terkait adalah contoh yang sederhana tetapi berdampak.

Agar temuan itu juga sampai ke komunitas akademik, tim peneliti bisa berkolaborasi dengan penyedia jasa pendampingan publikasi.

Salah satu publihser yang bisa dijadikan referensi, yaitu Worldwide Research Publishing (WR Publishing).

Lembaga publisher jurnal tersebut menyediakan layanan pendampingan naskah jurnal nasional dan internasional.

Baca Juga: Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Asap yang datang setiap tahun menjadi tanda bahwa ilmu pengetahuan belum sepenuhnya bekerja untuk mereka yang paling terdampak.

Kampus memiliki modalnya: ilmu, mahasiswa yang bersemangat, dan kepercayaan masyarakat. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk keluar dari ruang kelas dan laboratorium, lalu hadir di lahan yang terbakar.

Menjaga lingkungan bukan hanya tugas kementerian atau dinas pemadam kebakaran. Dunia akademik juga memiliki tanggung jawab moral di dalamnya.

Satu temuan yang membuat satu desa terhindar dari asap jauh lebih berarti daripada sekadar angka di daftar publikasi.

Referensi:

  • https://wrpublishing.id/blog/jasa-publikasi-jurnal-sinta-2
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 13:06

Solusi Bijak Menangani Lahan Gambut

Memelajari metode restorasi, pengelolaan air yang tepat dan aksi nyata menjaga ekosistem demi mencegah bencana lingkungan.

Hutan dan lahan gambut. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Beranda 29 Okt 2026, 11:52

Rp3 Miliar untuk Skatepark di Lapangan Teuku Umar: Siapa yang Diuntungkan, Warga atau Proyek?

Sejumlah warga Coblong menolak lapangan bola gratis diubah multifungsi dengan skatepark. Mereka mempertanyakan siapa yang sebenarnya dilayani dan mengaku belum pernah diajak bicara.

Pengguna Lapangan Teuku Umar membentangkan spanduk penolakan terhadap rencana revitalisasi yang dinilai berpotensi mengurangi ruang kebersamaan warga di Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathun Romadhan)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 09:36

Sumpah dari Masa ke Masa

Membicarakan "sumpah" yang dicatat sejarah.

Sumpah dari Masa ke Masa. (Sumber: GeminiAI)
Beranda 29 Okt 2026, 09:35

Nyala dari yang Terbuang: Ekonomi Sirkular Guwosari, Mengubah Sampah menjadi Harapan

Di tingkat hulu, program dilakukan dengan memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dari pintu ke pintu.

Warga binaan SS dan FH membuat kerajinan dari bahan daur ulang sampah di Rutan Kelas IIB Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 11 September 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 08:56

Peran Ganda Perempuan dalam Kondisi Karhutla

Dalam segala keadaan perempuan seringkali harus menjalani berbagai macam peran baik berdasarkan keinginan ataupun tuntutan sosial.

Ilustrasi Perempuan mendampingi anaknya belajar. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 21:32

Ketika Karhutla Menjadi Pelajaran bagi Warga Bandung

Ketika karhutla kembali melanda. Warga Bandung selalu mengikuti bagaimana api dipadamkan. Namun apa bukti kepedulian kita di sini? Tumbuhkan kesadaran lingkungan menjadi kebiasaan dan tanggung jawab.

Kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: tribratanews.polri.go.id)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 18:53

Mewah di Mata, Ramah di Kantong? Menilik Fifty One Braga

Di balik tampilan megah Fifty One Braga, ada pengalaman nongkrong dengan harga yang relatif terjangkau. Suasana elegan, pelayanan ramah, dan pilihan menu menjadi daya tarik tersendiri.

Tampilan bangunan dan interior Fifty One Braga yang menghadirkan kesan megah dan elegan di kawasan Jalan Braga, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Yuhan Safarah)