Frasa “in this economy” bukan sekadar lelucon yang ramai digunakan di media sosial. Ungkapan ini juga dapat menjadi gambaran keresahan sebagian anak muda dalam menghadapi berbagai pengeluaran. Keinginan untuk menikmati waktu bersama teman di kafe pun kerap beriringan dengan pertimbangan harga dan kemampuan finansial. Suasana yang menarik saja tidak selalu cukup; harga yang sesuai dengan anggaran turut menjadi pertimbangan dalam memilih tempat nongkrong.
Di tengah pertimbangan tersebut, Fifty One Braga menghadirkan kesan yang menarik untuk ditelusuri. Berlokasi di Jalan Braga No. 51, Bandung, kafe ini memiliki tampilan luar yang elegan dan megah sehingga mungkin menimbulkan anggapan bahwa harga menu yang ditawarkan cukup tinggi. Namun, pengalaman berkunjung langsung memberikan gambaran berbeda: tampilan yang terkesan mewah tidak selalu berarti pengunjung harus mengeluarkan biaya besar.
Setibanya di Fifty One Braga, saya disambut oleh pelayan yang sigap membantu mengarahkan tempat duduk dan melayani pemesanan. Pilihan menu yang beragam juga memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk menentukan hidangan sesuai selera, mulai dari makanan berat dan makanan ringan hingga minuman berbasis kopi maupun nonkopi.
Baca Juga: Melihat Asap dari Lensa Karl Marx
Salah satu menu yang saya coba adalah Nasi Telur Barendo, berupa nasi putih yang disajikan bersama telur dadar renyah, sambal, dan pelengkap lainnya. Menu ini saya pesan dengan harga sekitar Rp17.000. Sementara itu, Ice Mint Tea Berry seharga sekitar Rp16.000 menjadi pilihan minuman yang menyegarkan di tengah cuaca panas. Bagi saya, harga tersebut terasa cukup sepadan dengan pengalaman yang didapatkan selama berkunjung.
Penilaian mengenai makanan dan harga juga disampaikan oleh Ala, salah satu pengunjung yang memesan Nasi Telur Barendo dan Lychee Tea. Ia mengungkapkan kesannya terhadap hidangan yang dipesan, terutama aroma telur dan sajian buah leci dalam minumannya.
“Telurnya wangi banget, terus Lychee Tea-nya juga enak karena kapan lagi dapat buah leci juga yang biasanya cuma satu bijian, ya? Tapi di sini udah lebih. Dan untuk harga segini dengan kafe yang mewah, worth it sih,” ujar Ala.
Baca Juga: Sumpah Pemuda Jangan Cuma Gagah di Kata
Selain pengalaman pengunjung yang ditemui secara langsung, sejumlah ulasan di Google juga menyoroti daya tarik Fifty One Braga. Interiornya yang estetik dinilai cocok untuk berfoto, sementara suasana kafe yang nyaman, pemilihan musik, dan kebersihan fasilitas, termasuk toilet, turut menjadi perhatian. Keramahan staf serta kecepatan pelayanan juga disebut dalam sejumlah ulasan tersebut.
Hal itu turut saya rasakan selama berkunjung. Setelah memesan makanan, saya sempat mengambil beberapa foto di area kafe. Tak berselang lama, pesanan sudah tersaji di meja. Waktu tunggu yang relatif singkat membuat saya bisa menikmati makanan sekaligus suasana kafe tanpa harus menunggu terlalu lama.
Pada akhirnya, memilih tempat nongkrong bukan hanya soal tampilan yang menarik, tetapi juga tentang pengalaman yang diperoleh setelah berada di dalamnya. Pengalaman di Fifty One Braga memberikan gambaran bahwa kesan mewah dari luar tidak selalu berarti pengunjung harus mengeluarkan biaya besar. Bagi mereka yang mempertimbangkan suasana, pelayanan, dan harga, ketiga hal tersebut dapat menjadi bagian penting dalam menentukan tempat untuk menghabiskan waktu bersama teman.***