Perguruan Tinggi di Bandung dan Karhutla

3 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Sumber: Bidang Komunikasi Kebencanaan)
Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Sumber: Bidang Komunikasi Kebencanaan)

Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan tidak hanya sekadar persoalan api yang memanggang pepohonan dan semak belukar. Dalam peristiwa tersebut, terdapat persoalan lingkungan, kesehatan masyarakat, tata kelola lahan, sampai ancaman terhadap kelangsungan kehidupan. Penanganannya pun tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran dan aparat di lapangan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi atau pihak kampus.

Terkait hal di atas, kampus-kampus besar di Bandung memiliki daya besar untuk mengambil peran nyata. Bandung dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Indonesia, dengan perguruan tinggi yang memiliki keunggulan dalam bidang teknologi, ilmu lingkungan, kehutanan, kesehatan, kebencanaan, sosial, dan kebijakan publik. Kemampuan akademik itu seharusnya dapat diwujudkan menjadi sokongan untuk membantu mengatasi karhutla.

Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan penelitian dan menerbitkan jurnal ilmiah. Pengetahuan yang dikembangkan di kampus perlu menjangkau masyarakat dan membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih tepat.

Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan perguruan tinggi lainnya di Bandung memiliki sumber daya keilmuan yang dapat saling melengkapi. ITB, misalnya, berpotensi menyumbang pengembangan teknologi pemantauan kebakaran, pemetaan wilayah rawan, penginderaan jauh, serta pemodelan penyebaran asap. Unpad mampu memperkuat kajian kesehatan masyarakat, ekologi, sosial, dan tata kelola lingkungan. UPI bisa mengambil peran melalui pendidikan kebencanaan, literasi lingkungan, dan pengembangan perilaku masyarakat yang peduli terhadap kelestarian alam.

Sumbangsih di atas merupakan peluang yang dapat dikembangkan melalui kerja sama lintas kampus, Kampus juga dapat membantu menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi-instansi terkait, serta masyarakat di wilayah terdampak.

Upaya yang penting adalah melakukan adalah pencegahan dini agar tidak terjadi kebakaran Karhutla yang hebat. Salah satu tantangan penanganan karhutla adalah mendeteksi titik api sedini mungkin dan memastikan bibit-bibit informasi itu dapat diolah menjadi makna yang dalam mencegah kebakaran. Perguruan tinggi dengan keahlian teknologi informasi, geografi, dan penginderaan jauh atau indraja mampu membantu mengembangkan sistem pemantauan berbasis satelit, drone sesuai ketentuan, sensor lingkungan, dan analisis data cuaca.

Hasil pemantauan dapat diolah menjadi peta meminimalisir dampak yang mudah dipahami petugas dan pemerintah daerah. Penelitian juga dapat diarahkan untuk mengidentifikasi lahan gambut yang rentan terbakar, pola kekeringan, serta faktor-faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Namun, teknologi harus terus melaju, tidak boleh berhenti sebagai prototipe atau demonstrasi akademik. Sistem yang dikembangkan harus diuji, divalidasi, dan diintegrasikan dengan mekanisme pelaporan serta respons para petugas di lapangan.

Pencegahan harus menjadi prioritas, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan dan kebakaran lahan. Kampus dapat melakukan penelitian mengenai restorasi ekosistem, pengelolaan lahan gambut, rehabilitasi kawasan yang rusak, serta alternatif pengolahan lahan tanpa pembakaran.

Peneliti sosial dan ekonomi juga dapat mengkaji alasan masyarakat atau pelaku usaha menggunakan api dalam pembukaan lahan, kemudian merumuskan alternatif yang lebih aman dan layak secara ekonomi. Pendekatan ini penting karena solusi lingkungan perlu menjadikan masyarakat perlu ditempatkan sebagai mitra, bukan semata-mata sebagai objek penyuluhan.

Perguruan Tinggi atau kampus mempunyai amunisi hebat yaitu mahasiswa yang energi, kreativitas, juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi sangat melambung. Kehebatan tersebut dapat diarahkan melalui program kuliah kerja nyata, pengabdian masyarakat, penelitian terapan, dan program relawan lingkungan.

Sebagai salah satu agen perubahan, mahasiswa dapat membantu menyebarkan informasi pencegahan kebakaran, menyusun materi edukasi, mendukung pemetaan partisipatif, serta mendampingi masyarakat dalam memahami risiko karhutla. Keterlibatan mereka harus dikoordinasikan dengan pemerintah dan lembaga penunjang.

Baca Juga: Karhutla Jauh dari Kota Bandung, namun Ibarat Kebakaran Halaman Rumah Sendiri (Bagian 1)

Asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan. Dalam hal ini, fakultas kedokteran, kesehatan masyarakat, keperawatan, dan psikologi dapat berkontribusi melalui edukasi perlindungan diri, kajian dampak kesehatan, serta dukungan bagi kelompok rentan. Untuk kegiatan medis langsung, bantuan harus dilakukan melalui tenaga kesehatan yang berwenang dan berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

Peran kampus dalam penanganan karhutla seharusnya tidak bersifat insidental, hanya muncul ketika kebakaran meluas dan menjadi perhatian publik. Perguruan tinggi perlu membangun kontribusi dan kolaborasi yang berkelanjutan, mulai dari penelitian sebelum musim rawan kebakaran, pendampingan ketika risiko meningkat, hingga evaluasi setelah bencana.

Tanggung jawab utama penanggulangan karhutla tetap berada pada pemerintah dan lembaga yang memiliki mandat serta kewenangan. Perguruan tinggi tidak dapat menggantikan tugas tersebut. Akan tetapi, Perguruan Tinggi atau kampus dapat menjadi mitra strategis yang memperkuat kebijakan, menyediakan inovasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan menguji efektivitas berbagai solusi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Beranda 28 Okt 2026, 15:30

IDMC 2026 AMSI Dibuka, Bahas Masa Depan Media di Era AI dan Konten Kreator

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan industri media menghadapi tantangan serius terkait kepercayaan publik.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 13:29

Budaya, Etika dan Moral di Tengah Perubahan Zaman: Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Apa yang bisa kita definisikan kembali tentang budaya, etika dan moral dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun ini? Seharusnya budaya, etika dan moral maknanya tidak tercerabut dalam perubahan zaman

Hari Sumpah Pemuda meneguhkan kembali budaya, etika, dan moral di tengah perubahan zaman (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 12:46

Kala PKL Bandung Menunggu ‘Wahyu’ dari Balai Kota

Gerobak milik PKL yang menutup jalur pejalan kaki bukan urusan remeh. Begitu pula sampah, kemacetan, dan bangunan liar.

Petugas Satpol PP Kota Bandung melakukan penertiban bangunan liar di atas trotoar. Hal tersebut sebagai upaya lanjutan dalam pembenahan PKL di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 11:42

Nasi Timbel dalam Balutan Anyaman Sunda

Nasi timbel lengkap di Warung Kopi Gunung Ciwidey disajikan dalam anyaman bambu khas Sunda, dengan ikan asin balado dan rempeyek kacang renyah.

Hidangan yang di balut kearifan lokal. (Foto: Zahra Rihhadatul Aisy)
Ayo Netizen 28 Okt 2026, 08:06

Bukan Sekadar Tempat Ngopi: Cerita tentang Jeda di Kalatemu

Lebih dari sekadar tempat ngopi, Kalatemu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melepas penat, menyelesaikan tugas, dan menikmati jeda dari rutinitas sehari-hari.

Tampak depan Kalatemu dengan logo kafe yang menjadi identitas tempat tersebut di Jalan Manisi, Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Yuhan Safarah)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 20:11

Kamar Mewah dalam Lapas

Pungli di lapas ada uang ada kamar mewah

Ilustrasi lapas. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 19:00

Perguruan Tinggi di Bandung dan Karhutla

Karhutla sering terjadi di Indonesia sehingga diperlukan upaya-upaya agar tidak terjadi lagi di masa datang dengan aktifnya kampus atau Perguruan Tinggi berpartisasi dalam pencegahannya

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Sumber: Bidang Komunikasi Kebencanaan)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 18:02

Jejak Kenangan: Famor Radio Idola Bandung Era 80-90-an

Di Bandung, salah satu nama yang pernah mewarnai kehidupan pendengar pada era 1970-an hingga 1980-an adalah Radio FAMOR.

Booklet pedoman acara Radio Famor 1260 kHz yang memuat berbagai pilihan program siaran sepanjang tahun 1988. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 16:30

Karhutla Jauh dari Kota Bandung, namun Ibarat Kebakaran Halaman Rumah Sendiri (Bagian 1)

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia bukan lagi masalah jauh. Dampaknya nyata merusak alam, mengancam kesehatan dan merugikan ekonomi—layaknya halaman rumah kita sendiri yang sedang membara.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan Gunung Semeru. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 15:23

Kita Menghirup Asap yang Sama

Dampak asap karhutla.

Ilustrasi polusi asap kebakaran. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 14:54

Santri Inovator: Menghadirkan Religiusitas dalam Teknologi

Hadirnya santri dalam memrakarsai kebaruan dan inovasi menjadikan optimisme bagi sumber daya di negeri ini. Sekalipun masih ada yang skeptis.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Biz 27 Okt 2026, 11:57

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala

PLN Nusantara Power UP Cirata bersama Gemapala perkuat kesiapsiagaan bencana dalam momentum Hari Sumpah Pemuda melalui aksi nyata.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Gemapala
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:54

Spiritualitas Santri dalam Menerjemahkan Zaman yang Kian Apokaliptik

Peringatan hari santri nasional selalu ditandai dengan frasa resolusi jihad. Tetapi, apakah maknanya mulai bergeser mengikuti arah zaman? Atau ini menjadi titik balik dalam menumbuhkan spiritualitas?

Kegiatan setoran hafalan Quran Santri Cianjur. (Sumber: Yayasan Huda Cendekia)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 10:33

Smart Education City Siapkan Pekerja Bandung Hadapi Era Industri 4.0

Tantangan Bandung adalah mengubah modal SDM menjadi kompetensi yang relevan, pekerjaan yang bermutu, dan produktivitas yang meningkat.

Walikota Bandung Tanda Tangani Kemitraan Strategis Kolaborasi Kota Bandung sebagai Kota Pendidikan (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 27 Okt 2026, 08:59

Dari Bandung Teknologi Pendukung untuk Mitigasi Karhutla Bisa Diintegrasikan

Pencegahan pembakaran lahan, penegakan hukum, pemulihan ekosistem gambut, pengawasan kegiatan usaha, serta partisipasi masyarakat tetap menjadi agenda utama

Perlu mengembangkan drone buatan PT Iter Aero di Bandung untuk mitigasi Karhutla (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 19:02

Media Sosial sebagai Mesin Pencari Utama Generasi Muda

Media sosial sebagai sarana pencari informasi generasi masa kini

Ilustrasi berbagai ikon platform media sosial populer seperti TikTok dan Instagram yang kini kerap digunakan sebagai sarana pencari informasi. (Sumber: Pixabay | Foto: BiljaST)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 17:00

Tahura Djuanda, Hutan Raya yang Penyimpan Jejak Sejarah

Tahura Djuanda di Dago Pakar, Bandung, menawarkan hutan sejuk, Gua Belanda, Gua Jepang, museum, dan Curug Omas untuk liburan alam dan sejarah.

Gelang masuk Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 16:36

Bandung dan Pusat Mata Nasional:  Solidaritas bagi Korban Karhutla Kalimantan

Segenap urang Bandung memiliki momentum yang amat mulia untuk menunjukkan bahwa solidaritas antardaerah tidak berhenti pada rasa prihatin.

Aeshtetic Eye Care & Dry Eye Clinic di RS Mata Cicendo. (Sumber: RS Mata Cicendo)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 16:02

Menata Kiaracondong, Menjaga Mata Pencaharian: Tantangan Kepemimpinan Pemerintah

Adanya Penertiban 77 lapak pedagang kaki lima di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, Pada Senin, 12 Oktober 2026. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan bagaimana pemerintah menjalankan perannya.

Puluhan pedagang di kawasan Pasar Kiaracondong membongkar bangunan yang ditempati secara mandiri, Senin, 12 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkot Bandung)