Tahura Djuanda, Hutan Raya yang Penyimpan Jejak Sejarah

2 menit baca
Muhammad Dafi Saefuddin
Ditulis oleh Muhammad Dafi Saefuddin diterbitkan
Gelang masuk Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.
Gelang masuk Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.

Di ujung utara Jalan Dago, hutan rindang di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda menyimpan lebih dari sekadar udara sejuk. Di antara pepohonannya, tersembunyi gua peninggalan masa kolonial, museum tokoh bangsa, dan jalur trekking menuju air terjun.

Tahura Djuanda berada di Jalan Ir. H. Djuanda No. 99, Dago Pakar, Bandung. Kawasan konservasi ini berada di ketinggian sekitar 770 hingga 1.330 meter di atas permukaan laut dan membentang dari Dago Pakar hingga Maribaya, Lembang. Namanya diambil untuk mengenang Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, tokoh di balik Deklarasi Djuanda.

Jejak sejarah paling kuat terlihat di Gua Belanda dan Gua Jepang, dua peninggalan masa kolonial yang bisa dijelajahi pengunjung. Gua Jepang memiliki empat pintu masuk dan dua lubang penjagaan. Selain itu, Museum Ir. H. Djuanda menyajikan kilasan perjalanan sang tokoh. Untuk menikmati alamnya, pengunjung bisa trekking menuju Curug Omas. Di sisi lain kawasan, penangkaran rusa menjadi bagian dari upaya konservasi.

Salah satu pengunjung, Rama, pelajar SMA yang sedang berlibur, mengaku terkesan dengan suasana di kawasan ini. “Suasananya sejuk banget dan jalurnya enak buat jalan kaki. Seru juga bisa lihat gua peninggalan zaman dulu, jadi liburan nggak cuma foto-foto,” kata Rama saat ditemui di lokasi.

Baca Juga: Bandung dan Pusat Mata Nasional:  Solidaritas bagi Korban Karhutla Kalimantan

Untuk menuju lokasi, pengunjung dari pusat kota bisa mengarah ke Jalan Ir. H. Djuanda atau Dago Atas, melewati Terminal Dago, lalu lanjut ke gerbang Dago Pakar. Pengguna angkutan umum bisa naik angkot jurusan Dago, kemudian melanjutkan dengan ojek. Selain gerbang Dago Pakar, tersedia akses lain lewat Maribaya dan PLTA Bengkok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiket masuk untuk wisatawan nusantara Rp17 ribu per orang, sedangkan wisatawan mancanegara Rp57 ribu. Pelajar dan mahasiswa mendapat tarif Rp11 ribu. Tarif parkir sepeda motor Rp6 ribu dan mobil Rp12 ribu. Tahura yang dikelola UPTD Tahura Raya, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, ini buka setiap hari dari pagi hingga sore hari. Tarif dan jam operasional dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengunjung disarankan memakai alas kaki yang nyaman dan membawa jas hujan, terutama jika berencana trekking ke curug. Karena berstatus kawasan konservasi, pengunjung juga diminta tidak membuang sampah sembarangan dan mematuhi aturan menjaga kelestarian hutan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Okt 2026, 19:02

Media Sosial sebagai Mesin Pencari Utama Generasi Muda

Media sosial sebagai sarana pencari informasi generasi masa kini

Ilustrasi berbagai ikon platform media sosial populer seperti TikTok dan Instagram yang kini kerap digunakan sebagai sarana pencari informasi. (Sumber: Pixabay | Foto: BiljaST)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 17:00

Tahura Djuanda, Hutan Raya yang Penyimpan Jejak Sejarah

Tahura Djuanda di Dago Pakar, Bandung, menawarkan hutan sejuk, Gua Belanda, Gua Jepang, museum, dan Curug Omas untuk liburan alam dan sejarah.

Gelang masuk Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 16:36

Bandung dan Pusat Mata Nasional:  Solidaritas bagi Korban Karhutla Kalimantan

Segenap urang Bandung memiliki momentum yang amat mulia untuk menunjukkan bahwa solidaritas antardaerah tidak berhenti pada rasa prihatin.

Aeshtetic Eye Care & Dry Eye Clinic di RS Mata Cicendo. (Sumber: RS Mata Cicendo)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 16:02

Menata Kiaracondong, Menjaga Mata Pencaharian: Tantangan Kepemimpinan Pemerintah

Adanya Penertiban 77 lapak pedagang kaki lima di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, Pada Senin, 12 Oktober 2026. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan bagaimana pemerintah menjalankan perannya.

Puluhan pedagang di kawasan Pasar Kiaracondong membongkar bangunan yang ditempati secara mandiri, Senin, 12 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 14:00

Kebakaran Hutan di Masa Hindia Belanda

Sejarah kehutanan pada masa Hindia Belanda menjadi pengingat bahwa pengelolaan hutan harus menyeimbangkan kepentingan ekonomi, hak masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Pembukaan lahan di Sumatra Utara pada 1910 untuk dijadikan perkebunan. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 13:27

Parkir Gratis sebagai Fiksi yang Dipajang dengan Huruf Kapital

Keberadaan juru parkir di depan gerai minimarket  tidak otomatis berarti terjadi pelanggaran. Toh, di sejumlah minimarket, ada petugas parkir yang memang bekerja secara resmi.

Ilustrasi lahan parkir sepeda motor. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 11:11

Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Warga Bandung dalam Penanganan Karlutha

Warga Bandung harus bersuara kritis dalam penanganan karlutha. Mendorong pemerintah untuk menangani karlutha ini lebih serius dengan sikap empati dan kesadaran kolektif. Ini sudah bencana nasional.

Aksi unjuk rasa BEM SI Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa 13 Oktober 2026. Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan negara, salah satunya kebakaran hutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 11:02

Bantu Kami Bersuara, Meski Terkesan Sia-sia

Suara rakyat di negeri ini memang seringkali terabaikan. Tapi tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh masyarakat terdampak selain bersuara.

Kondisi update Palangkaraya (Sumber: Instagram | nabila_albathaty)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 10:34

Inisiatif Bandung Melawan Panas dengan Teknologi Kabut Air

Pemkot Bandung atau kepada pengelola gedung dan tempat publik untuk menerapkan teknologi kabut air yang bekerja dengan menyemprotkan butiran air yang sangat halus ke udara.

Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 07:47

Hanya karena Bandung Tidak Terdampak, Bukan Berarti Korban Karhutla Baik-baik Saja

Karhutla yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia masih belum ditangani dengan baik. Sementara yang hilang bukan hanya hutan tapi penghuni didalamnya pun manusia itu sendiri.

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 20:33

Dari Kepakan Sayap Kupu-Kupu hingga Karhutla: Bandung Tak Bisa Berpaling

Karhutla mungkin terasa jauh dari Bandung. Namun, melalui gagasan butterfly effect, kita diingatkan bahwa kepedulian lingkungan perlu diwujudkan lewat tindakan dan tuntutan pertanggungjawaban.

Hujan di salah satu sudut Bandung (Foto: Abah Omtris)
Bandung 25 Okt 2026, 20:00

Napas Subkultur Jalanan Kota Kembang: Saat Beton Arena Jadi Rumah Ekspresi dan Tangguh Anak Muda

Menjaga denyut subkultur jalanan Kota Kembang, bagaimana ruang berekspresi di Bandung jadi wadah memoles mental dan solidaritas generasi muda.

Menjaga denyut subkultur jalanan Kota Kembang, bagaimana ruang berekspresi di Bandung jadi wadah memoles mental dan solidaritas generasi muda. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 19:38

Program Boleh Berganti, Perilaku Harus Berubah

Kota yang bersih tidak lahir hanya dari program yang baik, tetapi juga dari kebiasaan warganya. Tantangannya, bagaimana memastikan program yang baik, benar-benar melahirkan perubahan perilaku?

Pembuatan Loseda di RW.10 bersama pendamping DLH Kota Bandung Tahun 2026. (Sumber: Dokumentasi RW. 10 Kelurahan Sukamaju Bandung)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 15:00

Elektrifikasi Becak Bukan Transformasi Sistem Transportasi

Elektrifikasi becak dapat membantu pengemudi, tetapi belum cukup mentransformasi transportasi. Integrasi layanan, fasilitas pengisian daya, keselamatan, dan keberlanjutan perlu menjadi perhatian.

Sejumlah pengemudi becak konvensional dan becak listrik menunggu penumpang di Jalan Baranangsiang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 10 Oktober 2026. (Sumber: Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 12:59

Warteg dan Kehidupan para Mahasiswa

Warteg selalu menjadi tempat makan yang unik, bukan karena harganya saja yang terjangkau tapi juga berbagai macam cerita didalamnya.

Sajian makanan di Warung Tegal. (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 11:41

Semangkuk Cuanki Rp50 Ribu, Wali Kota Bandung Tak Mungkin Menunggui Setiap Mangkuk

Masalah getok harga seperti cuanki yang viral ini sesungguhnya bukan monopoli Bandung.

Ilustrasi cuanki Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 09:40

Semarak, Santri, dan Harmoni

Semarak menghadirkan kegembiraan, santri menempuh perjalanan ilmu, dan harmoni menjaga agar proses itu tetap berpijak pada kasih sayang, peduli, serta penghormatan terhadap sesama.

Status WhatsApp Istri, "Alhamdulillah masih bisa ketemu walaupun cuma 1 jam" Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang, Kamis (22/10/2026). (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)