Elektrifikasi Becak Bukan Transformasi Sistem Transportasi

4 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Sejumlah pengemudi becak konvensional dan becak listrik menunggu penumpang di Jalan Baranangsiang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 10 Oktober 2026. (Sumber: Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah pengemudi becak konvensional dan becak listrik menunggu penumpang di Jalan Baranangsiang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 10 Oktober 2026. (Sumber: Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto kepada para pengayuh becak patut dilihat sebagai upaya membantu masyarakat mempertahankan mata pencaharian. Bagi pengemudi lanjut usia, kendaraan ini dapat mengurangi beban fisik saat bekerja. Namun, manfaat tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas: apakah pergantian becak kayuh menjadi becak listrik juga menjawab persoalan transportasi di Indonesia?

Pengalaman di Kota Bandung memperlihatkan bahwa penyerahan kendaraan bukanlah akhir dari persoalan. Sejumlah pengemudi mengeluhkan minimnya penumpang, sementara pemerintah daerah masih mengoordinasikan lokasi operasi dan fasilitas pengisian daya. Situasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak cukup ditentukan oleh teknologi kendaraan yang dibagikan, tetapi juga oleh kesiapan sistem yang mendukung penggunaannya.

Bantuan Sosial Bukan Ukuran Keberhasilan Transportasi

Becak telah lama menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat, terutama di sekitar pasar, permukiman, dan kawasan wisata. Bagi pengayuhnya, becak bukan sekadar alat transportasi, melainkan sumber penghasilan harian. Karena itu, bantuan becak listrik memiliki nilai sosial yang patut diapresiasi, khususnya bagi pengemudi lanjut usia yang membutuhkan bantuan untuk mengurangi beban kerja fisik.

Namun, membantu individu dan membenahi sistem transportasi merupakan dua tujuan yang berbeda. Kendaraan yang lebih modern belum tentu meningkatkan pendapatan apabila permintaan perjalanan tetap rendah. Teknologi baru juga tidak otomatis membuat masyarakat beralih menggunakan suatu moda transportasi.

Laporan IDN Times Jawa Barat pada 22 September 2026 menggambarkan situasi tersebut melalui pengalaman sejumlah pengemudi di kawasan Kiaracondong, Bandung. Salah seorang pengemudi mengaku hanya memperoleh satu atau dua penumpang sehari, sedangkan pengemudi lain menyebut sekitar tiga kali tarikan. Mereka menilai masyarakat semakin banyak menggunakan transportasi daring. Pengalaman ini tidak mewakili seluruh pengemudi becak listrik, tetapi menunjukkan bahwa pergantian teknologi belum tentu menciptakan permintaan baru.

Karena itu, keberhasilan bantuan perlu dinilai berdasarkan manfaat nyata bagi penerima. Indikatornya dapat mencakup perubahan pendapatan bersih, biaya operasional, frekuensi penggunaan kendaraan, dan keberlanjutan mata pencaharian. Jumlah kendaraan yang disalurkan merupakan keluaran program, sedangkan peningkatan kesejahteraan merupakan hasil yang masih perlu dievaluasi.

Kendaraan Listrik Membutuhkan Ekosistem Pendukung

Persoalan lain adalah kesiapan fasilitas operasional. Pada 23 September 2026, Pemerintah Kota Bandung menyampaikan rencana koordinasi dengan PLN terkait penempatan perangkat pengisian daya, sekaligus penentuan lokasi operasi yang mempertimbangkan domisili pengemudi. Pemerintah juga menyatakan bahwa becak listrik tetap tidak diperbolehkan beroperasi di kawasan yang telah ditetapkan sebagai wilayah bebas becak. Hal ini memperlihatkan bahwa pengoperasian kendaraan membutuhkan pengaturan lokasi dan infrastruktur yang sesuai.

Bagi pengemudi yang mengandalkan becak untuk mencari nafkah, akses pengisian daya merupakan bagian dari produktivitas. Kendaraan yang harus berhenti untuk mengisi baterai tidak dapat digunakan untuk mengangkut penumpang selama waktu tersebut. Jika fasilitas pengisian jauh dari tempat mangkal atau tempat tinggal, waktu dan biaya tambahan juga berpotensi muncul.

Daya tahan baterai dan durasi pengisian karena itu perlu dievaluasi berdasarkan kondisi penggunaan sehari-hari, bukan hanya spesifikasi teknis dalam kondisi ideal. Jarak tempuh aktual dapat dipengaruhi oleh beban penumpang, kondisi jalan, dan pola operasi. Pengelola program perlu memastikan tersedianya fasilitas pengisian yang mudah dijangkau, pemeliharaan kendaraan, suku cadang, serta rencana penggantian baterai ketika masa pakainya berakhir.

Aspek keselamatan juga tidak boleh diabaikan. Kendaraan perlu memenuhi persyaratan teknis yang sesuai, sedangkan pemerintah daerah harus mengatur ruang operasi dan titik naik-turun penumpang agar tidak menimbulkan konflik dengan pejalan kaki, pesepeda, maupun kendaraan bermotor.

Dari sisi lingkungan, kendaraan listrik memang tidak menghasilkan emisi gas buang langsung ketika digunakan. Namun, manfaat lingkungannya secara menyeluruh juga dipengaruhi oleh sumber listrik, umur baterai, dan pengelolaan baterai bekas. Oleh sebab itu, elektrifikasi kendaraan perlu disertai perencanaan operasional dan pengelolaan lingkungan yang memadai.

Integrasi Transportasi, Bukan Sekadar Distribusi Kendaraan

Dalam sistem transportasi perkotaan, becak listrik berpotensi melayani perjalanan jarak pendek dan menghubungkan masyarakat dengan angkutan umum. Moda ini dapat membantu perjalanan menuju pasar, fasilitas kesehatan, kawasan permukiman, halte, atau stasiun, terutama apabila terdapat kebutuhan perjalanan yang belum terlayani dengan baik.

Namun, fungsi sebagai angkutan pengumpan (feeder) tidak muncul dengan sendirinya hanya karena kendaraan telah menggunakan tenaga listrik. Pemerintah daerah perlu memetakan pola perjalanan masyarakat, menentukan pangkalan dan titik naik-turun penumpang, serta menghubungkan layanan tersebut dengan jaringan angkutan umum. Lokasi operasi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan penumpang, kondisi jalan, dan ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bantuan, penyedia listrik, dan para pengemudi. Pengemudi perlu dilibatkan karena mereka memahami kondisi lapangan dan kebiasaan penumpang. Sementara itu, pemerintah daerah perlu memastikan aturan operasional dan keselamatan jelas serta fasilitas pendukung tersedia.

Baca Juga: Warteg dan Kehidupan para Mahasiswa

Evaluasi program sebaiknya mengukur lebih dari jumlah kendaraan yang dibagikan. Apakah becak listrik digunakan secara berkelanjutan? Apakah pendapatan bersih pengemudi meningkat setelah memperhitungkan biaya operasional? Apakah kendaraan mempermudah masyarakat mengakses fasilitas publik dan angkutan umum? Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui data lapangan agar program dapat diperbaiki sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, bantuan becak listrik dan transformasi transportasi tidak harus dipertentangkan. Bantuan ini dapat menjadi bagian dari perbaikan sistem apabila disertai perencanaan, infrastruktur pendukung, dan integrasi layanan. Sebaliknya, apabila keberhasilan hanya diukur dari jumlah kendaraan yang dibagikan, persoalan permintaan penumpang, aksesibilitas, dan keberlanjutan operasional berisiko tetap tidak terselesaikan.

Indonesia tidak cukup hanya mengganti teknologi kendaraan. Transformasi transportasi menuntut sistem yang memungkinkan masyarakat bergerak dengan aman, terjangkau, dan mudah berpindah antarmoda. Becak listrik dapat menjadi bagian dari solusi, tetapi elektrifikasi becak itu sendiri bukanlah transformasi sistem transportasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Okt 2026, 15:00

Elektrifikasi Becak Bukan Transformasi Sistem Transportasi

Elektrifikasi becak dapat membantu pengemudi, tetapi belum cukup mentransformasi transportasi. Integrasi layanan, fasilitas pengisian daya, keselamatan, dan keberlanjutan perlu menjadi perhatian.

Sejumlah pengemudi becak konvensional dan becak listrik menunggu penumpang di Jalan Baranangsiang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 10 Oktober 2026. (Sumber: Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 12:59

Warteg dan Kehidupan para Mahasiswa

Warteg selalu menjadi tempat makan yang unik, bukan karena harganya saja yang terjangkau tapi juga berbagai macam cerita didalamnya.

Sajian makanan di Warung Tegal. (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 11:41

Semangkuk Cuanki Rp50 Ribu, Wali Kota Bandung Tak Mungkin Menunggui Setiap Mangkuk

Masalah getok harga seperti cuanki yang viral ini sesungguhnya bukan monopoli Bandung.

Ilustrasi cuanki Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 09:40

Semarak, Santri, dan Harmoni

Semarak menghadirkan kegembiraan, santri menempuh perjalanan ilmu, dan harmoni menjaga agar proses itu tetap berpijak pada kasih sayang, peduli, serta penghormatan terhadap sesama.

Status WhatsApp Istri, "Alhamdulillah masih bisa ketemu walaupun cuma 1 jam" Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang, Kamis (22/10/2026). (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)