Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

3 menit baca
Shavira Zaskia
Ditulis oleh Shavira Zaskia diterbitkan
Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)

Lingkungan kampus seharusnya menjadi ruang yang mendukung kegiatan belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan akademik. Namun, kenyamanan tersebut dapat terganggu ketika suara kendaraan bermotor yang terlalu bising masuk ke tengah aktivitas perkuliahan. Di Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Cipadung, persoalan knalpot bising perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Bagi sebagian pengendara, suara knalpot yang keras mungkin dianggap sebagai hal biasa atau bagian dari kebebasan memodifikasi kendaraan. Akan tetapi, lingkungan kampus memiliki kepentingan yang berbeda dari jalanan untuk sekadar berlalu lintas. Di tempat ini, mahasiswa mengikuti perkuliahan, dosen menyampaikan materi, dan berbagai kegiatan akademik membutuhkan suasana yang kondusif. Karena itu, kebebasan menggunakan kendaraan seharusnya tetap disertai tanggung jawab untuk tidak mengganggu orang lain.

Lima Mahasiswa Menyoroti Gangguan Kebisingan

Persoalan ini bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan secara umum, tetapi juga dengan pengalaman mahasiswa yang menjalani kegiatan akademik di lingkungan kampus. Berdasarkan informasi wawancara yang diberikan penulis, lima mahasiswa UIN Bandung Kampus I berinisial A, S, H, R, dan I menyatakan bahwa suara knalpot bising sangat mengganggu kegiatan akademik di kampus.

Temuan tersebut menunjukkan adanya keluhan dari mahasiswa yang perlu diperhatikan. Meski demikian, pendapat lima mahasiswa ini tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh mahasiswa UIN Bandung. Pengalaman mereka tetap penting sebagai masukan awal untuk mendorong evaluasi terhadap ketertiban kendaraan dan kenyamanan lingkungan belajar.

Persoalan serupa pernah muncul dalam pemberitaan detikNews pada 4 Mei 2018. Artikel berjudul “Bentrok dengan Warga, Begini Cerita Versi Mahasiswa UIN Bandung” melaporkan peristiwa konvoi mahasiswa yang menimbulkan kebisingan dari suara motor dan berujung perselisihan dengan warga sekitar. Peristiwa tersebut merupakan catatan historis, bukan bukti bahwa kejadian yang sama masih berlangsung sekarang. Namun, pemberitaan itu menunjukkan bahwa perilaku berkendara yang menimbulkan kebisingan pernah menjadi persoalan di lingkungan sekitar UIN Bandung.

Kebisingan Bukan Sekadar Masalah Selera

Dampak kebisingan juga mendapat perhatian dalam kajian kesehatan lingkungan. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), melalui panduan Environmental Noise Guidelines for the European Region, menjelaskan bahwa kebisingan lingkungan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan kesejahteraan. Sementara itu, tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2018 mengkaji hubungan kebisingan lingkungan dengan kualitas hidup, kesejahteraan, dan kesehatan mental.

Kedua sumber tersebut membahas kebisingan lingkungan secara umum, bukan secara khusus knalpot di UIN Bandung. Karena itu, sumber tersebut tidak dapat dijadikan bukti langsung bahwa kegiatan akademik di Kampus I telah terganggu akibat knalpot bising. Meski demikian, keduanya memperkuat alasan mengapa kebisingan layak diperhatikan dalam pengelolaan ruang bersama.

Dalam konteks kampus, suara kendaraan yang sangat keras berpotensi mengganggu penyampaian materi, percakapan, maupun konsentrasi orang yang sedang belajar. Gangguan tersebut mungkin berlangsung singkat, tetapi ketika terjadi berulang kali, mahasiswa dan dosen dapat merasa tidak nyaman. Lingkungan akademik yang baik bukan hanya ditentukan oleh kualitas ruang kelas dan fasilitas pembelajaran, melainkan juga oleh perilaku orang-orang yang menggunakannya.

Baca Juga: CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

Saatnya Kampus dan Mahasiswa Bertindak

Mengatasi persoalan knalpot bising tidak berarti melarang seluruh bentuk modifikasi kendaraan atau menyalahkan setiap pengendara sepeda motor. Persoalan utamanya adalah penggunaan kendaraan yang menimbulkan kebisingan berlebihan dan mengganggu kenyamanan orang lain.

Pihak kampus perlu mengevaluasi aturan ketertiban kendaraan, menyampaikan imbauan secara jelas, serta memperkuat pengawasan apabila diperlukan. Penanganan juga perlu dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran yang memerlukan pemeriksaan teknis atau penindakan di jalan umum, koordinasi dengan instansi terkait dapat dipertimbangkan.

Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab yang sama. Menggunakan kendaraan sesuai ketentuan, menjaga perilaku berkendara, dan mempertimbangkan kenyamanan orang lain merupakan bentuk kedewasaan yang seharusnya tercermin dalam kehidupan akademik. Jangan sampai kebanggaan terhadap kendaraan justru membuat orang lain kehilangan kenyamanan saat menjalankan kegiatan perkuliahan.

Pada akhirnya, menjaga lingkungan akademik yang kondusif bukan hanya tugas pengelola kampus atau petugas keamanan. Setiap orang yang beraktivitas di Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki peran dalam menciptakan suasana yang tertib dan nyaman. Sudah saatnya kebisingan knalpot tidak dianggap sebagai persoalan sepele. Kampus bukan tempat untuk memamerkan kerasnya suara kendaraan, melainkan ruang bersama untuk belajar, bertumbuh, dan saling menghormati. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)