Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

6 menit baca
Evira Dwi Shakira
Ditulis oleh Evira Dwi Shakira diterbitkan
Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)

UIN Bandung Kampus 1 berlokasi tidak jauh dari Bundaran Cibiru yang terkenal karena kemacetannya.

Bundaran Cibiru menjadi penghubung dua jalan arteri primer di Kota Bandung, yaitu Jalan Soekarno-Hatta dan A.H Nasution.

Meskipun keduanya merupakan jalan arteri primer, tetapi dapat dilihat bahwa Jalan Soekarno-Hatta berjumlah sebanyak empat jalur, sedangkan Jalan A.H Nasution hanya memiliki dua jalur.

Perbedaan inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab kemacetan di Bundaran Cibiru: volume kendaraan yang tidak seimbang.

Menurut hasil riset dari Anshorulloh et al. (2021), dalam jurnal Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal dengan Bundaran (Studi Kasus: Bundaran Cibiru Bandung), ditemukan bahwa volume kendaraan yang melintas saat jam puncak pada hari Senin, 2 Desember 2019 mulai dari pukul 6 hingga 8 pagi di Bundaran Cibiru berjumlah 9.403 per jamnya.

Salah satu metode pengolahan data yang dilakukan dalam riset tersebut ialah dengan menggunakan suatu konsep dalam ilmu teknik sipil yang disebut dengan Derajat Kejenuhan (DS), konsep ini menghitung volume kendaraan dengan kapasitas lalu lintas.

Riset tersebut berpedoman kepada MKJI 1997, yang mana batas aman jalanan berada di angka 0,75. Sedangkan, Bundaran Cibiru memperoleh nilai DS di angka 1,06. Jelas, angka ini sudah melampaui batas aman.

Riset tersebut juga menghasilkan data terkait kapasitas lalu lintas Bundaran Cibiru yang ternyata hanya cukup menampung 3.523 kendaraan per jamnya. Artinya, volume kendaraan yang melintas itu melebihi kapasitas lalu lintas Bundaran Cibiru.

UIN Bandung Kampus 1 berlokasi di Jalan A.H Nasution Nomor 105. Jalan ini menghubungkan Cicaheum hingga Cibiru.

Di Kampus 1 ini memiliki enam fakultas, sedangkan tiga fakultas lainnya dan Program Pascasarjana berada di Kampus 2 yang berlokasi di Jalan Cimencrang, Panyileukan, Gedebage, Kota Bandung.

Dengan adanya enam fakultas di UIN Bandung Kampus 1 menandakan bahwa jumlah mahasiswanya tidak sedikit. Tentunya, mobilitas yang para mahasiswa gunakan ketika berangkat ke kampus beragam, ada yang menggunakan motor/mobil, naik transportasi umum, bahkan jalan kaki.

Bagi mahasiswa yang tempat tinggalnya berada di dekat UIN Bandung Kampus 1, mobilitas mereka bisa dengan berjalan kaki.

Namun, menyeberang di Jalan A.H Nasution terasa menakutkan bagi pejalan kaki. Hal ini disebabkan karena pengendara yang melintas dengan cepat, ditambah adanya kendaraan bermuatan besar seperti bus dan truk.

Zebra cross di depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.25 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Zebra cross di depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.25 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)

Dikutip dari hasil riset Halimah dan Dewi (2023), dari jurnal Analisis Kebijakan Jalur Pejalan Kaki Dikaitkan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2014 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, mengatakan bahwa Dinas Perhubunganlah yang membangun zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1.

Tentu saja fasilitas zebra cross tersebut sangat membantu bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang, tidak hanya mahasiswa tetapi juga masyarakat umum.

Namun, apakah zebra cross tersebut termasuk ke dalam kategori safe-crossing?

Berdasarkan hasil riset Arsanti dan Ramadhan (2021), dalam jurnal Analisis Kebutuhan Fasilitas Penyeberangan di Ruas Jalan A.H Nasution Kota Bandung, ditemukan bahwa zebra cross yang berada di UIN Bandung Kampus 1 menunjukkan tingkat risiko penyeberangan berada di kategori average risk dengan nilai 3 (moderate risk) dari 4 (safe-crossing).

Penelitian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan waktu pengamatan pada jam tertentu serta dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan. 

Riset tersebut juga mengungkap bahwa sepanjang tahun 2020 terjadi kurang lebih sembilan kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki di Jalan A.H Nasution. Supaya peristiwa serupa tidak terulang, memperbaiki atau melengkapi fasilitas adalah langkah yang dapat dilakukan oleh pihak berwenang.

Lalu, bagaimana dengan pengalaman pejalan kaki yang pernah menyeberang dengan zebra cross tersebut?

Tangkapan layar yang dikolase ini memuat hasil survei pengalaman pejalan kaki, khususnya mahasiswa UIN Bandung, yang menyeberang di zebra cross depan UIN Bandung Kampus 1. Survei ini memperoleh sembilan responden. (Sumber: Dok. Pribadi)
Tangkapan layar yang dikolase ini memuat hasil survei pengalaman pejalan kaki, khususnya mahasiswa UIN Bandung, yang menyeberang di zebra cross depan UIN Bandung Kampus 1. Survei ini memperoleh sembilan responden. (Sumber: Dok. Pribadi)

Pada tanggal 6 Oktober 2026 kemarin, saya melakukan survei skala kecil dengan menyebarkan link Google Form. Target responden survei ini ditujukan kepada mahasiswa UIN Bandung yang pernah menyeberang dengan zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1. Survei ini berisikan lima pertanyaan dengan menggunakan skala 1 hingga 5. Responden yang terekam berjumlah sembilan.

Momen ketika satpam membantu mahasiswa menyeberang melalui zebra cross tersebut. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 15.52 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Momen ketika satpam membantu mahasiswa menyeberang melalui zebra cross tersebut. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 15.52 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)

Berdasarkan hasil pengamatan pribadi, biasanya ketika hari kerja, mahasiswa yang menyeberang di depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1 akan dibantu oleh satpam. Hasil survei menunjukkan bahwa 100% (9 dari 9) responden merasa tidak aman dan nyaman ketika menyeberang tanpa dibantu oleh satpam.

Sedangkan, ketika dibantu oleh satpam 44,4% (4 dari 9) responden merasa cukup, dan 44,4% (4 dari 9) lainnya merasa aman dan nyaman, bahkan 11,1% (1 dari 9) merasa sangat aman dan nyaman.

Impresi baik ini di satu sisi menunjukkan bahwa perasaan aman dan nyaman pejalan kaki saat menyeberang dengan zebra cross tersebut meningkat ketika dibantu oleh satpam, tetapi di sisi lain justru secara tidak langsung menunjukkan kurangnya fasilitas yang memadai terhadap zebra cross tersebut.

Kontur jalan yang menikung di depan UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.25 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Kontur jalan yang menikung di depan UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.25 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)

Kemudian, salah satu penyebab kemungkinan perasaan tidak aman dan nyaman muncul karena posisi zebra cross tersebut berada di kontur jalan yang menikung.

Hal ini didukung oleh hasil survei yang menunjukkan bahwa 55,5% (5 dari 9) responden merasa posisi zebra cross di tikungan jalan itu sangat tidak sesuai, sedangkan 11,1% (1 dari 9) merasa cukup sesuai.

Umumnya, zebra cross berada pada kontur jalan yang datar. Apabila zebra cross berada di kontur jalan yang menikung, bisa saja blind spot. Lebih-lebih lagi, Jalan A.H Nasution merupakan jalan arteri primer yang didominasi oleh pengendara yang melintas dengan cepat.

Zebra cross dengan fasilitas yang memadai bukankah merupakan standar minimal?

Seharusnya begitu. Namun, kenyataannya berbanding terbalik.

Oleh sebab itu, 44,4% (4 dari 9) responden berpendapat bahwa fasilitas zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 sangat tidak memadai, sedangkan 11,1% (1 dari 9) merasa sangat memadai.

Dari hasil pengamatan pribadi, zebra cross tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas sesimpel rambu pejalan kaki. Terlebih, kedua zebra cross tersebut warnanya sudah cukup pudar. Tidak hanya itu, posisi zebra cross di depan gerbang UIN Bandung Kampus 1 berada di tikungan jalan. Sedangkan, zebra cross berikutnya berada di kontur jalan yang lumayan datar.  

Respons dari pertanyaan terakhir survei ini terkait dengan pembangunan JPO (Jembatan Penyeberangan Orang), menunjukkan sebanyak 77,8% (7 dari 9) responden setuju apabila fasilitas tersebut dibangun sebagai solusi keamanan bagi pejalan kaki.

Dikutip dari hasil riset Halimah dan Dewi (2023), dari jurnal yang sama, pihak UIN Bandung sebetulnya pernah mengajukan saran untuk membangun fasilitas JPO (Jembatan Penyeberangan Orang). Namun, tampaknya hingga kini belum direalisasikan.

Dengan demikian, dua solusi yang dapat dipertimbangkan atas keresahan pejalan kaki terhadap minimnya fasilitas dan rasa keamanan ketika menyeberangi zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 sebagai berikut:

  1. Melengkapi fasilitas seperti rambu pejalan kaki, atau bahkan pelican crossing, dan

  2. Membangun fasilitas JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) apabila memungkinkan. (*)

Referensi

  • Anshorulloh, M. R., & Herlina, N., & Prima, G. R. (2021). Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal dengan Bundaran (Studi Kasus: Bundaran Cibiru Bandung). Tasikmalaya.

  • Halimah, R. N., & Dewi, R. A. (2023). Analisis Kebijakan Jalur Pejalan Kaki Dikaitkan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2014 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Bandung.

  • Arsanti, D. S., & Ramadhan, G. (2021). Analisis Kebutuhan Fasilitas Penyeberangan di Ruas Jalan A.H Nasution Kota Bandung. Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)