Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)

Saat berada di kaki gunung, tampak kemegahan persawahan yang berundak-undak. Persawahan dengan petakan-petakan yang sempit, ada yang hanya setengah meter lebarnya, memanjang mengikuti garis ketinggian. Dilihat dari kejauhan, persawahan itu seperti tangga raksasa menuju gerbang hutan di lereng gunung. Persawahan berteras-teras itu merupakan jejak dari peristiwa alam, yaitu adanya peristiwa lahan, lemah, atau tanah yang neundeut, yang nendat (slumping) yang kemudian dikelola setelah lahannya menjadi relatif stabil. Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng. Material massa tanah yang menjadi longgar, kemudian merosot melalui bidang gelincir, mengikuti arah kemiringan lereng. Peristiwa alam nendatnya suatu kawasan, teramati atau bisa juga disaksikan oleh penduduk setempat. Kejadian alam itu telah menginspirasi untuk penamaan tempat. Dinamailah kawasan itu Lemahneundeut karena pernah terjadi peristiwa alam berupa lahan yang neundeut atau nendatan. 

Jawa Barat, banyak sekali nama geografis Lemahneundeut. Sebagai contoh, di Kota Bandung, toponim Lemahneundeut ada di Cikutra, di Sukajadi, dan di Cicadas. Di Kabupaten Bandung ada di Cipelah, dan di Desa Sugihmukti. Lemahneundeut ada di Limusnunggal, Kabupaten Sukabumi. Ada di Campaka, Kabupaten Garut, ada di Desa Cimarias, Kabupaten Sumedang, di Pawindan, Kabupaten Ciamis, dan Lemahneundeut di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Pergerakan masa tanahnya berupa blok atau bidang, sehingga bagian atas blok tanah yang merosot itu akan menghadap ke arah tebing asal di atasnya. Gawir utama di bagian puncak tebing yang ditinggalkan oleh bidang tanah yang merosot, akan berbentuk seperti tapal kuda. Jika masa yang bergerak itu terdiri dari beberapa blok atau bidang lahan, terjadinya relatif cepat, tiba-tiba, dan dalam jarak yang pendek-pendek, terputus-putus, ketika kekuatan daya tahan gesernya belum terlampaui. Akhirnya akan terbentuk struktur berundak, dan di bagian bawahnya, di kaki lereng, tanah atau batuan yang semula merupakan bagian atau blok tanah padat, karena tekanan yang kuat dari atas hingga kehilangan daya ikat masa tanahnya, kemudian berubah menjadi gundukan tanah yang menyebar. 

Jejak adanya peristiwa alam nendatan itu membentuk undakan-undakan. Di bagian paling atas setiap undakan nendatan itu akan membentuk sedikit cekungan, yang kemudian diisi air. Keadaan ronabumi inilah yang oleh para petani dikelola menjadi sawah yang berteras-teras mengikuti jejak nendatan yang terputus-putus. 

Lemahneundeut terjadi karena beberapa faktor. Misalnya karena terjadinya pelemahan di kaki lereng. Ini menjadi penyebab yang utama. Bisa terjadi karena dua sebab utama, yaitu karena sebab alami, yaitu karena terjadinya pengikisan atau erosi di tebing pinggir sungai. Runtuhnya lereng di tepi sungai itu akan menarik lereng bagian atas karena penopangnya hilang. Hal serupa terjadi juga karena sebab pengerjaan oleh manusia, yang memotong lereng tebing tegak lurus. Seperti banyak dilakukan pada saat membuat jalan dan memperluas lahan untuk perumahan, yang menyebabkan kesetimbangan lereng menjadi terganggu. Itulah sebab nendatan yang terjadi karena terjadinya gangguan kerusakan di bagian bawah, yang akan menarik bagian lereng di atasnya.

Bila kerusakan terjadi di bagian atas, keadaan lahan yang terbuka, misalnya, maka ketika hujan deras terjadi, air meteorik itu akan dengan cepat menyerap ke tanah yang gembur (permeable). Ikatan masa tanah yang sangat longgar itu akan berdampak sangat berat, bila air yang meresap sampai di lapisan di bawahnya yang berupa tanah liat, lempung, atau lanau, yang tak tembus air (impermeable). Air ini akan membuat tanah menjadi jenuh, air akan mengisi ruang antar pori tanah, menyebabkan daya ikat tanah, sehingga meningkatkan berat masa lereng, sekaligus menjadi pelumas batuan impermeable menjadi bidang gelincir yang akan mendorong masa lereng di bawahnya.

Bisa juga karena pembebanan di bagian puncak lereng yang dapat meningkatkan gaya dorong ke bawah. Pembebanan puncak yang melebihi kemampuan gaya tahan lereng, akan terjadi Gerakan mendorong bagian bawah, sehingga nendatan akan terjadi. Pembebanan puncak lereng itu dapat berlangsung secara alami maupun karena adanya pekerjaan manusia, seperti membangun yang melebihi kemampuan lereng untuk menahannya.

Nendatan akan terjadi bila ada guncangan gempabumi yang besar, yang dapat merusak ikatan antar partikel tanah atau batuan secara mendadak, yang dapat memicu runtuhnya lereng. Apalagi bila terjadi kerusakan di lereng bawah atau pembebanan yang berlebihan di bagian atas.

Baca Juga: Sangkanhurip, Mata Air Kehidupan yang Menguatkan Jiwa

Kenampakan rona bumi yang dapat diamati setelah terjadinya lemahneundeut atau nendatan adalah adanya pohon dan dinding bangunan yang miring, permukaan lereng yang asalnya rata menjadi patah-patah membentuk undakan atau terasering alami yang baru.

Pascanendatan ini, kadang ditandai dengan kemunculan mata air baru di bagian kaki nendatan. Hal ini terjadi karena air meteorik yang meresap di lapisan tanah gembur, terakumulasi di lapisan tanah atau batuan yang tak tertembus air, sekaligus menjadi bidang gelincir. Karena gaya gravitasi, air akan mengalir di bidang gelincir menuju kaki lereng yang lebih rendah, keluarlah menjadi mataair.

Ketika keadaan hutan di lereng-lereng bukit dan di lereng-lereng gunung sudah berganti menjadi kebun sayur, maka kejadian longsor, lemahneundeut, akan semakin mahabu, merajalela. Hanya saja peristiwa alam itu tidak ditandi dengan memberikan nama baru, menjadi Kampung Urug, misalnya, atau menjadi Kampung Lemahneundeut. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)