Tahura Gunung Kunci Wisata Alam Bersejarah di Sumedang

2 menit baca
Aulira Raitami
Ditulis oleh Aulira Raitami diterbitkan
Ruang bunker pertahanan Belanda yang mempunyai 17 ruangan di dalamnya, yang terletak di Desa Citamiyang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis ( 6/11/2025 ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aulira)
Ruang bunker pertahanan Belanda yang mempunyai 17 ruangan di dalamnya, yang terletak di Desa Citamiyang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis ( 6/11/2025 ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aulira)

Tahura Gunung Kunci ialah destinasi alam asri pilihan warga Jawa Barat. Selain menjadi tempat wisata gunung kunci juga memiliki sejarah dan budaya.

Jadi kita bisa menambah ilmu/wawasan tentang sejarah yang ada di Jawa Barat, terutama di Desa Citamiyang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Nata Enot, Utusan BPK 9 (Balai pelestarian kebudayaan), mengatakan bahwa yang membedakan Tahura Gunung Kunci dengan tahura lain ialah daya tarik unik.

“Menurut para pengunjung yang pernah datang kesini yang membedakan itu daya tariknya karena Gunung Kunci memiliki situs benteng pertahanan belanda, yang dinamakan benteng bunker pertahanan gunung kunci,” ucap pria berambut putih itu pada Kamis (6/11/2025).

Mengapa dinamakan  Kunci  karena terdapat simbol kunci menyilang di gerbang masuknya, melambangkan strategisnya pertahanan Belanda untuk mengawasi wilayah Sumedang. Benteng ini juga memiliki struktur bawah tanah dengan lorong dan ruangan untuk berbagai fungsi seperti administrasi, interogasi, hingga ruang prajurit dan prawira, tempat penyimpanan senjata, ruangan tersebut totalnya ada 17 ruangan.

Untuk masuk kedalam Tahura Gunung Kunci harus memakai tiket harga tiketnya 1 orang 10rb dewasa maupun anak kecil harga tiket masuknya pun sama. Namun untuk anak dibawah 3 tahun tidak terhitung.

Ruang bunker pertahanan Belanda yang mempunyai 17 ruangan di dalamnya, yang terletak di Desa Citamiyang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis ( 6/11/2025 ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aulira)
Ruang bunker pertahanan Belanda yang mempunyai 17 ruangan di dalamnya, yang terletak di Desa Citamiyang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis ( 6/11/2025 ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aulira)

Sebelum menjadi gunung Kunci nama awalnya bukit Kunci, lalu mengapa pemerintah Belanda memilih bukit Kunci untuk dijadikan bentang pertahanan Belanda

“Karena dari letak gunung Kuncinya adanya ditengah kota sumedang agar memantau dari segala arah nya enak, maka di bikin bunker pertahanan Gunung Kunci dan kunci nya pun ada disini sampai sekarang,” lanjutnya.

Gunung Kunci sendiri ada sejak lama namun di bangunnya benteng pertahanan Belanda tahun 1914 – 1918, gunung Kunci sendiri bukan gunung asli melainkan sebuah bukit yang di samarkan.  Adanya bunker pertahanan untuk menjaga pemberontak dari luar sumedang dan dari rakyat sumedangnya sendiri.

Baca Juga: Menyelamatkan Bonus Demografi Bandung

Keunikan dari gunung Kunci jika kalian melihat langsung kesana ada benteng yang memutar yang akan terlihat menyerupai lubang kunci

“Apalagi dari musim kemarau ke musim hujan kalau dulu itu banyak pohon kunci sejenis pohon kunyit, namun kalau sekarang sudah jarang, biasanya suka di pakai untuk lalapan,” tutupnya.

Selain sarana parkir yang luas, sarana tempat bermain anak yang banyak, juga jogging track yang lumayan luas, gazebo yang cukup banyak di tahura Gunung Kunci mempunyai ampiteter yang bisa digunakan untuk resepsi. Uniknya Gunung Kunci mempuunyai fasilitas baru, yaitu coffe shop Kunci Coffe & Forest. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)