Bantu Kami Bersuara, Meski Terkesan Sia-sia

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kondisi update Palangkaraya (Sumber: Instagram | nabila_albathaty)
Kondisi update Palangkaraya (Sumber: Instagram | nabila_albathaty)

Kayanya kurang lebih gini rasanya jadi rakyat Gaza. Terus bersuara tapi ga terjadi perubahan apa-apa. Tapi ga apa-apa ya gais. Plis kalian jangan capek lihat story2 ini. kalo capek sesekali ga apa2 di skip tapi plis bantu kami bersuara meski terkesan sia-sia

Penggalan story yang dibuat oleh seorang praktisi di bidang farmasi yang pernah saya kenal lewat forum perkuliahan, membuat saya diam sejenak dan merefleksikan bagaimana kondisi yang terjadi di Palangkaraya.

Melihat story itu juga menyadarkan saya bahwa suara-suara lewat demo, video yang diunggah ke media sosial ataupun kebiasaan saya menulis pun ternyata bisa jadi kontribusi untuk terus menyuarakan isu dan dampak yang dialami oleh mereka.

Saya memberanikan diri untuk bertanya lebih jauh dan memberikan beberapa pertanyaan terkait kondisi yang terjadi di Kalimantan. Tentu dengan harapan suara kecil yang saya miliki bisa ikut berdampak untuk membantu masyarakat yang jauh di ujung sana.

Melalui DM Instagram saya membaca satu -persatu jawaban narasumber. Saya bergeming lalu diam cukup lama karena ikut merasakan betapa sesaknya kondisi disana. Dan bahkan yang lebih menyakitkan adalah mereka dipaksa untuk bertarung dengan asap pekat untuk tetap bisa memenuhi kehidupan sehari-hari.

Mungkin saat ini kita yang tinggal di Kota Bandung yang hanya terpapar asap knalpot masih tetap menjalani hidup yang normal. Pagi hari yang cerah kita masih bisa menikmati setidaknya udara yang lebih segar. Siang hari mencari makan siang di jam-jam istirahat kantor lalu sore hari merebahkan diri dan mungkin sambil memandang langit kota Bandung. Sementara mereka yang berada di Palangkaraya dari pagi hingga menjelang pagi kembali hanya bersinggungan dengan asap kuning pekat.

Menurut narasumber kehidupan masyarakat di Palangkaraya secara umum masih berjalan seperti biasa. Keadaan ekonomi memaksa mereka untuk tetap keluar rumah demi memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja. Namun disela perjuangan itu mereka tetap beriringan dengan dampak asap seperti tenggorokan sakit, sakit kepala yang berkepanjangan, sesak dan terkadang nyeri dada dan mata merah karena perih. Aktivitas warga pun makin sulit karena adanya pemadaman listrik secara bergilir.

Menurut narasumber secara pribadi tentunya sangat terdampak dari ranah kesehatan.

Karena saya ada asma & anemia jadi sangat terasa dampaknya yaitu sesak dan nyeri kepala yang menetap.

Tak hanya itu anak-anak dan suaminya pun turut terdampak ISPA serta batuk dan flu yang berkepanjangan. Namun menurutnya masyarakat rentan tentu menghadapi kesulitan jauh lebih berat dibandingkan dengan yang dialami oleh keluarganya.

Lewat wawancara ini saya jadi tau fakta baru bahwa sebetulnya asap karhutla sering terjadi setiap tahunnya. Narasumber mengaku sudah pernah merasakan asap karhutla selama 5 tahun terakhir dalam kepindahan domisilinya di Kalimantan, Pontianak dan Palangkaraya. Namun menurutnya asap tiga bulan terakhir ini yang paling parah berdasarkan pengalamannya.

Setiap tahun pasti ada asap saat kemarau tapi yang 3 bulan terakhir ini betul-betul patah dan pekat asapnya.

Dalam kejadian karhutla tentu banyak lapisan masyarakat yang terdampak dan membutuhkan bantuan. Kelompok masyarakat rentan seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil yang memiliki riwayat saluran nafas seperti asma, penderita jantung dll. Menurut informasi dan pengamatan yang dilakukan narasumber, kelompok rentan dalam strata sosial yaitu kelompok ekonomi kelas bawah sangat struggle karena dipaksa keadaan untuk terus bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari meski asap dan langit berwarna kuning pekat sekalipun.

Melalui wawancara tersebut saat ini semua elemen masyarakat sedang berupaya keras semampunya untuk berbuat sesuatu agar kondisinya membaik. Namun mereka juga tetap butuh dan menaruh harapan yang besar kepada pihak yang lebih berwenang agar kondisi karhutla bisa diatasi secara maksimal baik dari segi aturan maupun penegakan hukum. Dan kalimat terakhir yang paling penting pemerintah bisa mencegah atau melakukan mitigasi agar kondisi yang sama tidak terulang kembali.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 26 Okt 2026, 14:00

Kebakaran Hutan di Masa Hindia Belanda

Sejarah kehutanan pada masa Hindia Belanda menjadi pengingat bahwa pengelolaan hutan harus menyeimbangkan kepentingan ekonomi, hak masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Pembukaan lahan di Sumatra Utara pada 1910 untuk dijadikan perkebunan. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 13:27

Parkir Gratis sebagai Fiksi yang Dipajang dengan Huruf Kapital

Keberadaan juru parkir di depan gerai minimarket  tidak otomatis berarti terjadi pelanggaran. Toh, di sejumlah minimarket, ada petugas parkir yang memang bekerja secara resmi.

Ilustrasi lahan parkir sepeda motor. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 11:11

Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Warga Bandung dalam Penanganan Karlutha

Warga Bandung harus bersuara kritis dalam penanganan karlutha. Mendorong pemerintah untuk menangani karlutha ini lebih serius dengan sikap empati dan kesadaran kolektif. Ini sudah bencana nasional.

Aksi unjuk rasa BEM SI Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa 13 Oktober 2026. Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan negara, salah satunya kebakaran hutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 11:02

Bantu Kami Bersuara, Meski Terkesan Sia-sia

Suara rakyat di negeri ini memang seringkali terabaikan. Tapi tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh masyarakat terdampak selain bersuara.

Kondisi update Palangkaraya (Sumber: Instagram | nabila_albathaty)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 10:34

Inisiatif Bandung Melawan Panas dengan Teknologi Kabut Air

Pemkot Bandung atau kepada pengelola gedung dan tempat publik untuk menerapkan teknologi kabut air yang bekerja dengan menyemprotkan butiran air yang sangat halus ke udara.

Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 07:47

Hanya karena Bandung Tidak Terdampak, Bukan Berarti Korban Karhutla Baik-baik Saja

Karhutla yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia masih belum ditangani dengan baik. Sementara yang hilang bukan hanya hutan tapi penghuni didalamnya pun manusia itu sendiri.

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 20:33

Dari Kepakan Sayap Kupu-Kupu hingga Karhutla: Bandung Tak Bisa Berpaling

Karhutla mungkin terasa jauh dari Bandung. Namun, melalui gagasan butterfly effect, kita diingatkan bahwa kepedulian lingkungan perlu diwujudkan lewat tindakan dan tuntutan pertanggungjawaban.

Hujan di salah satu sudut Bandung (Foto: Abah Omtris)
Bandung 25 Okt 2026, 20:00

Napas Subkultur Jalanan Kota Kembang: Saat Beton Arena Jadi Rumah Ekspresi dan Tangguh Anak Muda

Menjaga denyut subkultur jalanan Kota Kembang, bagaimana ruang berekspresi di Bandung jadi wadah memoles mental dan solidaritas generasi muda.

Menjaga denyut subkultur jalanan Kota Kembang, bagaimana ruang berekspresi di Bandung jadi wadah memoles mental dan solidaritas generasi muda. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 19:38

Program Boleh Berganti, Perilaku Harus Berubah

Kota yang bersih tidak lahir hanya dari program yang baik, tetapi juga dari kebiasaan warganya. Tantangannya, bagaimana memastikan program yang baik, benar-benar melahirkan perubahan perilaku?

Pembuatan Loseda di RW.10 bersama pendamping DLH Kota Bandung Tahun 2026. (Sumber: Dokumentasi RW. 10 Kelurahan Sukamaju Bandung)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 15:00

Elektrifikasi Becak Bukan Transformasi Sistem Transportasi

Elektrifikasi becak dapat membantu pengemudi, tetapi belum cukup mentransformasi transportasi. Integrasi layanan, fasilitas pengisian daya, keselamatan, dan keberlanjutan perlu menjadi perhatian.

Sejumlah pengemudi becak konvensional dan becak listrik menunggu penumpang di Jalan Baranangsiang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 10 Oktober 2026. (Sumber: Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 12:59

Warteg dan Kehidupan para Mahasiswa

Warteg selalu menjadi tempat makan yang unik, bukan karena harganya saja yang terjangkau tapi juga berbagai macam cerita didalamnya.

Sajian makanan di Warung Tegal. (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 11:41

Semangkuk Cuanki Rp50 Ribu, Wali Kota Bandung Tak Mungkin Menunggui Setiap Mangkuk

Masalah getok harga seperti cuanki yang viral ini sesungguhnya bukan monopoli Bandung.

Ilustrasi cuanki Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 09:40

Semarak, Santri, dan Harmoni

Semarak menghadirkan kegembiraan, santri menempuh perjalanan ilmu, dan harmoni menjaga agar proses itu tetap berpijak pada kasih sayang, peduli, serta penghormatan terhadap sesama.

Status WhatsApp Istri, "Alhamdulillah masih bisa ketemu walaupun cuma 1 jam" Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang, Kamis (22/10/2026). (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)