Hanya karena Bandung Tidak Terdampak, Bukan Berarti Korban Karhutla Baik-baik Saja

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia (Sumber: Pixabay)
Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia (Sumber: Pixabay)

Saat ini Karhutla ( Kebakaran Hutan dan Lahan) meluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Dilansir dari kompas.com , karhutla pertama kali terjadi pada awal Januari 2026 dan tercatat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Selanjutnya dilaporkan bahwa karhutla juga terjadi di Sumatera, Papua dan baru- baru ini terjadi di kawasan Jawa Barat tepatnya di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di kabupaten Kuningan.

Jika diperkirakan menurut google jarak dari sejumlah titik Karhutla ke Kota Bandung adalah 790 km hingga 1.452 km jika ditempuh dengan jarak udara. Dengan jarak seperti itu maka kecil kemungkinan jika dampaknya tidak langsung terasa oleh masyarakat Kota Bandung. Meskipun tidak menutup kemungkinan jika kebakaran terus menyebar dan tidak teratasi dengan baik maka Bandung pun akan terdampak oleh asap karhutla.

Beberapa waktu ke belakang saya menemukan kutipan yang punya makna yang bagus "Hanya karena kita tidak terdampak, bukan berarti semuanya baik-baik saja". Kutipan ini mengingatkan saya tentang kejadian karhutla.

Mungkin sejauh ini kita merasa hidup baik-baik saja. Masih bisa menghirup udara yang jauh lebih segar dan tidak menyesakkan dada. Melihat birunya langit tanpa tanpa kepulan asam pekat di dalamnya. Masih memiliki mobilitas yang cukup baik untuk memenuhi kepentingan sekolah, pekerjaan serta perdagangan.

Lalu bagaimana dengan daerah yang terdampak Karhutla ?

Ketika kebakaran terjadi hal pertama yang terdampak adalah pohon dan tanaman yang ada di sekitar hutan. Lalu api tersebut merambat keseluruhan bagian pohon - pohon lain. Bahkan mungkin dalam dahan terdapat telur atau anak burung yang menetas.

Tidak cukup sampai disana, hewan-hewan penghuni hutan mulai dari yang kita kenali jenisnya hingga yang langka terusir dari habitatnya. Lebih menyedihkannya hewan-hewan itu banyak yang menjadi korban, terkepung api, bergumul dengan asap yang pekat hingga mati terpanggang.

Kebakaran tentu tidak berakhir sampai disana. Lahan-lahan perkebunan milik warga sebagai sumber mata pencaharian pun ikut hilang tanpa jejak. Api terus menyambar mendekati pemukiman warga.

Udara berwarna kuning tapi bukan karena senja datang melainkan asap yang dihasilkan dari karhutla. Bayi - bayi dan mereka yang sudah berusia senja sangat rentan terdampak ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas).

Para relawan tak berhenti dan gentar untuk berusaha memadamkan api. Namun banyak perjuangannya berhenti dan dipanggil oleh takdir untuk berpulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari bbc news , Nurdin seorang relawan pemadam kebakaran hutan di Barito Kuala Kalimantan Selatan meninggal dunia setelah mengeluh nyeri dada dan sesak napas. Barangkali tidak hanya asap saja yang terhirup tapi tenaganya yang terus-terusan di push demi menyelamatkan hutan dan warga-warga sekitarnya

Baca Juga: Dari Kepakan Sayap Kupu-Kupu hingga Karhutla: Bandung Tak Bisa Berpaling

Lalu apa hal paling sederhana yang bisa kontribusi kan kepada mereka yang terdampak?

Kita perlu terus bersuara, kita perlu terus mengoceh hingga berbuih, membagikan kondisi lapangan agar semakin banyak orang yang menyadari bahwa mereka yang tinggal di daerah terdampak juga adalah bagian dari bangsa ini. Maka ketika saudara kita terluka sudah seharusnya kita juga berempati dengan apa yang terjadi untuk mereka.

Masyarakat yang terdampak tidak hanya membutuhkan logistik untuk tetap bertahan hidup. Tapi mereka juga membutuhkan suara -suara kecil kita untuk bersatu dengan lantang mendesak pemerintah untuk menjadikan Karhutla sebagai bencana nasional yang perlu segera diselesaikan tanpa tapi, tanpa tertutupi kasusnya oleh berita - berita lain yang tidak jelas.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Okt 2026, 14:00

Kebakaran Hutan di Masa Hindia Belanda

Sejarah kehutanan pada masa Hindia Belanda menjadi pengingat bahwa pengelolaan hutan harus menyeimbangkan kepentingan ekonomi, hak masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Pembukaan lahan di Sumatra Utara pada 1910 untuk dijadikan perkebunan. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 13:27

Parkir Gratis sebagai Fiksi yang Dipajang dengan Huruf Kapital

Keberadaan juru parkir di depan gerai minimarket  tidak otomatis berarti terjadi pelanggaran. Toh, di sejumlah minimarket, ada petugas parkir yang memang bekerja secara resmi.

Ilustrasi lahan parkir sepeda motor. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 11:11

Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Warga Bandung dalam Penanganan Karlutha

Warga Bandung harus bersuara kritis dalam penanganan karlutha. Mendorong pemerintah untuk menangani karlutha ini lebih serius dengan sikap empati dan kesadaran kolektif. Ini sudah bencana nasional.

Aksi unjuk rasa BEM SI Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa 13 Oktober 2026. Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan negara, salah satunya kebakaran hutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 11:02

Bantu Kami Bersuara, Meski Terkesan Sia-sia

Suara rakyat di negeri ini memang seringkali terabaikan. Tapi tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh masyarakat terdampak selain bersuara.

Kondisi update Palangkaraya (Sumber: Instagram | nabila_albathaty)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 10:34

Inisiatif Bandung Melawan Panas dengan Teknologi Kabut Air

Pemkot Bandung atau kepada pengelola gedung dan tempat publik untuk menerapkan teknologi kabut air yang bekerja dengan menyemprotkan butiran air yang sangat halus ke udara.

Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Okt 2026, 07:47

Hanya karena Bandung Tidak Terdampak, Bukan Berarti Korban Karhutla Baik-baik Saja

Karhutla yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia masih belum ditangani dengan baik. Sementara yang hilang bukan hanya hutan tapi penghuni didalamnya pun manusia itu sendiri.

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 20:33

Dari Kepakan Sayap Kupu-Kupu hingga Karhutla: Bandung Tak Bisa Berpaling

Karhutla mungkin terasa jauh dari Bandung. Namun, melalui gagasan butterfly effect, kita diingatkan bahwa kepedulian lingkungan perlu diwujudkan lewat tindakan dan tuntutan pertanggungjawaban.

Hujan di salah satu sudut Bandung (Foto: Abah Omtris)
Bandung 25 Okt 2026, 20:00

Napas Subkultur Jalanan Kota Kembang: Saat Beton Arena Jadi Rumah Ekspresi dan Tangguh Anak Muda

Menjaga denyut subkultur jalanan Kota Kembang, bagaimana ruang berekspresi di Bandung jadi wadah memoles mental dan solidaritas generasi muda.

Menjaga denyut subkultur jalanan Kota Kembang, bagaimana ruang berekspresi di Bandung jadi wadah memoles mental dan solidaritas generasi muda. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 19:38

Program Boleh Berganti, Perilaku Harus Berubah

Kota yang bersih tidak lahir hanya dari program yang baik, tetapi juga dari kebiasaan warganya. Tantangannya, bagaimana memastikan program yang baik, benar-benar melahirkan perubahan perilaku?

Pembuatan Loseda di RW.10 bersama pendamping DLH Kota Bandung Tahun 2026. (Sumber: Dokumentasi RW. 10 Kelurahan Sukamaju Bandung)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 15:00

Elektrifikasi Becak Bukan Transformasi Sistem Transportasi

Elektrifikasi becak dapat membantu pengemudi, tetapi belum cukup mentransformasi transportasi. Integrasi layanan, fasilitas pengisian daya, keselamatan, dan keberlanjutan perlu menjadi perhatian.

Sejumlah pengemudi becak konvensional dan becak listrik menunggu penumpang di Jalan Baranangsiang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 10 Oktober 2026. (Sumber: Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 12:59

Warteg dan Kehidupan para Mahasiswa

Warteg selalu menjadi tempat makan yang unik, bukan karena harganya saja yang terjangkau tapi juga berbagai macam cerita didalamnya.

Sajian makanan di Warung Tegal. (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 11:41

Semangkuk Cuanki Rp50 Ribu, Wali Kota Bandung Tak Mungkin Menunggui Setiap Mangkuk

Masalah getok harga seperti cuanki yang viral ini sesungguhnya bukan monopoli Bandung.

Ilustrasi cuanki Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 25 Okt 2026, 09:40

Semarak, Santri, dan Harmoni

Semarak menghadirkan kegembiraan, santri menempuh perjalanan ilmu, dan harmoni menjaga agar proses itu tetap berpijak pada kasih sayang, peduli, serta penghormatan terhadap sesama.

Status WhatsApp Istri, "Alhamdulillah masih bisa ketemu walaupun cuma 1 jam" Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang, Kamis (22/10/2026). (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)