Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Surat Terbuka untuk Pak Wali Kota Farhan: Belajar dari Kasus SDN 117 Batununggal

raveyfa
Ditulis oleh raveyfa diterbitkan Senin 08 Des 2025, 18:10 WIB
Akses masuk SDN 117 Batununggal yang terlihat sepi usai hujan menyisakan genangan air di area jalan masuk, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. (4/12/2025) (Sumber: Raveyfa Shinta | Foto: Raveyfa Shinta)

Akses masuk SDN 117 Batununggal yang terlihat sepi usai hujan menyisakan genangan air di area jalan masuk, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. (4/12/2025) (Sumber: Raveyfa Shinta | Foto: Raveyfa Shinta)

Kepada Yth. Bapak Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung

Pak Farhan, saya nulis ini bukan untuk nyerang bapak. Jujur aja, pas liat video anak-anak SD nunggu 5 jam di pinggir jalan tanggal 25 November kemarin, hati saya campur aduk. Miris, sedih, tapi juga penasaran gimana ini bisa kejadian. Jadi saya mau ngobrol dikit soal ini.

Saya tahu bapak udah klarifikasi. Katanya itu miskomunikasi. Bapak juga bilang ga pernah ada agenda ke SDN 117 waktu itu, agendanya cuma Siskamling Siaga Bencana. Bahkan bapak kaget ternyata anak-anak disiapkan buat nyambut. Respons bapak cepet, langsung dateng ke sekolahnya tanggal 28 November buat minta maaf ke para orang tua. Ini saya apresiasi.

Cuma begini, meskipun itu miskomunikasi, tetap jadi tanggung jawab bapak juga. Bapak sebagai kepala daerah Kota Bandung. Anak-anak dimobilisasi pihak kelurahan tanpa konfirmasi ke Pemkot. Sistem koordinasinya masih berantakan. Kadisdik sampe bilang dugaannya bapak ga tau ada mobilisasi itu.

Yang bikin khawatir, sih, jangan sampe kejadian kayak gini terulang lagi. Terus kapan koordinasi antar lembaga bakal diperbaiki beneran biar ga kejadian lagi?

Saya bukan politisi yang ingin menjatuhkan bapak. Warga biasa yang ingin Bandung maju aja. Mau punya pemimpin yang paham prioritas. Maksudnya yang ngerti urusan mana harus diselesaikan duluan, mana yang bisa ditunda. Sense of urgency itu bukan soal buru-buru, Pak. Lebih ke bisa bedain mana yang urgent sekali.

Bandung masalahnya banyak yang belum kelar. Kemacetan makin parah tiap hari. Sampah numpuk dimana-mana. Jalan rusak juga banyak. Semua ini butuh penanganan cepet dan serius pak.

Kasus anak SD nunggu 5 jam dari pukul 08.00 sampe 13.00 WIB itu harusnya jadi pelajaran buat kita. Koordinasi mesti diperbaiki. Komunikasinya harus lebih jelas. Sistemnya ga boleh gagal lagi. Bapak sudah tanggung jawab dengan datang dan minta maaf ke orang tua murid. Tapi harusnya ada tindakan konkret lanjutannya.

Bapak bilang bakal lakukan sosialisasi lebih kuat ke sekolah dan wilayah. Bagus itu pak. Tapi evaluasi internalnya gimana? Siapa yang bertanggung jawab atas mobilisasi tanpa konfirmasi ini? Perlu jelas biar transparan dan ga terulang. Warga butuh tau ada tindak lanjut nyata.

Saya juga ingin tau mekanisme koordinasinya akan diperbaiki seperti apa. Jangan sampai pihak kelurahan atau sekolah mobilisasi warga lagi tanpa konfirmasi resmi. Kadisdik sudah bilang ke depannya akan dikomunikasikan dulu ke orangtua. Nah, ini yang penting pak, sistemnya harus jelas dan tertulis biar semua pihak paham prosedurnya.

Mimpin Bandung pasti berat, Pak. Tekanannya dari mana-mana pasti ada. Saya yakin niat bapak baik, kok, buat majuin kota ini. Cuma harapan saya simple aja. Yang dijanjiin ya ditepatin. Warga ingin lihat bukti konkret di lapangan. Bukan cuma wacana atau posting di medsos.

Warga Bandung harapannya realistis, Pak. Ga nuntut semua masalah kelar dalam waktu singkat. Yang dibutuhin pemimpin yang konsisten sama janjinya. Yang ngehargain waktu sama kepercayaan rakyat. Yang mau dengerin keluhan. Yang berani ambil keputusan susah padahal mungkin ga populer.

Saya akhiri dengan harapan besar. Mudah-mudahan bapak bisa jadiin kritik ini buat evaluasi. Masih banyak waktu untuk merevisi sistem koordinasinya. Tunjukkann lewat aksi nyata. Bukan hanya pernyataan di press conference. Warga Bandung mau lihat perubahan yang bisa dirasakan langsung.

Hormat saya,
Warga Bandung yang Peduli.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

raveyfa
Tentang raveyfa
Mahasiswi Digital Public Relations'24, Telkom University Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)