Surat Terbuka untuk Pak Wali Kota Farhan: Belajar dari Kasus SDN 117 Batununggal

3 menit baca
raveyfa
Ditulis oleh raveyfa diterbitkan
Akses masuk SDN 117 Batununggal yang terlihat sepi usai hujan menyisakan genangan air di area jalan masuk, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. (4/12/2025) (Sumber: Raveyfa Shinta | Foto: Raveyfa Shinta)
Akses masuk SDN 117 Batununggal yang terlihat sepi usai hujan menyisakan genangan air di area jalan masuk, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. (4/12/2025) (Sumber: Raveyfa Shinta | Foto: Raveyfa Shinta)

Kepada Yth. Bapak Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung

Pak Farhan, saya nulis ini bukan untuk nyerang bapak. Jujur aja, pas liat video anak-anak SD nunggu 5 jam di pinggir jalan tanggal 25 November kemarin, hati saya campur aduk. Miris, sedih, tapi juga penasaran gimana ini bisa kejadian. Jadi saya mau ngobrol dikit soal ini.

Saya tahu bapak udah klarifikasi. Katanya itu miskomunikasi. Bapak juga bilang ga pernah ada agenda ke SDN 117 waktu itu, agendanya cuma Siskamling Siaga Bencana. Bahkan bapak kaget ternyata anak-anak disiapkan buat nyambut. Respons bapak cepet, langsung dateng ke sekolahnya tanggal 28 November buat minta maaf ke para orang tua. Ini saya apresiasi.

Cuma begini, meskipun itu miskomunikasi, tetap jadi tanggung jawab bapak juga. Bapak sebagai kepala daerah Kota Bandung. Anak-anak dimobilisasi pihak kelurahan tanpa konfirmasi ke Pemkot. Sistem koordinasinya masih berantakan. Kadisdik sampe bilang dugaannya bapak ga tau ada mobilisasi itu.

Yang bikin khawatir, sih, jangan sampe kejadian kayak gini terulang lagi. Terus kapan koordinasi antar lembaga bakal diperbaiki beneran biar ga kejadian lagi?

Saya bukan politisi yang ingin menjatuhkan bapak. Warga biasa yang ingin Bandung maju aja. Mau punya pemimpin yang paham prioritas. Maksudnya yang ngerti urusan mana harus diselesaikan duluan, mana yang bisa ditunda. Sense of urgency itu bukan soal buru-buru, Pak. Lebih ke bisa bedain mana yang urgent sekali.

Bandung masalahnya banyak yang belum kelar. Kemacetan makin parah tiap hari. Sampah numpuk dimana-mana. Jalan rusak juga banyak. Semua ini butuh penanganan cepet dan serius pak.

Kasus anak SD nunggu 5 jam dari pukul 08.00 sampe 13.00 WIB itu harusnya jadi pelajaran buat kita. Koordinasi mesti diperbaiki. Komunikasinya harus lebih jelas. Sistemnya ga boleh gagal lagi. Bapak sudah tanggung jawab dengan datang dan minta maaf ke orang tua murid. Tapi harusnya ada tindakan konkret lanjutannya.

Bapak bilang bakal lakukan sosialisasi lebih kuat ke sekolah dan wilayah. Bagus itu pak. Tapi evaluasi internalnya gimana? Siapa yang bertanggung jawab atas mobilisasi tanpa konfirmasi ini? Perlu jelas biar transparan dan ga terulang. Warga butuh tau ada tindak lanjut nyata.

Saya juga ingin tau mekanisme koordinasinya akan diperbaiki seperti apa. Jangan sampai pihak kelurahan atau sekolah mobilisasi warga lagi tanpa konfirmasi resmi. Kadisdik sudah bilang ke depannya akan dikomunikasikan dulu ke orangtua. Nah, ini yang penting pak, sistemnya harus jelas dan tertulis biar semua pihak paham prosedurnya.

Mimpin Bandung pasti berat, Pak. Tekanannya dari mana-mana pasti ada. Saya yakin niat bapak baik, kok, buat majuin kota ini. Cuma harapan saya simple aja. Yang dijanjiin ya ditepatin. Warga ingin lihat bukti konkret di lapangan. Bukan cuma wacana atau posting di medsos.

Warga Bandung harapannya realistis, Pak. Ga nuntut semua masalah kelar dalam waktu singkat. Yang dibutuhin pemimpin yang konsisten sama janjinya. Yang ngehargain waktu sama kepercayaan rakyat. Yang mau dengerin keluhan. Yang berani ambil keputusan susah padahal mungkin ga populer.

Saya akhiri dengan harapan besar. Mudah-mudahan bapak bisa jadiin kritik ini buat evaluasi. Masih banyak waktu untuk merevisi sistem koordinasinya. Tunjukkann lewat aksi nyata. Bukan hanya pernyataan di press conference. Warga Bandung mau lihat perubahan yang bisa dirasakan langsung.

Hormat saya,
Warga Bandung yang Peduli.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)