Semesta Mendukung: Menanti Keajaiban Alwi Farhan di Paris

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Alwi Farhan, atlet bulu tangkis Tunggal Putra Indonesia. (Sumber: PBSI)
Alwi Farhan, atlet bulu tangkis Tunggal Putra Indonesia. (Sumber: PBSI)

SIAPA SANGKA atlet bulu tangkis Tunggal Putra ketiga Indonesia yang masih berusia 20 tahun itu akan tampil di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF, 25-31 Agustus, di Porte de La Chapelle Arena alias Adidas Arena, Paris, Prancis? Bagi, Alwi Farhan yang terhitung masih belia arena semegah itu hanyalah milik dua seniornya, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Tetapi, keinginan Alwi Farhan tentu saja ada karena rangkingnya ada di posisi 25 besar dunia WBF—jauh lebih bagus daripada Ginting yang berada di 70-an dunia—dan bukankah Alwi Farhan baru saja tampil sebagai juara Macau Open 2025 Super 300? 

Namun, regulasi BWF yang berlaku membatasi posisi rangking atlet hingga 25 April 2025 dan hal itu tak memungkinkan bagi atlet asal Solo itu untuk berlaga di panggung megah yang juga dijadikan sebagai arena Olimpiade Paris 2024 itu. Dan akhirnya Alwi Farhan harus rela jadi ‘duduk manis’ jadi waiting list syukur-syukur ada peserta yang mengundurkan diri.

Netizen, yang tak paham dengan regulasi itu, bertanya-tanya bagaimana kalau Ginting mengundurkan diri saja lalu diganti dengan Alwi Farhan? Sebab, bukankah prestasi Ginting sedang “terjun bebas”? Juga, bukankah Ginting baru saja pulih dari cedera punggungnya? Berilah kesempatan kepada anak muda yang sedang naik prestasinya.

Harapan netizen kepada atlet asal klub Exist itu bakal mampu bersaing di tingkat elit dunia. Lihat saja ia mampu menumbangkan dan merepotkan pemain-pemain elit dunia: June Wei Cheam, Anders Antonsen, Lakshya Sen, Jason Gunawan, Justin Ho pernah ditumbangkan Alwi. Juga Alwi—di beberapa turnamen--hampir menang dengan Lin Chun-Yi, Viktor Axelsen, Alex Lanier, hingga Kunlavut Vitadsarn.

Bukanlah menyalahkan netizen, harapan netizen ada bagusnya. Tapi tidak adil dan emosional kalau harus mengorbankan Ginting. Bukankah itu hak Ginting? Dan lagi pula Ginting sudah tentu ingin tampil, ingin meraih kembali panggungnya yang yang hampir satu tahun “hilang” ditelan cedera. Ginting pun ingin come back. Ginting belum habis.

Tapi, rupanya “sang semesta” mendukung Alwi Farhan—sekaligus menjawab keinginan para badminton lovers dan netizen. Lalu, kabar menggembirakan sekaligus sangat disayangkan itu datang bukan dari Ginting, tapi datang dari mantan pemain nomor satu dunia, Viktor Axelsen.

Axelsen dikabarkan mengundurkan diri dari peserta Kejuaraan Dunia 2025 karena cedera. Ia masih perlu rehabilitasi dari cederanya. Viktor Axelsen terakhir kali menjadi juara dunia pada 2020 di Tokyo merebut gelar juara dunia di Glasgow, Skotlandia, pada 2017.

Pebulutu tangkis Indonesia, Alwi Farhan. (Sumber: Dok. PBSI)
Pebulutu tangkis Indonesia, Alwi Farhan. (Sumber: Dok. PBSI)

Bak ketiban “durian runtuh” tiket ke Kejuaraan Dunia 2025 pun menjadi milik Alwi Farhan. Alwi akan tampil menggantikan Axelsen dan mendampingi dua seniornya, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Dan harapan Indonesia yang sudah 20 tahun tidak merebut juara dunia bulu tangkis tunggal putra—terakhir Taufik Hidayat 2005--digantungkan kepada mereka bertiga.

Alwi Farhan rupanya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu juga tak ingin mengecewakan “sang semesta” dan para netizen yang mendukungnya. Juara Dunia Junior 2023 itu di ronde pertama berhasil menaklukkan pemain terbaik Vietnam, Nguyen Hai Dang, dua gim langsung 22-20, 21-13. Kematangan mental Alwi teruji di mana di babak pertama ia hampir kalah dan pointnya tertinggal jauh, tetapi ia bisa membalikkan keadaan dan memenangkan gim sulit itu.

Semalam, di ronde kedua Alwi Farhani sukses menghempaskan unggulan 12 asal Taiwan, Lin Chun-yi, dua gim langsung. Alwi bertarung selama 48 menit sebelum menang 21-17, 22-20.
Kemenangan kali ini merupakan ajang balas dendam kepada Lin Chun-yi, sebab pada Australia Open 2024 ketika gagal menuntaskan match point 20-16 dan akhirnya kalah 17-21, 22-20, 23-25.

Di babak ketiga, malam nanti, Alwi Farhan akan menghadapi Juara Dunia 2023 asal Thailand, Kunlavut Vitadsarn. Pertemuannya dengan rangking satu dunia itu merupakan pertemuan kedua. Terakhir, di China Open 2025, Alwi Farhan nyaris mengalahkan nomor satu dunia itu 21-10, 15-21, dan 18-21.

Akankah Alwi Farhan melakukan balas dendam seperti kepada Lin Chun-yi?

Tentu saja pertemuan pertama itu menjadi modal besar dan dijadikan pengalaman berharga Alwi Farhan. Kita berharap “sang semesta” akan tetap mendukung agar Alwi Farhan terus melaju. Doakan saja.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)