5 Jam Siswa-Siswi SDN 117 Batununggal Menunggu Wali Kota: Ironis, Immoral, dan Perlu Ditinjau Ulang

5 menit baca
Falah Habib Nurrohman
Ditulis oleh Falah Habib Nurrohman diterbitkan
Halaman Depan SDN 117 Batununggal, lokasi kejadian siswa-siswi sekolah tersebut menunggu Walikota Bandung selama 5 Jam (Sumber: Pribadi | Foto: Novrandi Aqilah)
Halaman Depan SDN 117 Batununggal, lokasi kejadian siswa-siswi sekolah tersebut menunggu Walikota Bandung selama 5 Jam (Sumber: Pribadi | Foto: Novrandi Aqilah)

Pada Hari Guru 25 November 2025 ini, sebuah kejadian fatal di hari monumental di dunia pendidikan terjadi. Siswa SDN 117 Batununggal yang seharusnya merayakan euforia hari guru harus dipaksa meneteskan air matanya karena 5 jam waktu mereka dari pukul 08.00–13.00 terbuang sia–sia. Penyebabnya? Mereka harus menunggu Wali kota Bandung, M. Farhan yang seharusnya hadir dan ternyata batal datang. 

Ternyata, sebelumnya pihak sekolah telah dihimbau oleh pihak kelurahan setempat untuk menyiapkan anak – anak dalam rangka menyambut kedatangan wali kota yang menghadiri peresmian program Buruan SAE. Pihak kelurahan yang miskomunikasi dengan protokol walikota akhirnya mengorbankan siswa–siswi SDN 117 Batununggal yang terpaksa menunggu 5 jam di pinggir jalan. 

Balasan dari pemerintah sederhana, Disdik Kota Bandung menyampaikan bahwa ini adalah miskomunikasi dari pihak protokol walikota dan berjanji melakukan penyelidikan. Wali kota memberikan tangganpan yang tidak jauh berbeda dengan menegaskan bahwa di kegiatan Siskamling (kegiatan keliling beliau sebagai wali kota) beliau tidak pernah berniat melakukan kunjungan ke sekolah, malah sebagai penyelesaian, Farhan berjanji akan melakukan kunjungan ulang ke SDN 117 Batununggal. 

Peristiwa dengan gamblang menunjukkan sisi pemerintah kita yang amatiran, tingkat miskomunikasi yang tinggi, dan manajemen internal yang bobrok. Protokol wali kota yang bertanggung jawab menyebarkan surat edaran dan pihak kelurahan yang mengedarkan surat tersebut jelas gagal dalam manajemen surat–menyurat. Padahal, surat–menyurat adalah sebuah tugas yang tendensi pelaksanaannya mudah asal dilakukan dengan efisien dan sat – set

Selain menunjukkan sisi lack of professionalism dari pelayan rakyat kita, peristiwa ini juga menunjukkan sisi birokrasi kita yang masih ribet dan berbelit – belit. Surat edaran yang harusnya turun dari protokol langsung ke target sasar malah harus melalui kelurahan. Birokrasi yang berbelit ini jelas menyusahkan berbagai pihak dan menghasilkan kegagalan sistem. Birokrasi yang tidak inheren dengan berbagai kepentingan dari berbagai pihak inilah yang memberikan kesan bahwa birokrasi kita kaku, rigid, dan tidak fleksibel. Hasilnya? Sudah korbannya tidak sedikit, termasuk siswa – siswi SDN 117 Batununggal ini. 

Birokrasi bobrok adalah masalah serius di pemerintahan kita.  Sebuah skema kerusakan yang muncul sejak era Hindia Belanda yang dikekalkan oleh segelintir kaum birokrat kolot. Kekacauan birokratis ini seharusnya sudah di depan mata jauh sebelum peristiwa lima jam ini terjadi. Oleh Karena itu Walikota Bandung M. Farhan seharusnya menyadari hal tersebut dan langsung melakukan perbaikan nyata seperti revisi dan reformasi birokrasi. Kenyataannya?

Sedikit upaya untuk berubah dan membenahi birokrasi ini. Padahal, jika kita melihat kasus ini, seharusnya surat yang ditunjukkan ke sekolah tidak seharusnya disampaikan oleh pihak kelurahan. Tapi dari dinas terkait, yaitu Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. Protokol Walikota juga seharusnya sadar bahwa ini menyangkut citra pimpinan mereka, tapi karena kerja mereka amatiran, apa mau dikata selain kita sudah lihat kejadiannya. 

Dari sisi wali kota, tidak ada rilis resmi, jumpa media hanya door stop, dan minimnya melibatkan media dan masyarakat dalam penyelesaian masalah. Padahal, latar belakang M. Farhan yang seorang presenter kondang di berbagai stasiun televisi swasta harusnya perlu dimaknai dengan kapabilitas membangun relasi media dan kapasitas dalam membangun citra baik. Sikap ini bagi sebagian media dan masyarakat dianggap terlalu datar dan bahkan terkesan dingin. 

Sikap ‘cicing wae’ (sikap tidak menghiraukan, cuek, dan ala kadarnya) yang ditunjukkan Wali Kota M. Farhan lagi – lagi disorot, pasalnya, ini seperti meneruskan rapor merah komunikasi pejabat negara dan daerah yang buruk. Kesan melempar kesalahan ke bawahannya seperti penekanan bahwa itu adalah miskomunikasi, bukan agenda resmi, jawaban mengelak dengan argumen ‘saya juga kaget’, dll membuat masyarakat tidak puas dan kecewa.

Jawaban yang muncul seolah – olah memposisikan wali kota tidak bertanggung jawab dan ‘cukup tahu’ saja. Padahal jawaban dari wali kota adalah sebuah tanggung jawab moral dari kesalahan berupa mengorbankan waktu belajar dan istirahat siswa-siswi sekolah SDN 117 Batununggal. Sebuah aib besar bagi Farhan dalam kemampuan komunikasi krisisnya dan rapor merah di tahun pertamanya sebagai Wali kota Bandung. 

Wali kota juga gagal memberikan solusi konkret dan kesannya hanya janji, bukan akselerasi percepatan penanganan. Sejauh ini tidak ada teguran, tidak ada proses nyata untuk menghukum petugas yang lalai, atau upaya pencarian fakta. Solusi yang ada hanya ‘kunjungan ulang dan permohonan maaf’, klise dan terkesan menyepelekan. Kunjungan ulang justru hanya akan memperdalam luka kolektif dan akan menghancurkan citra wali kota dan permintaan maaf bagi kalangan tertentu jelas akan dianggap angin lalu. 

Dari sisi guru dan siswa-siswi, ini memunculkan perasaan dari yang awalnya merasa ‘diperhatikan’ menjadi perasaan ‘ditinggal’, ‘dipermainkan’, dan ‘dipandang sebelah mata’. Perasaan ini nantinya akan memunculkan memori kolektif yang buruk terutama bagi Wali Kota. Sudut pandang anak juga mungkin akan memunculkan euforia ‘als ik een heer wali kota wass’ (andai aku seorang bapak wali kota), sebuah dendam sosial yang tumbuh dari ingatan negatif akan tindakan teledor seperti dengan apa yang dilakukan bangsa kolonial dulu di Kota Kembang ini. 

Kejadian ini juga terjadi tepat di momen hari guru, sebuah kejadian yang benar–benar akan membinasakan citra wali kota. Hari yang seharusnya sakral, terhormat, dan menjadi renungan bersama akan kepahlawanan seorang guru berubah menjadi hari penuh umpatan, penyesalan, dan tangisan hanya karena ulah segelintir petugas. 

Masyarakat juga menilai ini sebagai performa buruk kinerja Pemkot Bandung. Peristiwa ini akan dinilai sebagai bentuk pengabaian kepada masyarakat. Media sosial yang sifatnya cepat dan up to date akan terus memperbarui informasi masyarakat dan itu hampir mustahil dibendung.

Jika kita melihat bagaimana masyarakat sudah muak dengan tindakan ngawur dan asal–asalan pejabat sebelumnya, maka kejadian ini akan menambah catatan merah pemerintah. Hasilnya? Kepercayaan jelas akan dengan cepat terkikis habis dan sirna. Pemerintah yang berdiri diatas kepercayaan publik bisa goyah bila peristiwa ini tidak ditangani dengan baik. 

Maka untuk Walikota kita, peristiwa ini jelas bukan peristiwa sembarangan. Ini adalah cacat logika dan mental pemerintah kita dalam menjalankan negara. Pemerintah sekali lagi dengan hebatnya menggerus citra mereka sendiri dengan tindakan yang tidak sepatutnya. Siswa-siswi yang seharusnya belajar, guru yang seharusnya mengajar, dan kegiatan pendidikan yang sepatutnya terus berjalan di hari itu dirusak sia-sia selama 5 jam lamanya oleh tindakan teledor dari pemerintah.

Jawaban yang diterima juga klise dan tidak menjawab. Pada akhirnya, penyelesaian yang kacau, metode pendekatan yang salah, dan komunikasi yang bobrok akan meninggalkan kesan mendalam mengenai “ada apa dengan Kota Kembang ini?” (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Falah Habib Nurrohman
Mahasiswa Digital PR Telkom University angkatan 2024

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)