Banjir Cibaduyut Bandung: Kegagalan Pemkot Bandung dalam Pengelolaan Drainase

3 menit baca
Novrandi Aqilah
Ditulis oleh Novrandi Aqilah diterbitkan
Genangan air menghambat arus lalu lintas di Jalan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Sabtu 29 November 2025 (Sumber: Novrandi Aqilah | Foto: Novrandi Aqilah)
Genangan air menghambat arus lalu lintas di Jalan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Sabtu 29 November 2025 (Sumber: Novrandi Aqilah | Foto: Novrandi Aqilah)

Cibaduyut sudah lama dikenal luas sebagai ikon pariwisata lokal kebanggaan Kota Bandung, wisatawan luar Kota Bandung sering berbondong-bondong datang membeli sepatu kulit berkualitas tinggi. Namun, kejayaan ini mendadak pudar ketika hujan deras mengguyur dan menciptakan banjir.

Setiap musim hujan, banjir sering melanda Jalan Raya Cibaduyut, genangan air dapat mencapai 40 cm, mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Selain musibah alam, insiden ini adalah akibat dari kegagalan Wali Kota Bandung M. Farhan secara sistemik dalam manajemen drainase, yang tidak mampu mengatasi tingkat air yang tinggi.

Data yang ditunjukkan pada lapangan bahwa curah hujan dengan intesitas sedang saja sudah dapat mengubah jalan raya Cibaduyut menjadi sungai dadakan. Kondisi ini diperparah oleh kontur jalan yang cekung di bawah jembatan tol yang menjadi kolam penampungan air raksasa tanpa saluran pembuangan yang memadai.

Sistem drainase di Cibaduyut tidak cukup menampung air hujan yang sangat banyak. Selain itu, penumpukan sampah membuat saluran air tersumbat. Sampah yang menumpuk menyebabkan gorong-gorong kecil meluap, sementara peningkatan penduduk semakin memperburuk kondisi karena lahan resapan diubah menjadi area permukiman.

Genangan banjir melumpuhkan lalu lintas di Cibaduyut yang menyebabkan macet berkepanjangan, serta menyebabkan kerugian para pedagang sepatu dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang jalan. Masyarakat kehilangan mobilitas harian dan hadapi risiko kesehatan dari air kotor, kawasan ini sebagai pusat industri sepatu legendaris Bandung, semakin terpuruk karena banjir berulang merusak barang dagangan dan infrastruktur jalan.

Kerugian ekonomi yang dialami oleh para pengrajin dan pemilik toko di sepanjang jalan ini tentu tidaklah sedikit akibat akses yang tertutup total. Wali Kota Bandung perlu menyadari bahwa membiarkan Cibaduyut terus-menerus kebanjiran sama saja dengan membiarkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung hanyut terbawa air.

Tumpukan sampah memenuhi saluran air di Jalan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Minggu 30 November 2025 (Sumber: Novrandi Aqilah | Foto: Novrandi Aqilah)
Tumpukan sampah memenuhi saluran air di Jalan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Minggu 30 November 2025 (Sumber: Novrandi Aqilah | Foto: Novrandi Aqilah)

Wisatawan luar kota kini mulai berpikir dua kali untuk datang berbelanja sepatu di Cibaduyut saat musim hujan tiba. Toko-toko yang dulu selalu ramai pengunjung kini sering terlihat sepi dan merana karena akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Tampaknya Wali Kota Bandung terlalu sibuk memperbaiki tampilan pusat kota sehingga melupakan aspek penting di daerah penyangga ekonomi ini. Ketimpangan pembangunan infrastruktur ini menciptakan rasa ketidakadilan bagi warga Cibaduyut.

Pompa air yang selama ini diandalkan oleh pemerintah kota seringkali tidak berfungsi dengan baik saat dibutuhkan dalam kondisi darurat. Penanganan reaktif seperti penyedotan air sementara telah terbukti tidak efektif menyelesaikan akar masalah dari banjir menahun ini.

Wali Kota Bandung diharapkan segera menurunkan tim ahli untuk meninjau kembali tata kelola air dan drainase di kawasan Cibaduyut. Agar anggaran untuk perbaikan tidak terbuang sia-sia tanpa hasil, perencanaan tata kota yang matang harus didasarkan pada data lapangan yang akurat.

Masyarakat Cibaduyut tidak membutuhkan wacana politik atau janji manis, melainkan langkah nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya. Pengerukan sedimentasi sungai dan pelebaran drainase utama harus dieksekusi secepat mungkin tanpa menunggu korban materi lebih banyak lagi.

Menyelamatkan Cibaduyut dari ancaman banjir berarti menyelamatkan salah satu identitas ekonomi dan sejarah penting yang dimiliki Kota Bandung. Jangan biarkan sentra sepatu legendaris ini tenggelam hanya karena ketidakpedulian pemerintah kota terhadap infrastruktur dasarnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)