Bandung Kota Talenta: Ketika Creative Hub Menjadi Talenta Hub

4 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Bandung Talenta Hub adalah impian untuk mewujudkan Centre of Human Capital Development di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Sewupari Studio)
Bandung Talenta Hub adalah impian untuk mewujudkan Centre of Human Capital Development di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Sewupari Studio)

Bandung bukan sekadar kota pendidikan. Dengan banyak perguruan tinggi, sekolah unggulan, dan komunitas kreatif yang dinamis, Kota ini menyimpan potensi besar menjawab tantangan skill gap dan menyiapkan generasi unggul. Namun, potensi riset dan inovasi/kreativitas yang lahir dari kampus dan komunitas kerap berhenti di jurnal dan media sosial, tanpa terhubung dengan kebijakan daerah maupun dunia usaha.

Dalam rangka mempercepat transformasi SDM, Pemerintah Kota Bandung membuka pintu kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, dunia usaha, media, dan komunitas. Bentuk kolaborasi ini meliputi riset bersama, kurikulum berbasis industri, program magang atau praktik lapangan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan kolaboratif lainnya.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem Bandung Smart City. Komitmen ini semakin nyata, ketika pada bulan Maret 2025, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan optimalisasi peran Bandung Creative Hub (BCH).

Fasilitas ini dikelola oleh UPTD Padepokan Seni, Kreativitas dan Kebudayaan di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung. BCH menjadi ruang inkubasi 17 subsektor ekonomi kreatif, bekerja sama dengan Sarinah, Bank BJB, dan Dekranasda Kota Bandung. Tujuannya untuk mendukung seniman, desainer, pelaku UMKM kreatif agar ide-idenya berdampak bagi masyarakat.

Gagasan BCH menunjukkan bagaimana kreativitas bisa menjadi motor pertumbuhan kota. Namun, agar potensi tersebut tidak berhenti pada produk semata. Bandung seyogyanya membutuhkan wadah yang mampu menghimpun, mengasah, dan menghubungkan talenta lintas bidang. Dari sini lah lahir gagasan Bandung Talenta Hub.

Bandung Talenta Hub

Kemajuan era digitalisasi membawa perubahan cukup besar terkait operasi Bisnis UMKM dan interaksinya dengan pelanggan. (Sumber: Pexels/Ivan Samkov)
Kemajuan era digitalisasi membawa perubahan cukup besar terkait operasi Bisnis UMKM dan interaksinya dengan pelanggan. (Sumber: Pexels/Ivan Samkov)

Bandung Talenta Hub adalah impian untuk mewujudkan Centre of Human Capital Development di Kota Bandung. Sebuah Kawah Candra Dimuka pengembangan talenta unggul berkelanjutan, yang tidak hanya berdaya saing lokal, tetapi nasional dan global.

Orientasi utama Talenta Hub mencakup empat hal, yaitu: membangun ekosistem kolaborasi, inkubasi talenta, penyediaan jembatan karier (career bridge), dan pengembangan berkelanjutan.

Dalam lingkup pemerintah, Talenta Hub mempunyai dua wajah yang tidak bisa dipisahkan. Di satu sisi ada ASN sebagai pelayan publik, di sisi lain ada masyarakat sebagai pihak penerima layanan. Oleh karena itu, Talenta Hub hadir untuk menjangkau dua sasaran utama, yakni publik dan ASN.

Talenta Hub Publik, fokus pada pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda. Programnya mencakup talent mapping publik dan skill academy (pelatihan vokasi, digital, hingga green economy), startup & UMKM incubator, serta career bridge yang menghubungkan pendidikan dengan dunia kerja. Tujuannya untuk memperkuat daya saing generasi muda, menekan angka pengangguran, dan menumbuhkan wirausaha baru.

Talenta Hub ASN, ditujukan untuk memperkuat birokrasi berbasis talenta. Strateginya meliputi talent mapping ASN melalui sistem digital; reskilling dan upskilling di bidang pelayanan publik, smart city, dan digital governance; talent mobility berbasis data untuk rotasi dan promosi; serta inkubator inovasi ASN, guna memperkuat mindset perubahan, membangun kompetensi digital yang humanis, mengembangkan budaya kerja modern, serta melahirkan terobosan pelayanan publik yang cepat, sederhana, dan berdampak.

Kolaborasi keduanya menghadirkan ekosistem talenta yang utuh. Masyarakat lebih kompetitif, dunia usaha tumbuh, pelayanan publik membaik, dan ASN memiliki arah karier yang jelas.

Dengan visi ini, Bandung Talenta Hub mendukung misi Kota Bandung untuk meningkatkan kualitas hidup warganya, sekaligus memperkuat peran Bandung sebagai kota pendidikan dan inovasi nasional.

Bandung Spirit 2025

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)

Sejarah mencatat Bandung sebagai kota gagasan global melalui Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Kini, semangat itu dapat dihidupkan kembali melalui Bandung Spirit 2025. Semangat menyatukan masyarakat dan birokrasi dalam membangun kota berbasis infrastruktur talenta.

Dari sisi kelembagaan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting dalam Talenta Hub Publik, setidaknya akan melibatkan Dinas Pendidikan mengkoordinasikan talent mapping publik dan skill academy. Disnaker dan Disdagperin fokus pada career bridge, link and match dunia usaha dan dunia industri. Dispora dan Diskop UMKM mengawal pengembangan talenta muda, startup dan UMKM incubator bersama komunitas kreatif. Dan Bapperida menyelaraskan arah riset, inovasi, dan pembangunan jangka panjang kota.

Adapun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tetap menjadi episentrum aktivitas operasional fisik dan inkubasi kreatif kota Bandung melalui BCH. Tulang punggung sosialisasi, kampanye dan publikasi, untuk memastikan Bandung Talenta Hub berjalan terintegrasi, transparan, dan terdigitalisasi diperankan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika.

Sementara itu, peran OPD dalam Talenta Hub ASN melibatkan BKPSDM sebagai leading sector untuk talent mapping, reskilling dan upskilling, dan talent mobility. Bapperida untuk mendukung riset, inovasi, dan pengukuran kinerja birokrasi. serta Inspektorat untuk memastikan tata kelola dan akuntabilitasnya. Lebih jauh, peran pembinaan dari LAN, BKN, dan Kementerian PANRB penting dalam pengelolaan mobilitas talenta lintas instansi pemerintah.

Dengan hadirnya Talenta Hub dua wajah ini, Bandung menggagas model baru pembangunan kota berbasis manusia dan talenta. Sebuah pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada infrastruktur manusia sebagai fondasi peradaban kota.

Jika Yogyakarta dikenal sebagai Kota Pelajar, maka Bandung berpotensi menjadi Kota Talenta, tempat lahirnya generasi unggul yang tidak hanya berprestasi di kampus, tetapi juga mampu mengubah wajah birokrasi, dunia usaha, dan masyarakat secara nyata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)