Siklus Tahunan yang Tak Kunjung Diakhiri di Kota Bandung

3 menit baca
Irene Putri
Ditulis oleh Irene Putri diterbitkan
Banjir yang terjadi akibat tersumbatnya saluran air di Gang Nangkasuni, (07/03/2025). (Sumber: Irene Sinta)
Banjir yang terjadi akibat tersumbatnya saluran air di Gang Nangkasuni, (07/03/2025). (Sumber: Irene Sinta)

Banjir yang terus terjadi di Bandung menunjukkan bahwa ada persoalan serius yang belum terselesaikan, sebab setiap tahun warga kembali terdampak dan hidup mereka selalu terganggu. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan masyarakat, sebab peristiwa banjir terjadi berulang meski berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah.

Hujan lebat memicu genangan luas di berbagai wilayah, sehingga aktivitas warga terganggu dan mobilitas mereka terhambat signifikan. Air yang terus meningkat memasuki permukiman warga, sehingga peralatan rumah rusak dan kondisi lingkungan menjadi tidak aman terus.

Di Wastukencana setinggi setengah meter merendam rumah warga, sehingga keluarga mengungsi demi menjaga keselamatan mereka. Genangan tinggi membuat warga kehilangan kenyamanan rumah, sehingga mereka menghadapi tekanan besar selama musim hujan berlangsung terus.

Di Mekarrahayu arus deras menyeret dua mobil warga, sehingga situasi darurat muncul dan kerusakan tidak dapat dihindari. Rumah di sekitar lokasi terendam air luapan saluran, sehingga warga terpaksa menyelamatkan barang berharga sebelum kondisi memburuk.

Beberapa titik, jalan tak bisa dilewati akibat tergenang, sehingga kegiatan masyarakat terganggu dan kendaraan pun rusak parah.Kondisi tersebut memaksa warga mencari jalur alternatif, sehingga perjalanan menjadi lebih lama dan risiko keselamatan semakin meningkat.

Keluarga yang rumahnya kebanjiran mengalami beban mental yang tidak ringan, sebab keamanan dan kenyamanan mereka ikut terpengaruh selama musim hujan. Mereka harus menjaga kesehatan keluarga dengan keterbatasan fasilitas, sehingga situasi darurat semakin berat bagi kelompok rentan setempat.

Catatan BPBD menunjukkan banjir sebelumnya merendam ribuan rumah warga, sehingga masalah ini bersifat struktural dan penanganan berkelanjutan. Data tersebut menegaskan bahwa banjir bukan peristiwa sporadis, sehingga evaluasi menyeluruh penting dilakukan demi mengurangi risiko besar.

Penyebab banjir tidak hanya berasal dari hujan intens, sehingga pemahaman menyeluruh diperlukan untuk merumuskan langkah mitigasi tepat. Perubahan tata guna lahan memperburuk penyerapan air permukaan, sehingga potensi luapan meningkat dan genangan mudah terbentuk cepat.

Drainase yang tidak memadai membuat aliran air meluap ke permukiman, sehingga risiko banjir meningkat pada hujan deras. Saluran yang tersumbat oleh sampah menghambat aliran air, sehingga genangan terbentuk cepat dan merusak lingkungan sekitarnya parah.

Pembangunan yang mengabaikan jalur air memperparah kondisi banjir, sehingga wilayah rawan semakin sulit pulih setelah hujan deras. Kurangnya pengawasan tata ruang mempercepat kerusakan lingkungan, sehingga potensi bencana meningkat meskipun peringatan terus disampaikan kepada masyarakat.

Pemerintah memang sudah melakukan evakuasi dan memberikan bantuan darurat, tetapi kondisi tersebut belum mampu menyelesaikan persoalan banjir secara mendasar. Karena itu, M. Farhan perlu melihat bahwa penanganan jangka pendek saja tidak cukup untuk melindungi warga Bandung.

Upaya darurat selama ini belum mampu mengatasi banjir berkepanjangan yang intensitasnya terus meningkat. Bandung membutuhkan terobosan besar dalam perbaikan infrastruktur agar tidak terus terjebak dalam bencana tahunan yang sama.

Baca Juga: Nasib Naas Warga Sekitar Podomoro Park, Banjir Kiriman Jadi Rutinitas Musim Hujan

Perencanaan jangka panjang terkait pengelolaan sungai dan ruang terbuka hijau masih belum terlihat kuat dalam kebijakan yang ada. Pemerintah kota di bawah kepemimpinan M. Farhan harus bergerak lebih progresif dan berbasis kajian ilmiah agar penanganan banjir tidak hanya reaktif.

Banjir yang terus berulang menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di Kota Bandung masih jauh dari memadai. Situasi ini menuntut M. Farhan untuk melakukan perubahan menyeluruh terhadap kebijakan tata ruang, bukan hanya perbaikan kecil yang tidak menyentuh akar masalah.

Seluruh kebijakan penanganan banjir harus berbasis data akurat agar langkah yang diambil tidak salah sasaran. Wali Kota M. Farhan perlu memastikan bahwa setiap program mitigasi dilakukan secara konsisten, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kerja sama pemerintah dan masyarakat penting, tetapi arahnya harus jelas agar partisipasi warga tidak menjadi sia-sia. Karena itu, M. Farhan harus meninjau kembali arah pembangunan kota agar risiko banjir dapat ditekan secara signifikan di masa depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)