Banjir Bandang Cililin Bukan Lagi Bencana Tahunan, Tapi Alarm Kerusakan Hulu Bandung Barat

2 menit baca
Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
Seorang pekerja sedang membersihkan wisata kuliner Lembah Curugan Gunung Putri yang diterjang banjir bandang, pada Kamis 4 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Seorang pekerja sedang membersihkan wisata kuliner Lembah Curugan Gunung Putri yang diterjang banjir bandang, pada Kamis 4 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)

AYOBANDUNG.ID - Banjir bandang yang menerjang aliran Sungai Cibitung di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Kamis 4 Desember 2025, bukan hanya soal intensitas hujan yang tinggi. Arus coklat yang membawa lumpur, batang sayuran, dan material tanah itu menegaskan satu hal: kawasan hulu Bandung Barat kian kehilangan daya tahannya.

Air bah menyapu sedikitnya 5 hektare lahan pertanian, puluhan ton ternak ikan, serta merendam sentra wisata kuliner yang menjadi penggerak ekonomi warga. Banjir terjadi menjelang sore, tetapi jejak kerusakan yang ditinggalkannya bertahan hingga berhari-hari.

Fenomena itu dipicu curah hujan ekstrem, namun diperparah oleh kondisi hulu di kawasan Ciwidey yang kian terbuka. Pembukaan lahan hutan untuk pertanian membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap hujan, sehingga debit air meningkat lima kali lipat dibanding kondisi normal. Sungai yang semestinya menahan aliran permukaan tak lagi sanggup meredam energi derasnya hujan.

Taufik (63), pemilik wisata kuliner Lembah Curugan Gunung Putri, merasakan langsung hantaman air.

“Kejadian banjir kemarin sekitar pukul 15:00 WIB, air dari sungai naik ke atas masuk ke kolam renang dan kolam ikan. Memang dari hulu hujan deras terus di sana hutan sudah dibuka jadi lahan pertanian semua, makanya selain air bawa juga lumpur dan pohon cabai,” ujarnya saat ditemui, Jumat 5 Desember 2025.

Menurutnya, banjir dari Sungai Cibitung memang terjadi setiap tahun, namun kali ini jauh lebih parah.

“Biasanya memang ada banjir, tapi gak pernah terjadi seperti ini. Itu karena lahan hutan di atas sudah gundul jadi pertanian. Ketinggian air lebih dari 3 meter dengan arus sangat deras,” katanya.

Tempat wisata miliknya luluh lantak. Saung lesehan tersapu, kolam renang terkubur lumpur setebal 60 sentimeter, dan 20 ton ikan hilang dalam sekejap. Ia dan pekerjanya kini sibuk membersihkan area serta menyelamatkan sisa ikan yang masih hidup.

“Ikan 20 ton habis, operasi tempat wisata dan kuliner berhenti sementara karena kita perlu bersihkan dulu lumpur. Kita harap tolong jangan semua lahan hutan dilepas jadi pertanian karena kalau dibiarkan bencana bakal terus terjadi,” tuturnya.

Dari sisi pemerintah, Sekda Bandung Barat Ade Zakir menuturkan penanganan darurat sudah dilakukan. Laporan yang masuk tak hanya berkaitan dengan rusaknya sawah dan tempat wisata, tetapi juga sejumlah titik longsor yang memutus akses warga.

“Kami utamakan kepentingan masyarakat dulu. Memang ada beberapa rumah, tempat wisata, dan lahan pertanian yang terdampak. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya di lokasi.

Ia mengakui bahwa banjir kali ini dipicu dua faktor utama: cuaca ekstrem dan alih fungsi lahan di hulu.

“Pemicunya kemungkinan memang seperti itu (alih fungsi lahan). Disamping barangkali curah hujan tinggi. Kami sudah diingatkan kemarin oleh BMKG soal kesiapsiagaan cuaca ekstrem. Selain itu alih fungsi lahan juga jadi konsen kami,” jelas dia.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)