Suara 'Bruk' dari Bandung Barat: Pesona Alam Curug Bugbrug yang Masih Asri

3 menit baca
Farid Ahmad Faruqi
Ditulis oleh Farid Ahmad Faruqi diterbitkan
Pemandangan Curug Bugbrug di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Minggu (09/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Farid Ahmad Faruqi)
Pemandangan Curug Bugbrug di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Minggu (09/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Farid Ahmad Faruqi)

Langkah kaki terasa ringan saat menapaki jalan setapak menuju Curug Bugbrug. Udara sejuk khas pegunungan berpadu dengan suara gemericik air yang semakin jelas terdengar di antara pepohonan. Dari kejauhan, aliran air jatuh dari tebing tinggi membentuk suara bruk-bruk-bruk yang khas. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Curug Bugbrug menawarkan keindahan alam yang masih alami dan menenangkan, Minggu (09/11/2025).

Nama “Bugbrug” berasal dari Bahasa Sunda yang berarti air yang jatuh bertumpuk-tumpuk. Suara derasnya aliran air yang bergemuruh dari kejauhan membuat masyarakat sekitar menamainya Curug Bugbrug.

“Kalau orang tua dulu bilangnya airnya tuh ‘bruk-bruk-bruk’, makanya disebut Curug Bugbrug,” ujar Mansur, pengelola sekaligus perintis kawasan wisata alam tersebut.

Mansur mulai mengelola Curug Bugbrug sejak akhir tahun 1990-an dengan inisiatif pribadi sebagai warga sekitar. Ia melihat potensi alam yang sayang jika tidak dikembangkan menjadi tempat wisata. Pengelolaan dilakukan secara sederhana, melibatkan warga dan petani sekitar. Namun sempat terhenti karena persoalan lahan dan kesepakatan antar pemilik tanah. Setelah pandemi melanda, pengelolaan kembali aktif. Mansur bersama warga desa dan kelompok tani berkolaborasi membuka kembali akses wisata agar kawasan ini tetap hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kini, Curug Bugbrug tampil dengan konsep wisata alam yang mempertahankan keaslian lingkungannya. Jalur menuju lokasi masih berupa tanah yang dikelilingi pepohonan rindang, sementara udara sejuk pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Pemandangan air terjun yang jatuh bertingkat menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto atau sekedar duduk menikmati suasana alam.

Selain pemandangan air terjun, area sekitar curug juga sering dimanfaatkan untuk aktivitas berkemah dan kegiatan sekolah seperti pramuka. Pengunjung yang datang kebanyakan berasal dari sekitar Bandung, tapi mulai banyak juga wisatawan luar kota bahkan mancanegara yang tertarik menikmati kesejukan alam di sini.

“Sekarang udah banyak yang datang dari luar, ada juga yang nge-camp, soalnya suasananya masih alami,” tutur Mansur.

Fasilitas dasar seperti musala, toilet, dan warung kecil sudah tersedia. Di bagian atas, terdapat penginapan sederhana yang dikelola warga untuk wisatawan yang ingin bermalam. Pengelolaan berbasis masyarakat membuat kawasan ini bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Setiap hari ada petugas yang membersihkan area curug dan menjaga kebersihan lingkungan. Di berbagai titik sudah disediakan tempat sampah untuk mengurangi limbah dari pengunjung.

Meskipun begitu, tantangan masih ada. Karena sebagian besar lahan merupakan milik warga, pengelola perlu terus berkoordinasi agar kegiatan wisata tidak menggangu aktivitas pertanian. Upaya menanam kembali pohon dan menjaga aliran air dilakukan bersama-sama agar keseimbangan alam tetap terjaga.

Sejumlah wisatawan menikmati kesejukan Curug Bugbrug yang tetap terjaga keasriannya di Kabupaten Bandung Barat. Liputan pada hari Minggu (09/11/2025). (Sumber: Farid Ahmad Faruqi | Foto: Farid Ahmad Faruqi)
Sejumlah wisatawan menikmati kesejukan Curug Bugbrug yang tetap terjaga keasriannya di Kabupaten Bandung Barat. Liputan pada hari Minggu (09/11/2025). (Sumber: Farid Ahmad Faruqi | Foto: Farid Ahmad Faruqi)

Suasana tenang dan pemandangan alami membuat Curug Bugbrug menjadi pilihan wisata bagi mereka yang ingin menepi dari hiruk-pikuk kota. Banyak pengunjung yang datang untuk sekedar menikmati suara alam dan udara segar khas pegunungan Bandung Barat.

Di akhir wawancara, Mansur menyampaikan harapannya agar Curug Bugbrug bisa terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya sebagai wisata alam yang asri.

“Yang penting kebersihan dijaga, keselamatan juga. Biar alamnya tetap alami seperti sekarang,” harapnya. 

Curug Bugbrug kini menjadi bukti bahwa potensi alam bisa tumbuh dari inisiatif warga lokal. Di balik gemuruh air yang jatuh bertumpuk-tumpuk, tersimpan semangat gotong royong masyarakat Bandung Barat dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)