Dari Bandung 'Balakecrakan' ke Lengkong Kecil 'Culinary Night'

5 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Kuliner malam di Lengkong Kecil, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Kuliner malam di Lengkong Kecil, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

MENDENGAR nama Jalan Lengkong Kecil mungkin dulu banyak orang mengerutkan kening. Kalaupun ada yang tahu mungkin mereka akan menjawab itu adalah nama sebuah jalan di Kota Bandung dengan batas di sebelah barat Lengkong Besar dan di sebelah timur Jalan Karapitan.

Atau mungkin mereka ada yang bilang bahwa Lengkong Kecil adalah sebuah jalan tempat berdirinya SMAN 7 Bandung, sebuah sekolah tempat sekolahnya para artis dan tak sedikit pula yang bilang tempat berkumpulnya anak-anak nakal yang suka tawuran.

Saya tahu betul jalan ini karena tiga tahun bersekolah di SMAN 7 dan selama tiga tahun itu pula saya belum pernah ikut tawuran, dan saya mengiyakan kalau sekolah itu disebut sekolah para artis sebab saya tahu rocker Nicky Astria dan Ina Rawie satu almamater dengan saya.

Dulu, di era 86 an sore-sore--kalau pulang sekolah siang---Jalan Lengkong Kecil sepi. Para pedagang yang tampak hanya satu dua---selebihnya rumah tinggal, perkantoran, hingga toko kecil. Tetapi, jauh berbeda dengan kini, bahkan dari pukul 14.00 sudah tampak pedagang yang mendorong roda dagangannya dan membuka tendanya untuk siap-siap berdagang di Lengkong Culinary Night.

Lengkong Culinary Night---buka mulai pukul 17.00-24.00 WIB---konon pertama kali buka tahun 2018, menawarkan pengalaman kuliner yang beragam dan memuaskan. Ratusan pedagang yang berupa tenda, roda, hingga ruko permanen menawarkan jajanan dari jajanan ringan hingga hidangan berat, semua bisa dinikmati di satu tempat. Tak heran, Lengkong Kecil kini menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pecinta kuliner malam.

Dikenal sebagai Lengkong Kecil Night Street Food, kawasan ini dipenuhi dengan beragam tempat makanan yang menggugah selera. Mulai dari jajanan ringan hingga hidangan daging, semua bisa ditemukan di sepanjang jalan ini.

Kuliner Pilihan di Lengkong Kecil Bandung

Kuliner malam di Lengkong Kecil, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang/Munna Mudrikah)
Kuliner malam di Lengkong Kecil, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang/Munna Mudrikah)

Berdasarkan observasi langsung dan rekomendasi dari berbagai sumber, berikut adalah tempat-tempat kuliner yang layak dikunjungi di kawasan ini:

1. Warung Steak Simantan

Sebuah warung yang menyajikan hidangan steak dengan konsep kaki lima namun menggunakan daging berkualitas premium. Menu andalannya meliputi berbagai potongan daging seperti porterhouse, t-bone, dan tomahawk.

Pengunjung dapat memilih berbagai jenis saus pendamping mulai dari mushroom, blackpepper, hingga sambal matah yang memberikan cita rasa lokal. Tempat ini kerap ramai pengunjung, sehingga disarankan untuk datang lebih awal atau melakukan reservasi.

2. Kenhotbar

Warung yang menghadirkan konsep BBQ dan yakiniku dengan suasana santai namun modern. Tempat ini menawarkan berbagai pilihan daging panggang seperti ayam BBQ, beef rosu, dan dragon karubi. Tersedia juga paket khusus untuk makan bersama yang berisi aneka jenis daging. Selain BBQ, tersedia pula menu shabu-shabu untuk variasi pilihan.

3. Shinimari Japanese Streetfood

Warung yang mengklaim sebagai penyedia Japanese streetfood pertama di Bandung dengan konsep halal. Menu yang disajikan antara lain beef teriyaki, chicken katsu, dan tempura dengan harga yang relatif terjangkau. Tempat ini menawarkan pelayanan yang cepat dengan cita rasa khas Jepang yang telah disesuaikan dengan selera lokal.

4. District BBQ

Tempat makan yang menyediakan menu BBQ dan hotpot dengan sistem paket untuk beberapa orang. Pilihan dagingnya meliputi meltique dengan berbagai tingkat lemak dan saikoro. Untuk hotpot, tersedia pilihan kuah tomyam yang memberikan sensasi asam pedas segar serta kaldu ayam yang gurih.

5. Mr Cuan Hotpot

Warung hotpot dengan area makan yang luas dan nyaman. Menyediakan berbagai jenis daging berkualitas seperti meltique, karubi, dan wagyu saikoro. Pilihan kuah yang tersedia meliputi tomyam, chicken broth, dan mala bagi yang menyukai sensasi pedas.

6. Kepak Madu Mael

Warung yang terinspirasi dari karakter animasi Upin Ipin, khusus menyajikan sayap ayam panggang. Keistimewaan hidangan ini terletak pada bumbu rempah yang meresap hingga ke dalam daging, menghasilkan tekstur yang lembut dengan ukuran porsi yang memuaskan.

7. Cimol Bojot

Penjual camilan pedas khas Bandung yang menyajikan cimol berukuran kecil dengan taburan bumbu pedas khas. Keunikan rasa terletak pada perpaduan bubuk pedas dengan aroma daun jeruk dan kencur yang memberikan sensasi pedas yang berbeda.

8. Bola Ubi Kopong

Camilan manis yang memiliki karakteristik unik dengan bagian tengah yang berongga dan warna kuning oranye yang menarik. Hidangan ini memberikan cita rasa manis khas ubi yang lezat dan menjadi favorit banyak pengunjung.

9. Pan & Cake Japanese Souffle

Kedai yang menyajikan pancake bergaya Jepang dengan tekstur yang sangat lembut dan mengembang. Tersedia berbagai pilihan rasa mulai dari cokelat, brulee, tiramisu, matcha, hingga varian dengan boba dan cream cheese. Produk ini dikenal karena teksturnya yang sangat fluffy dan menjadi favorit banyak orang.

10. Kaloci

Camilan kenyal yang berasal dari Pontianak, mirip dengan mochi namun tanpa isian. Kaloci disajikan dengan berbagai perasa dan warna-warni menarik, kemudian dilumuri dengan kacang tanah dan gula pasir halus sebagai topping.

Sekelumit Sejarah

Dikutip dari suatu Podcast Keliling (Polling) di You-tube, terungkap bahwa Lengkong Culinary Night berawal pada 2018 di mana para tokoh setempat (Pak RW---termasuk artis Ki Daus) menghendaki adanya ruang untuk berkumpulnya para budayawan untuk mengekspresikan kreativitasnya dan UMKM bisa berjualan.

Dengan demikian, diharapkan tidak ada pengangguran dan bisa meningkatkan perekonomian penduduk setempat. Nama pertamanya adalah Bandung Balakecrakan dengan konsep lesehan.

Menurut Ki Daus---meski bukan penduduk setempat, tapi ia sering nongkrong di situ---dulu era 2018 Jalan Lengkong Kecil itu sepi apalagi saat malam hari. Di sekitar SMA 7 yang dagang bisa dihitung: tukang sate, penjual kue cubit---yang jualan personil band Kuburan---dll. Saat itu, ia bermimpi Jalan Lengkong Kecil bisa menjadi Jalan Malioboronya Yogya.

"Saat itu Wali Kota Bandung masih Ridwan Kamil. Saya berharap kepada pak wali kota ketika itu, para pedagang itu jangan diganggu dulu oleh Satpol PP. Biarkan dulu mereka berjualan, asal tertib, dan buka sore hingga malam," kata Ki Daus.

Sejak itu para pedagang kaki lima berdatangan dari mana-mana--berhenti setahun karena Covid-19---dan mereka datang lagi memenuhi sepanjang Jalan Lengkong Kecil. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)