Nilai Kehidupan dan (5 List Rekomendasi) Kulineran di Bandung  

3 menit baca
Arfi Pandu Dinata
Ditulis oleh Arfi Pandu Dinata diterbitkan
Es Cendol Elizabeth, kuliner legendaris Bandung sejak 1970-an. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Es Cendol Elizabeth, kuliner legendaris Bandung sejak 1970-an. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)

Bicara soal kuliner khas Bandung langsung kebayang segala jenis makanan yang lagi viral. Bandung kayaknya ditakdirkan jadi dapur yang enggak pernah padam. Tempat makan kekinian, tongkrongan estetik, dan oleh-oleh bolu yang dikemas manis.

Meskipun begitu, Bandung juga punya wajah lain. Kuliner adalah diari yang menuliskan pengalaman tentang dinamika kehidupan. Percayalah makanan juga bisa bercerita.

Mungkin tidak ada polesan plating yang mewah, selain mengandalkan mangkuk cap ayam jago. Mungkin enggak ada tabel informasi gizi, jumlah gula, dan kalori seperti citra pada kemasan makanan yang dianggap sehat. Tapi ia sungguh menggugah, bukan hanya soal selera, lebih jauh merekam rintihan dan sumringah dari orang-orang biasa.

Es batu, kaldu, atau topping, saling membalut menghiasi carut marutnya kehidupan yang keras. Dalam kontainer plastik, makanan bukan cuma bisa dihangatkan kembali, tapi yang lebih penting bisa menghangatkan orang-orang di rumah. Take away jadi hadiah kecil. Begitu juga seporsi kecil ricebowl yang secara ajaib bisa mengenyangkan dua panitia event di kampus dan es krim cone dingin yang bisa mencarikan suasana pas ketemu gebetan.

Perkedel Bondon

Di Terminal Stasiun Hall Kebonjati misalnya, malam-malam panjang di Bandung hampir selalu dihabiskan dengan antrian yang tak mau kalah bersaing. Menunggu lima atau sepuluh bulatan perkedel, lamanya seperti gejolak perempuan yang dilacurkan (perdila) menunggu uang datang.

Nama “bondon” adalah kegetiran dari lapisan realitas kota yang diabaikan. Terminal, rel kereta, rumah sakit, dan pasar berbarengan menggoreng bola-bola kentang yang panas. Minyak di atas perapian kayu bakar menyatu dengan denyut hidup para supir, tukang parkir, pelancong, penjaga warung, dan orang-orang muda yang berkeluyuran.

Cuanki PUSDAI

Cuanki, kuliner khasa Bandung (Foto: ist)
Cuanki, kuliner khasa Bandung (Foto: ist)

Lain lagi di Pusat Dakwah Islam (PUSDAI). Di sepanjang trotoar dan halaman rindangnya, para penjual cuanki meracik bumbu mi instan dan diisi tahu, pangsit, serta baso. Pohon sudah seperti atap rumahnya saja, mereka bekerja di tengah gelap dan tak pernah cemburu melihat pelanggan duduk di sembarang amparan tikar.

Di sinilah anak rantauan bisa melamun sambil mengaduk-aduk saus dan kecap seperti kisah hidupnya. Adapun para pekerja lembur yang balik malam juga dipersilahkan membuang kegelisahan menunggu tanggal muda. Di antara lampu senter kecil yang temaram, tukang cuanki memberi layanan yang prima buat mereka yang merana, mengulur waktu malam menunggu datangnya fajar.

Warung Nasi Ema Eyot

Dekat dengan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, orang-orang bukan hanya diajak membaca buku juga lalu-lalang kehidupan. Warung Ema Eyot bertahan dengan aroma kayu bakarnya. Pas Jadwal makan siang, para pegawai singgah di sana. Mereka yang mau menikmati ikan atau ayam goreng dan karedok segar.

Di meja yang berbaris panjang, para pelanggan bergilir menyantap oalahan rumahan. Tanpa nomor antrian ataupun pengawasan CCTV, transaksi hanya mengandalkan sadar diri dan kejujuran. Kesederhanaannya adalah rasa yang sudah banyak hilang di seantero Bandung. Sajian yang apa adanya seakan menjadi jawaban bagi mereka yang menyukai cita rasa otentik dan ketulusan.

Es Cendol Elizabeth

Es Cendol Elizabeth, kuliner legendaris Bandung sejak 1970-an. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Es Cendol Elizabeth, kuliner legendaris Bandung sejak 1970-an. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)

Segar, gurih, dan manis. Makanan legendaris Bandung ini mengajak penikmatnya untuk menyesap cerita H. Rohman. Karena tidak begitu terampil membaca dan menulis, penjual ini sering meminta bantuan Bu Eli yang menuliskan pesanan di bon toko tasnya. Dari kebiasaan itu lahirlah nama ‘Cendol Elizabeth’ (Kumparan, 20 Januari 2024).

Kini rintisan usahanya melesat maju. Pedagang-pedagang kecil di Jalan Otista dan kawasan Astanaanyar berjualan minuman yang sama. Kisah ini merekam cara kegigihan menjawab keterbatasan, lugu dan menggugah. Inilah daya tahan rakyat kecil menghadapi zaman.

Street Food

Dipatiukur, Saparua, Cibadak, hingga Lengkong. Di sana, rakyat kecil merayakan kebersamaan. Bergantung pada gerobak, tanggungan, dan lapak-lapak seadanya.  Dimsum, bebek bakar, steak murah, suki sederhana, atau jajanan musiman yang selalu berganti, dari kue balok lumer sampai cimol pizza.

Warung tenda bisa menyerap tenaga-tenaga kerja baru. Kasir menyambil pramusaji, mengantar mereka yang berkeliling Bandung untuk duduk di atas kursi plastik. Kadang lesehan, kadang datang pengamen, dan kadang kehabisan tisu. Semuanya menunjukkan bahwa ruang-ruang sosial di Bandung masih ada, bercampur tanpa sekat kelas.

Baca Juga: Cuanki, Cari Uang Gak Hanya Modal Janji

Kuliner Bandung, cermin kerakyatan. Bukan hanya soal rasa yang enak dan jadi sumber perhatian para food vlogger. Di sinilah nilai kehidupan terjaga. Makanan dan minuman telah memberi penawaran di tengah kegelisahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)