Cuanki, Cari Uang Gak Hanya Modal Janji

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Bakso Cuanki Gading (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bakso Cuanki Gading (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Cuanki adalah menu yang cukup populer untuk masyarakat Bandung. Hampir di setiap sudut kota cuanki hadir dalam bentuk tradisional menggunakan roda atau modern dalam bentuk restoran.

Bahkan sejak saya kecil, penjual cuanki selalu berkeliling kampung dari satu gang menuju gang lain dengan cara dipikul. Dulu cuanki kuliner yang cukup murah masih dijual seharga Rp.500/pcs. Hingga hari ini penjual gerobak mematok harga yang berbeda, ada yang Rp.2000/3 butir ada pula yang mematok semaunya sesuai dengan segmentasi pasar.

Beberapa nama cuanki di Bandung sudah cukup terkenal hingga ke luar kota, misalnya saja Bakso Cuanki & Batagor Serayu, Tjuankie Stasion, Cuanki Endos, Cuanki Dara Kembar, Cuanki CLBK, Kantin CAB, Cuanki Wildan dan Cuanki Gamuhang.

Beberapa nama cuanki di atas semakin populer semenjak kehadiran media sosial semakin masif. Hadirnya konten kreator tiktok atau youtuber vlog kuliner membuat masyarakat penasaran untuk mencoba kuliner yang bersangkutan.

Cuanki sendiri adalah makanan yang terbuat dari adonan ikan yang gurih dan kenyal dicampur dengan tepung dan bumbu rempah. Pada umumnya cuanki dihidangkan dengan kuah bening hasil rebusan bakso cuanki. Zaman dulu cuanki hanya terdiri dari baso, siomay dan tahu putih. Namun seiring berkembangnya zaman, beberapa pelaku usaha banyak yang membuat inovasi pada cuanki mulai dari kuah dan berbagai jenis isiannya.

Saya mengenal Cuanki dengan kepanjangan "Cari Uang Jalan Kaki" di salah satu radio yang cukup termasyhur di Bandung. Kali ini saya mengunjungi angkringan Bakso Cuanki Gading (Sebrang Yogja Soreang/Gading Tutuka). Penjual Cuanki kini sudah banyak bertranformasi menggunakan gerobak atau berubah menjadi sebuah angkringan. Bahkan beberapa sudah menjadi menu hits di sebuah restoran.

Bakso Cuanki Gading menarik perhatian saya karena kuah yang dihidangkan memiliki beberapa varian mulai dari kaldu sapi, kuah tomyam, kuah creamy, keju hingga ada cuanki kering dengan bumbu balado. Semoga Cuanki Gading tak hanya mengobral janji dengan berbagai inovasinya tapi besar harapan rasanya sesuai dengan ekspektasi.

Saya memesan 1 mangkok Cuanki Tomyam dan 1 mangkok Cuanki Creamy Keju. Hidangan disiapkan dengan cukup sigap, tak perlu menunggu lama, kedua mangkok sudah tersaji di hadapan mata. Semangkok Cuanki kuah Tomyam terdiri dari 1 cuanki siomay, 1 cuanki tahu, tulang rawan, ceker, 1 tahu putih, 1 bungkus citruk dan 1 baso sedang.

Ada yang menarik dengan cuanki gading, tak hanya kuahnya yang bervariasi tapi sajian dengan potongan mentimun menjadi hal baru dalam dunia percuankian. Kuah yang disajikan tidak sepanas tuntutan masyarakat saat ini. Tekstur siomay cenderung lembek jadi tidak ada sensasi bebal saat digigit seperti para pemangku otoritas, tahu keringnya cukup gurih, basonya lembut, ada sensasi baru dari tambahan citruk yang beraroma cikur.

Cuanki Gading memiliki dua varian sambal yang berbeda, satu sambal chili oil dan satu lagi sambal hijau. Hanya saja bagi saya sambalnya terlalu encer, entah harga cabai sedang melonjak atau sengaja dipangkas untuk kepentingan para penguasa.

Bakso Cuanki Kuah Tomyam (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bakso Cuanki Kuah Tomyam (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Tulang rawan yang tersaji tak kalah kurus kerontang, hanya ada serpihan daging yang bisa dimakan. Tapi beruntungnya tertolong oleh satu buah ceker yang gurih dan gemuk, menambah rasa umami pada kuah cuanki.

Sementara cuanki dengan kuah creamy keju lebih kental dibandingkan dengan kuah tomyam. Sangat cocok jika dikonsumsi oleh anak-anak atau orang dewasa yang tidak terlalu suka dengan rasa pedas.

Overall semua hidangan terbantu oleh rasa kuah yang enak dan bercita rasa baru bagi lidah. Adapun kekurangannya hanya pada fasilitas, misalnya tidak tersedia tisu ataupun tempat cuci tangan dan wadah untuk menyimpan sisa tulang yang tak termakan. Sehingga membuat tangan lengket dan menimbulkan rasa yang cukup mengganggu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)