Sejarah Pemekaran Bandung Barat, Disalip Cimahi Sebelum Berdiri Sendiri

4 menit baca
Fira Nursyabani Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Fira Nursyabani , Hengky Sulaksono diterbitkan
Peta Kabupaten Bandung Barat.
Peta Kabupaten Bandung Barat.

AYOBANDUNG.ID - Cimahi lebih dulu jadi kota pada 2001, sementara Bandung Barat harus rela antre sampai 2007. Padahal gagasannya sama-sama muncul sejak awal 1990-an. Pemekaran Bandung Barat bukan sekadar urusan SK Gubernur, tapi juga soal kesabaran panjang menghadapi birokrasi dan tarik-ulur politik.

Pada 1990, Gubernur Jawa Barat Yogie Suardi Memet merancang penambahan jumlah daerah tingkat II di Jawa Barat. Dari 24 daerah, ditargetkan menjadi 42. Bandung Barat masuk dalam daftar itu. Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 30 Tahun 1990 lahir sebagai pijakan awal. Namun, SK hanya jadi lembaran kertas tanpa tindak lanjut.

Baru sembilan tahun kemudian, Bupati Bandung Hatta Djatipermana mengajukan permohonan resmi pemekaran Bandung Barat lewat surat bertanggal 22 Juni 1999. DPRD Kabupaten Bandung cepat menyetujui pada 21 Juli 1999. Dari sini, bola bergulir.

Baca Juga: Sejarah Stroberi Ciwidey, Pernah jadi Sentra Produksi Terbesar dari Bandung Selatan

Lantas, muncul Forum Pendukung Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Barat (FP3KB) dengan Endang Anwar sebagai penggeraknya. Setelah itu, forum lain bermunculan: Forum Peduli Bandung Barat, Forum Pemuda Bandung Barat, hingga Forum Bandung Barat Bersatu. Namanya terdengar seperti lomba bikin akronim, tapi tujuan mereka sama: Bandung Barat harus berdiri sendiri.

Pada November 2001, massa pendukung pemekaran sudah turun ke jalan. Namun Bandung Barat kalah cepat. Cimahi lebih dulu disahkan sebagai kota otonom. Para aktivis Bandung Barat terpaksa menunggu lagi.

Pada 16 November 2002, Endang Anwar dan kawan-kawan mendirikan Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB). Tekanan politik makin kencang. Pada 7 Januari 2004, mereka kembali menggelar demonstrasi.

Pemerintah Kabupaten Bandung akhirnya membentuk Tim Teknis Penataan Wilayah dengan Sekda Abubakar sebagai ketua. Di era Bupati Obar Sobarna, permohonan pembentukan Kabupaten Bandung Barat diajukan kembali pada 23 Agustus 2004.

Kali ini prosesnya lebih lancar. DPRD Jawa Barat menyetujui pada 22 Maret 2005, lalu meneruskan usulan ke Kementerian Dalam Negeri. Setelah bertahun-tahun terkatung-katung, pemekaran Bandung Barat akhirnya masuk jalur yang tepat.

Pada 2 Januari 2007, DPR RI mengesahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat. Enam bulan kemudian, 19 Juni 2007, Menteri Dalam Negeri ad interim, Laksamana (Purn.) Widodo Adi Sutjipto, meresmikan Bandung Barat sebagai kabupaten baru. Tanggal itu ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga: Sejarah Pemekaran Cimahi, Kota Tentara yang Lepas dari Bayangan Bandung

Drs. Tjatja Kuswara ditunjuk sebagai pejabat bupati. Setahun kemudian, 8 Juni 2008, Abu Bakar terpilih sebagai bupati pertama lewat pemilu kepala daerah. Awalnya Bandung Barat memiliki 15 kecamatan, lalu bertambah satu pada 2011 ketika Saguling resmi berdiri sebagai kecamatan mandiri. Ngamprah ditetapkan sebagai ibu kota pemerintahan.

Luas Kabupaten Bandung Barat mencapai 1.305,77 km persegi, mencakup kawasan wisata Lembang yang dingin hingga Padalarang yang sibuk dengan industri dan lalu lintas. Namun sejarah kelahirannya tidak lepas dari perjalanan panjang: forum-forum yang silih berganti, spanduk tuntutan, aksi massa, dan birokrasi yang berbelit.

Sejak 19 Juni 2007, Bandung Barat resmi mengurus rumah tangganya sendiri. Pemekaran ini menjadi bukti bahwa lahirnya sebuah kabupaten baru di Indonesia bukan hanya soal garis di peta, tapi juga hasil dari kesabaran panjang, perjuangan warga, dan politik yang penuh intrik.

Padalarang di Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Padalarang di Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Usulan Rebranding jadi Kabupaten Batulayang

Belakangan, muncul gagasan baru untuk kabupaten yang baru berdiri ini: mengganti nama Kabupaten Bandung Barat. Ide ini digaungkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dikenal gemar bermain simbol dan narasi budaya Sunda.

Ia melempar wacana agar Bandung Barat berganti nama menjadi Kabupaten Batulayang. Alasannya, Bandung Barat dianggap terlalu administratif dan dingin. “Batulayang” terdengar lebih punya ruh, sekaligus merujuk pada toponimi lokal yang dianggap lebih berkarakter.

Bandung Barat memang terdengar praktis, sekadar penunjuk arah mata angin. Tapi rupanya dianggap kurang gagah untuk sebuah kabupaten. Dan lagi, arah mata angin ini dinilai problematis. Dari Lembang orang menyebutnya barat, tapi dari Cianjur bisa jadi timur, sementara bagi Purwakarta malah selatan.

Baca Juga: Batulayang Dua Kali Hilang, Direbus Raja Jawa dan Dihapus Kompeni Belanda

Singkatnya, kabupaten ini selalu didefinisikan dari sudut pandang orang lain. Lebih sial lagi, ia tak pernah bisa lepas dari bayang-bayang Kota Bandung. Nama yang lahir dari kompromi politik di awal 2000-an itu, kata Dedi, sejak awal tak punya karakter kuat.

Lantaran hal tersebut, muncullah ide rebranding. Nama Batulayang sendiri memang tak asing dalam catatan sejarah Priangan. Pada 1802, Batulayang pernah menjadi kabupaten sendiri, sejajar dengan Sumedang dan Sukapura. Wilayahnya membentang dari Kopo sampai Rongga. Sayangnya, umur Kabupaten Batulayang pendek: pemerintah kolonial Belanda meleburkannya ke Kabupaten Bandung.

Kini, Batulayang tinggal nama desa di Kecamatan Cililin. Tapi sejarah itu cukup untuk jadi alasan menghidupkannya kembali. Nama itu dianggap lebih gagah berwibawa. Lagipula, nama daerah di Priangan biasanya merujuk pada toponimi lokal, bukan sekadar petunjuk arah.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)