Sejarah Pemekaran Cimahi, Kota Tentara yang Lepas dari Bayangan Bandung

3 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Logo Kota Cimahi.
Logo Kota Cimahi.

AYOBANDUNG.ID - Cimahi itu unik. Luasnya kecil, tapi jejak sejarahnya panjang. Kota ini lahir dari sebuah sungai, dibesarkan oleh barak-barak militer, lalu dibentuk ulang oleh surat keputusan pemerintah. Jadilah Cimahi, kota tentara yang akhirnya bisa mengurus rumah tangganya sendiri.

Cimahi pernah dianggap cuma anak bawang Kabupaten Bandung. Seiring waktu, kota kecil ini belajar mandiri: dari sekadar kecamatan, naik jadi kota administratif, sampai akhirnya berani menuntut otonomi. Tahun 2001, tuntutan itu terkabul, Cimahi pun resmi berdiri sendiri, tak lagi sekadar bayangan Bandung.

Jejak asal-usul Cimahi berangkat dari sebuah sungai. Nama “Cimahi” diyakini berasal dari kata ci (air) dan mahi (cukup), alias “air yang cukup”. Sejak abad ke-19, Belanda sudah melirik daerah ini karena letaknya strategis: persis di jalur antara Batavia (Jakarta) dan Bandung. Maka tak heran, Cimahi dijadikan pos militer penting.

Tahun 1935, pemerintah kolonial mengukuhkan Cimahi sebagai kecamatan lewat Staatsblad, semacam lembaran negara versi Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, Cimahi tetap nangkring sebagai kecamatan di Kabupaten Bandung Utara.

Baca Juga: Sejarah Bandung, Kota Impian Koloni Eropa yang Dijegal Gubernur Jenderal

Status Cimahi naik kelas pada 1962, jadi kawedanaan. Kawedanaan Cimahi kala itu membawahi empat kecamatan: Cimahi, Padalarang, Batujajar, dan Cipatat. Ini menandakan wilayah ini makin ramai, bukan hanya oleh tentara, tapi juga industri dan penduduk yang makin menumpuk.

Lompatan besar datang pada 1975. Lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 1975, Cimahi resmi jadi Kota Administratif (Kotip). Peresmiannya dilakukan Menteri Dalam Negeri Amir Machmud pada 29 Januari 1976. Cimahi pun jadi kotip pertama di Jawa Barat. Status ini jadi suatu kebanggaan tersendiri di masa Orde Baru.

Kotip Cimahi waktu itu terdiri dari tiga kecamatan: Cimahi Utara, Cimahi Tengah, dan Cimahi Selatan, dengan total 15 kelurahan. Luasnya sekitar 42 km². Soedarna T.M. didapuk sebagai wali kota administratif pertama (1976–1980), meski sejatinya ia tetap bawahan bupati Bandung. Jadi kalau mau ibarat, wali kota administratif itu semacam kepala cabang, bukan bos besar.

Tapi, batas wilayah Cimahi tak selalu mulus. Tahun 1987, lewat PP Nomor 16, sebagian wilayah Cimahi yakni Pasirkaliki di utara dan Cibeureum di selatan, dilepas ke Kota Bandung. Cimahi pun sedikit menyusut, meski masih bertahan sebagai kotip di bawah Kabupaten Bandung.

Cimahi Selatan zaman kolonial Belanda. (Sumber: KITLV)
Cimahi Selatan zaman kolonial Belanda. (Sumber: KITLV)

Jadi Kota Otonom dan Wacana Perluasan Wilayah

Reformasi membuka jalan bagi banyak daerah untuk melepaskan diri. Tahun 2001, Cimahi resmi naik status jadi kota otonom berdasarkan UU Nomor 9 Tahun 2001. Peresmian dilakukan Presiden Abdurrahman Wahid pada 21 Juni 2001, yang kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Cimahi.

Itoc Tochija jadi penjabat wali kota pertama. Setahun kemudian, ia dilantik definitif bersama wakilnya, Dedih Djunaedi. Sejak itu, Cimahi tidak lagi bawahan Bandung, melainkan punya otonomi penuh mengurus pembangunan sendiri.

Baca Juga: Sejarah Pahit Keemasan Kopi Priangan di Zaman Kolonial, Kalahkan Yaman via Preangerstelsel

Dengan luas 40,47 km² dan penduduk kini tembus setengah juta jiwa, Cimahi tumbuh jadi kota penyangga Bandung Raya. Industri, perdagangan, pendidikan, sampai julukan Kota Tentara melekat erat. Akademi Militer, rumah sakit militer, dan markas besar TNI membuat Cimahi seperti kota garnisun. Tapi seiring industrialisasi dan urbanisasi, Cimahi juga jadi kota padat dengan tantangan khas perkotaan: banjir, sampah, macet, dan keterbatasan lahan.

Sejak 2001, Cimahi tetap bertahan dengan tiga kecamatan dan 15 kelurahan. Cimahi Selatan jadi yang paling luas dan padat, jadi wajar kalau selalu jadi pusat pembangunan. Pemerintah kota juga berusaha masuk ke era digital, dari pelayanan publik online hingga program lingkungan. Tapi masalah klasik tetap sama: wilayah terlalu kecil.

Karena itu wacana pemekaran kembali muncul. Beberapa daerah incaran bahkan sudah disebut terang-terangan untuk perluasan Cimahi: kawasan Cimindi dari Kota Bandung, Kecamatan Margaasih dari Kabupaten Bandung (yang warganya kabarnya sudah bulat mendukung), hingga Sariwangi dan Cisarua dari Kabupaten Bandung Barat. Gubernur lokal Dedi Mulyadi bahkan ikut bersuara mendukung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)