Maskulinitas dan Isu Pelecehan Seksual terhadap Laki-Laki

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Isu pelecehan seksual umumnya terjadi kepada perempuan. Namun ada satu hal yang luput dari perhatian serta pengakuan masyarakat bahwa laki-laki pun berpotensi mengalami pelecehan seksual. (Sumber: Freepik)
Isu pelecehan seksual umumnya terjadi kepada perempuan. Namun ada satu hal yang luput dari perhatian serta pengakuan masyarakat bahwa laki-laki pun berpotensi mengalami pelecehan seksual. (Sumber: Freepik)

Selama ini pelecehan seksual kerap terjadi pada perempuan. Namun di balik semua kasus tersebut, ada yang luput dari perhatian yaitu pelecehan terhadap laki-laki. Mungkin awalnya terdengar aneh karena perilaku pelecehan seksual kerap kali terjadi terhadap pihak yang dianggap lemah seperti perempuan.

Sementara laki-laki yang dikenal dengan sifat maskulinitasnya dianggap tidak lazim ketika mendapat kekerasan yang sama seperti yang sering terjadi pada perempuan.

Dunia dalam sistem patriarki menempatkan laki-laki sebagai subjek yang dominan. Sering kali laki-laki yang mengekspresikan kesedihan melalui tangisannya itu dianggap sebagai laki-laki yang lemah atau cengeng. Padahal sejatinya laki-laki juga bagian dari manusia yang sama-sama diberikan perasaan untuk merasakan segala jenis emosi yang ada.

Sistem patriarki membiarkan narasi bahwa laki-laki yang bersedia membantu istrinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah dengan istilah "Suami-suami takut istri". Padahal sejatinya pernikahan adalah bentuk komitmen yang diperlukan kerja sama untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Laki-laki yang ikut terlibat mengurus anak sering kali dianggap tidak bisa menikmati hidupnya dengan baik sebagai kepala keluarga. Bahkan sejak kecil anak laki-laki yang tidak menyukai olahraga yang menunjukkan kemaskulinannya dianggap bukan laki-laki sejati.

Sosial seolah membuat laki-laki dilarang untuk bercerita, dilarang untuk menyampaikan keluh-kesahnya. Begitu juga dengan pandangan sosial yang sering menyepelekan kemaskulinan laki-laki ketika sebagian dari mereka mengalami pelecehan dan kekerasan secara seksual.

Meski isu pelecehan terhadap perempuan belum sepenuhnya bisa diberantas tapi setidaknya perempuan memiliki lembaga hukum yang melindunginya. Perempuan memiliki Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KOMNAS Perempuan) sebagai lembaga yang hak-hak perempuan ketika mendapat kasus kekerasan atau pelecehan seksual.

Perempuan juga bisa melaporkan kasus seperti ini melalui Kemen PPPA sebagai pusat bantuan. Kemudian hadirnya LPSK yang membantu dan memberikan perlindungan secara hukum kepada korban pelecehan. Dan masih banyak lembaga bantuan lainnya yang bisa diakses oleh perempuan ketika menjadi korban.

Sementara ketika sebagian laki-laki mendapatkan kekerasan atau pelecehan seksual yang sama mereka sulit mengakses Lembaga Swadaya Masyarakat yang menangani kasus pelecehan terhadap laki-laki. Justru laki-laki yang menjadi korban sering dianggap dan disalahkan ketika tidak mampu melawan aksi pelecehan tersebut.

Hal ini yang membuat laki-laki yang menjadi korban bisa bermanifestasi menjadi pelaku--yang kemudian bisa merubah orientasi seksualnya menjadi belok atau justru jadi pelaku kejahatan seksual bagi perempuan yang dianggapnya menjadi kaum yang lebih lemah bagi dirinya.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh psikolog bernama Elizabeth Harteney yang berjudul The Cycle of Sexsual Abuse and Abusive Adult Relationships bahwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh pelaku bukan saja berdasarkan pada nafsu.

Melainkan sebagai bentuk balas dendam dalam upaya untuk menyembuhkan dengan merebut kembali kekuasaan atau kontrol. Mereka yang pernah menjadi korban mengambil posisi yang berlawanan yaitu menjadi pelaku yang membuat dirinya meras lebih kuat.

Baca Juga: Secuil tentang Psikologi Agama

Dilansir dari froyonion.com bahwa terdapat studi bahwa terdapat satu dari lima anak, menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak-anak lainnya di kemudian hari. Bayangkan bila pelecehan seksual terhadap laki-laki tidak mendapatkan perhatian khusus maka kejahatan seksual baik terhadap perempuan atau laki-laki akan terus terjadi.

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2018 menyatakan bahwa korban kekerasan banyak didominasi oleh laki-laki.

Pada tahun 2016 Lentera Sains Indonesia pernah melakukan penelitian yang membahas secara mendalam terkait pelecehan seksual yang dialami oleh laki-laki baik secara verbal maupun non-verbal serta bagaimana perspektif maskulinitas masyarakat yang ada di Kota Purwokerto.

Penelitian yang berjudul Sexual Harassment of Men and Society's Perspective On Masculinity (Norman Fairclough Critical Discourse Analysis) menyebutkan bahwa stigma maskulinitas yang menempel kepada laki-laki justru membuat laki-laki terbebani dengan pandangan sosial. Pelecehan terhadap laki-laki melahirkan hierarki kelelakian terutama jika posisi korban dianggap lebih rendah dibandingkan dengan pelaku kejahatan seksual.

Sejumlah penyintas laki-laki korban seksual yang dihadirkan melalui wawancara dalam youtube Menjadi Manusia mengalami kejadian yang beragam perihal pelecehan seksual. Ada laki-laki yang mengalami pelecehan saat masih kecil dan dilakukan oleh pria dewasa. Dirinya merasa hidupnya hancur dan memiliki trauma yang mendalam setelah kejadian tersebut.

Bahkan dari penyitas lain ada yang mengalami pelecehan secara berkali-kali. Nahasnya kejadian ini dilakukan pria dewasa kepada anak SMA di depan publik setelah pelaku melihat sejumlah perempuan yang sedang melakukan syuting tapi dengan penampilan yang sedikit terbuka. Hal ini memicu pria dewasa tersebut langsung melakukan aksi bejatnya kepada anak SMA laki-laki yang sedang diboncengnya dalam motor.

Melalui segala bentuk pelecehan yang terjadi kepada laki-laki sudah sepatutnya kita menghilangkan stigma "Laki-laki itu harus selalu kuat, atau laki-laki itu enggak mungkin mendapatkan pelecehan seksual" karena tindakan ini justru membungkam suara laki-laki yang mengalami pelecehan untuk sembuh dari segala traumanya.

Perempuan atau pun laki-laki yang sama-sama sebagai manusia tentu mendapatkan hak yang sama untuk menyuarakan keadilan dari masa depan yang sempat dirampas. Berhak mendapatkan kenyamanan dan keamanan yang sama dari negara yang menaunginya. Laki-laki dan perempuan berhak sembuh dari luka dan trauma yang disebabkan oleh pelaku tindak kejahatan seksual. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)