Problem Deforestasi Mikro Kota Bandung

4 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

RUANG terbuka hijau di Kota Bandung kian menyusut. Bandung semakin padat. Bangunan menjamur. Halaman rumah menyempit.

Pohon-pohon ditebang pelan. Untuk kebutuhan lahan parkir. Untuk keperluan perluasan jalan. Untuk kepentingan proyek komersial.

Deforestasi mikro makin sering terjadi. Potong satu pohon. Tambah satu beton. Dampaknya, suhu kota merangkak naik. Malam terasa lebih hangat.  Siang semakin terik. Orang gampang gerah dan kepayahan.

Fenomena tersebut punya nama ilmiah: urban heat island. Teori tentangnya diapungkan oleh TR Oke, seorang pakar klimatologi perkotaan.  

Oke menjelaskan mekanisme urban heat island secara sederhana. Menurutnya, semakin banyak bahan yang menyimpan panas, sementara vegetasi berkurang, maka, suhu permukaan naik.

Di Bandung, hal tersebut nyata. Aspal semakin luas. Gedung semakin banyak. Adapun naungan pohon kian sedikit. 

Hasilnya, bukan cuma rasa tidak nyaman. Ada konsekuensi lain yang nyata pula. Konsumsi energi meningkat.  AC menjadi kebutuhan pokok.

Imbas susulannya, tagihan listrik rumah maupun kantor membengkak. Beban puncak PLN melonjak. Subsidi energi sulit dicegah. Dan krisis kecil membayangi.

Di sisi lain, kesehatan warga dapat ikut terganggu. Heat stress alias stres karena panas jadi ancaman. Orang lanjut usia kian rentan. Anak-anak pun bisa kena dampak buruknya.

Buntut lain minimnya vegetasi, air hujan sukar meresap. Aliran air cepat menuju sungai. Banjir cileuncang lebih sering menghampiri. Tanah kehilangan fungsi.

Biodiversitas kota pun menyusut. Burung-burung berpindah mencari tempat baru. Serangga berkurang. Jaringan ekologis rusak. 

Ketimpangan ruang hijau muncul. Kawasan elite terlihat rindang. Permukiman padat kering gersang. Keadilan lingkungan terlihat njomplang.

Dalam hal ini, perencanaan kota punya andil. Pemegang kebijakan sibuk merancang program. Pengembang perlu lahan. Profit menjadi alasan. Ruang hijau akhirnya kerap jadi korban.  

Peta tutupan lahan

Data soal tutupan lahan penting. Peta tutupan lahan harus terbuka. Kebijakan pohon kota harus tegas. Tidak sekadar menanam seremonial. Ada target kronologis.  Ada pengukuran nyata.

Skema insentif perlu dirancang. Pemilik lahan diberi kompensasi. Pengembang dipaksa menanam lebih. Corporate social responsibility (CSR) diarahkan ke penghijauan.

Rooftop garden sebaiknya digalakkan.  Subsidi material diberikan. Koridor hijau di sepanjang sungai juga penting. Sungai menjadi ruang ekologi, bukan tempat sampah. Riparian buffer harus dipulihkan.

Trotoar harus rindang. Naungan pohon mesti berjejer sepanjang jalan dan sejauh mata memandang. Pejalan kaki pasti lebih nyaman. Polusi juga berkurang.

Sekolah perlu pula lahan hijau. Anak-anak butuh bermain di lahan penuh pohon. Pendidikan lingkungan perlu dimulai sejak dini agar generasi berikut ikut peduli.

Kampung-kampung harus dilindungi. Permukiman tradisional punya pohon. Jangan digusur tanpa kompensasi.

Pasar tradisional juga bisa hijau. Atap pasar bisa menjadi taman. Udara di sekitar bakal lebih sejuk. Penjual senang, pembeli betah.

Transportasi ramah iklim mestinya menjadi kewajiban. Kurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Sepeda dan pejalan kaki dijadikan prioritas.

Energi terbarukan harus masuk kota. Misalnya, panel surya dan microgrid untuk fasilitas publik.

Bank tanah hijau bisa dipertimbangkan, yakni tanah khusus untuk ruang hijau. Komunitas diberi hak untuk akses dan pengelolaannya.

Menanam saja tidak cukup

Anak muda yang tergabung dalam Yayasan Odessa menanam benih hanjeli di kebun botani yang mereka kelola. (Sumber: Yayasan Odessa)
Anak muda yang tergabung dalam Yayasan Odessa menanam benih hanjeli di kebun botani yang mereka kelola. (Sumber: Yayasan Odessa)

Inventaris pohon kudu dibuat. Data setiap batang tercatat. Jenis, diameter, dan manfaatnya. Agar tidak mudah ditebang. Agar nilai ekologinya terlihat.

Pemeliharaan jangan disepelekan. Menanam saja tidak cukup. Siram teratur. Pupuk berkala. Pohon sehat memperkuat kota.

Setiap izin bangun mesti punya syarat hijau. Rasio lahan terbuka wajib dipenuhi. Ada sanksi bagi yang melanggar. Tegas tanpa kompromi.

Ruang hijau publik perlu merata. Jangan hanya terkonsentrasi di pusat kota. Wilayah pinggiran juga penting. Keadilan ekologis harus hadir nyata.

Taman lingkungan bisa ikut menjadi solusi. Lahan sempit pun bisa hijau. Kebun komunitas dapat mempererat warga, sepanjang dijaga dan dipelihara bersama.

Konsep kota spons relevan diterapkan. Permukaan harus berpori. Air cepat masuk tanah. Sungai tidak kewalahan. Banjir menjauh.

Material ramah iklim perlu dipakai. Batu berongga. Paving grass. Fasad hijau. Dinding gedung pun bisa ditanami.

Drainase berkelanjutan wajib disiapkan. Kolam retensi disebar luas. Air tidak langsung dibuang. Air disimpan untuk masa kering.

Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah merumuskan aturan. Swasta mendukung pembiayaan. Warga menjadi pengawas.

Gerakan menanam mesti rutin. Satu rumah, satu pohon. Satu gang, satu taman kecil. Semua ikut andil. Semua bangga berkontribusi.

Narasi ruang hijau harus kuat. Media mengabarkan manfaatnya. Influencer ikut bersuara. 

Bandung mungkin perlu teladan kota lain. Melihat kota yang berhasil. Mempelajari yang gagal. Bandung bisa melakukan adaptasi. Jangan malu meniru.

Kota nyaman atau pengap

Kota Bandung bisa lebih hijau tanpa menunggu krisis besar. Keputusan sekarang menentukan esok. Jika kita menunda, kerusakan makin parah.

Pilihan sekarang di depan mata. Mau kota nyaman atau kota pengap. Mau anak cucu menikmati udara segar atau menanggung siksaan panas.

Bandung dikenal sebagai kota kembang. Julukan itu jangan dibiarkan sekadap basa-basi. Buktikan melalui tindakan. Pertahankan pesona hijau yang tersisa.

Setiap batang pohon punya cerita. Ia penyelamat kecil. Ia penyaring udara. Ia pelindung pejalan kaki. Ia harapan masa depan.

Mari menjaga pohon yang ada. Jangan biarkan ia tumbang sia-sia. Karena ketika satu hilang, panas bertambah.

Ruang hijau bukan bonus. Ia fondasi kota sehat. Ia kebutuhan pokok. Ia hak semua warga.

Menghijaukan kota bukan utopia. Ia bisa dicapai. Sedikit demi sedikit. Terus menerus. Tanpa putus asa.

Bandung, masih punya waktu. Jangan menyerah pada beton. Maju serentak sambil merawat Bumi. Rindang adalah kemajuan. Sejuk adalah kemewahan yang harus dibagi merata.

Kota yang baik adalah kota yang peduli. Peduli pada bumi. Peduli pada sesama. Peduli pada generasi berikutnya.

Mulai dari hari ini. Dari halaman sendiri. Dari sekolah. Dari kantor tempat bekerja. Dari taman lingkungan.

Jika semua bergerak, perubahan tidak lagi wacana. Ia akan tumbuh. Seperti pohon. Perlahan, pasti, menghidupkan. Dan kota Bandung kembali rindang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Djoko Subinarto
Tentang Djoko Subinarto
Penulis lepas, blogger

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!