Kenyaman Wisata Bandung Terancam oleh Pengamen Agresif

M.Hafidz Al Hakim
Ditulis oleh M.Hafidz Al Hakim diterbitkan Kamis 11 Des 2025, 10:48 WIB
Keramaian di kawasan wisata malam Bandung memperlihatkan interaksi tidak nyaman antara pengunjung dan pengamen memaksa, 02/12/2025. (Foto: Hakim)

Keramaian di kawasan wisata malam Bandung memperlihatkan interaksi tidak nyaman antara pengunjung dan pengamen memaksa, 02/12/2025. (Foto: Hakim)

Alun alun kota Bandung dikenal sebagai tempat wisata yang ramah dan kreatif, Alun alun kota Bandung sendiri menjadi tujuan favorit wisatawan diakhir pekan. Baik bagi warga kota bandung maupun dari luar bandung datang kesana, karena bandung menawarkan suasana yang syhadu dan kuliner yang unik.

Namun, akhir akhir ini suassana kenyamanan pengunjung disana mulai terganggu dengan adanya pengamen dan cosplayer yang meminta uang dengan paksa. Kondisi ini membuat banyak wisatawan merasa terganggu dan tidak bebas dalam menikmati ruang publik tanpa adanya tekanan dan rasa takut.

Kehadiran pengamen yang agresif menimbulkan rasa tidak aman bagi pengunjung karena ereka sering datang dan meminta uang secara agresif. Banyaknya keluhan dari wisatawan terkait susana alun alun kota Bandung yang kini terasa kurang nyaman akibat kehadiran pengamen yang agresif.

Para wisatawan berharap alun alun kota Bandung bisa kembali tenanga tanpa kehhadiran pengamen yang memiliki sikap agresif. Jika keadaan ini terus dibiarkan, citra kota bandung sebagai kota favorit wisatawan akan menurun karena, kehadiran pengamen agresif yang dibiaran berkeliaran.

Banyak warga maupun wisatawan merasa tidak enak jika menolak pengamen yang memaksa. Keberadaan pengamen yang agresif membuat warga merasa tertekan dan takut terjadi tindakan yang mengancam keselamatan mereka.

Bahkan beberapa pengunjung mengaku meraasa terancam ketika pengamen mengetuk kaca mobiil atau menghampiri langsung dan dekat dekat degan pengunjung untuk meminta uang. Situasi tesebut semakin menegaskan perlu adanya tindakan pengamanan yang serius untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan kota.

Suasana malam di pusat kota Bandung terganggu oleh kehadiran pengamen berkostum yang kerap memaksa meminta uang, 02/12/2025 (Foto: Hakim)
Suasana malam di pusat kota Bandung terganggu oleh kehadiran pengamen berkostum yang kerap memaksa meminta uang, 02/12/2025 (Foto: Hakim)

Wali Kota Bandung, M. Farhan melalui pihak berwenang seharusnya hadir dan lebih tegas lagi dalam menertibkan aktivitas pengamen yang agresif untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik.

Penertiban yang dilakukan tidak cukup hanya sesekali karena masalah ini sifatnya berulang ulang dan membutuhkan strategi penertiban yang baik. Wali Kota perlu mengadakan program pembinaan serta pemberdayaan ekonomi agar para pengamen memiliki alternatif pekerjaan yang lebih baik.

Dengan adanya program tersebut nantinya akan menjadi solusi karena mereka dapat tetap mencari nafkah tanpa harus mengganggu kenyamanan pengunjung. Selain penegakan aturan yang tegas, edukasi sosal dan pendekatan kemnusiaan juga sangat penting dalam menangani masalah ini. Wali Kota harus mencari keseimbangan antara penegakan aturan dan pemberian kesemptan hidup yang layak bagi para pengamen.

Banyak warga berharap Wali Kota Bandung, M. Farhan dapat mengambil langkah yang nyata dan cepat tanggap untuk mengatasi masalah ini. Warga menantikan kebijakan efektif yang dapat menjaga rasa aman bagi para wiasatawan. Kota maju bukan hanya terlihat indah dan modern, tetapi juga harus memberikan keaman bagi seluruh pengunjung yang datang kesana.

Keindahan yang ditawarkan sebuah kota yang maju akan sia-sia tanpa adanya dukungan dari lingkungan yang nyaman. Kami sebagai warga dan pendatang ke Kota Bandung meminta pemerinah cepat dalam menangani masalah pengamen yang agresif dengan strategi yang baik.

Masalah ini tidak dapat dibiarkan terus berlarut-larut karena sudah banyak mengganggu kenyaman para wisatawanyang datang ke kota bandung. Semoga Wali Kota Bandung M. Farhan dapat mendengar aspirasi ini dan segera memberika solusi yang terbaik bagi kenyamanan bersama.

Kami berharap Wali Kota Bandung dapat membuat Kota Bandung menjadi kota yang ramah dan memeberikan kenyaman bagi para wisatawan yang datang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

M.Hafidz Al Hakim
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University, Angkatan 2024

Berita Terkait

News Update

Beranda 21 Jan 2026, 07:10 WIB

Tamu Tembus 4.000 Orang, Kampung Takakura Sukamiskin Jadi Pusat Edukasi Sampah Lintas Pulau dan Negara

Upaya warga Kampung Takakura ini mendapat perhatian pemerintah. Sejumlah dinas turut memberikan dukungan berupa fasilitas penunjang.
Sejumlah penghargaan yang diraih Kampung Takakura antara tahun 2018-2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 21 Jan 2026, 06:54 WIB

Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Suasana terasa hangat. Antar pedagang saling menyapa, berbagi cerita, dan sesekali diselingi gelak tawa di sela menunggu pembeli.
Pasar Lilin kini lebih terang setelah menggunakan cahaya dari lampu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)