Minat Baca Warga Bandung Masih Rendah meski Fasilitas Mencukupi, Catatan untuk Wali Kota

4 menit baca
Adellia Ramadhani
Ditulis oleh Adellia Ramadhani diterbitkan
Sebuah Street Library tampak lengang dengan buku-buku yang mulai berdebu di samping Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Jumat (05/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Adellia Ramadhani)
Sebuah Street Library tampak lengang dengan buku-buku yang mulai berdebu di samping Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Jumat (05/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Adellia Ramadhani)

Pada salah satu perpustakaan Bandung, tampak hanya segelintir kecil warga yang larut dalam buku masing-masing. Cukup memperlihatkan gambaran nyata bahwa seberapa memadai suatu fasilitas literasi dibangun, minat baca warga Bandung masih tertinggal.

Realitas ini mengundang saya untuk merenungkan satu hal mendasar: bagaimana Pemkot Bandung, di bawah kepemimpinan Wali Kota M. Farhan, turut membangkitkan budaya membaca agar lebih merata dan efektif di seluruh kota?

Meskipun fasilitas perpustakaan dan microlibrary (perpustakaan kecil) sudah tersedia di beberapa titik kota hingga indeks pembangunan literasi masyarakat Kota Bandung 2024 mencapai 86,82 poin, tetapi minat baca hanya di angka 55,25 persen yang menandakan minat baca masyarakat Bandung tetap tergolong rendah. 

Selain itu, menurut Data Open Jabar Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Bandung Raya menunjukkan perbedaan poin, dengan Kabupaten Bandung mencapai 60.3 poin, Kota Cimahi mencapai 75.55 poin, dan Kota Bandung mencapai 86.82 poin. Hal ini menunjukkan fasilitas yang memadai tidak secara otomatis mendorong budaya membaca.

Seorang pengunjung duduk di dekat Street Library sambil menatap gawai, sementara buku-buku di dalam kotak baca dibiarkan menumpuk dan berdebu. Pemandangan ini mencerminkan tantangan literasi Kota Bandung. (Sumber: Adellia Ramadhani)
Seorang pengunjung duduk di dekat Street Library sambil menatap gawai, sementara buku-buku di dalam kotak baca dibiarkan menumpuk dan berdebu. Pemandangan ini mencerminkan tantangan literasi Kota Bandung. (Sumber: Adellia Ramadhani)

Rendahnya minat baca disebabkan bukan karena kurangnya fasilitas, tetapi karena ketidakterbiasaan membaca yang sudah tertanam. Seperti orang tua yang jarang membaca cenderung tidak tertarik dan tidak memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia, hal tersebut berdampak pada pertumbuhan dan pemahaman anak-anak yang akan menganggap baca buku bukanlah bagian dari keseharian.

Karena penyajian literasi yang terlalu monoton dan kaku, generasi muda juga sering kehilangan minat. Seringkali, kegiatan membaca di sekolah terbatas pada perintah untuk "menghafal", "membaca diam-diam", atau bahkan tugas membuat ringkasan. Hal ini membuat mereka tidak memiliki kemampuan dasar membaca yang dipahami dan interaktif, seperti diskusi.

Penggunaan perangkat juga memiliki dampak yang signifikan. Kebanyakan orang, terutama generasi muda, sudah terbiasa menonton video pendek berdurasi 1-2 menit atau membaca 1-2 kalimat di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter. Akibatnya, mereka mudah terdistraksi ketika menghadapi buku dengan 200 hingga 300 halaman yang membutuhkan fokus tinggi. Kebiasaan ini membuat literatur menjadi berat dan tidak menarik.

Selain membaca, kemampuan literasi komprehensif di Bandung seperti kemampuan memahami, menulis, mengolah informasi, dan menganalisis juga sepatutnya menjadi bagian dari literasi sehari-hari yang masih perlu ditingkatkan. Jika kemampuan dan keterampilan literasi tidak ditanam sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, maka rajin membaca pun tidak ada gunanya.

Akses di beberapa area, terutama wilayah pedesaan dan daerah terpencil sering kali menghadapi tantangan seperti terbatasnya sarana baca, kualitas pendidikan yang bervariasi, dan pengaruh media digital yang mungkin menggantikan kegiatan membaca. Meskipun microlibrary ada, mereka masih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Soerat Imadjiner oentoek Maurenbrecher

Pada akhirnya, kondisi ini menimbulkan kesenjangan literasi terutama kepada generasi muda yang termotivasi untuk belajar dan mengembangkan diri. Budaya dan minat membaca yang inklusif serta produktif di Bandung juga berakhir menjadi angan-angan belaka jika tidak ada intervensi yang tepat dan merata.

Maka dari itu, untuk mengatasi masalah ini, Wali Kota Bandung, M. Farhan, dapat menginisiasi program literasi yang kreatif sekaligus jelas dan sistematis bagi masyarakat, misalnya dengan mengadakan book club atau reading club di setiap kecamatan, workshop literasi bagi anak-anak dan remaja, serta lomba-lomba menulis cerita pendek atau novel.

Untuk mengawali penguasaan literasi komprehensif, Pemerintahan Farhan harus meninjau program latihan membaca sederhana di rumah dan di sekolah. Misalnya, membuat tujuan bagi setiap siswa untuk menyelesaikan setidaknya satu buku setiap minggu sekali atau membuat jadwal membaca wajib selama 15–20 menit di sekolah setiap pagi.

Pemimpin Kota Bandung ini dapat mengawal perluasan microlibrary, pojok baca, ataupun perpustakaan di titik-titik tempat strategis yang mudah diakses dan dijangkau seperti pasar, taman, pusat komunitas, bahkan sekitar minimarket sehingga masyarakat tidak kesulitan mengakses buku.

Pemerintah kota (Pemkot) Bandung bisa memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pemanfaatan untuk menjangkau warga yang tinggal di daerah sulit akses atau sulit hadir secara fisik dengan tujuan tetap mampu menjaga minat baca meningkat secara merata, tidak hanya di pusat kota. Misalnya dengan membangun perpustakaan digital resmi yang berisi e-book, audiobook, dan platform belajar secara gratis sekaligus mudah diakses menggunakan HP.

Baca Juga: Bandung untuk Mobil Pribadi atau Bandung untuk Warga?

Orang nomor satu di Kota Bandung ini juga mestinya mampu memelopori gagasan kegiatan rutin seperti storytelling, book sharing, dan pelatihan menulis melalui kolaborasi dengan komunitas literasi, sekolah, dan kampus untuk menjadikan sebuah langkah agar membaca menjadi aktivitas sosial yang menarik dan menyenangkan.

Pemkot di bawah arahan pria kelahiran Bogor ini, turut perlu membuat program intervensi kepada kelompok yang memiliki minat baca rendah yang dapat diidentifikasi berdasarkan data peminjaman buku di microlibrary atau observasi komunitas literasi di lingkungan sekitar dan sekolah. Program ini dapat dilaksanakan melalui kelas membaca intensif atau workshop literasi digital.

Terakhir, melakukan pemantauan rutin minat baca melalui survei tahunan dan mencatat data buku yang paling sering dipinjam di microlibrary maupun perpustakaan wajib dilakukan oleh Pemkot Bandung, di bawah arahan Wali Kota M. Farhan sebagai evaluasi efektivitas dan kesesuaian program sekaligus strategi literasi secara berkelanjutan untuk warga Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Adellia Ramadhani
Telkom University, Bandung. Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)