Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Angklung: Tradisi yang Dibaca Ulang oleh Generasi Muda

Whayan Christiana
Ditulis oleh Whayan Christiana diterbitkan Rabu 03 Des 2025, 20:57 WIB
Bagi komunitas anak muda Sound of Heritage (SORA) di Bandung, tradisi adalah ruang yang paling luas untuk berimajinasi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bagi komunitas anak muda Sound of Heritage (SORA) di Bandung, tradisi adalah ruang yang paling luas untuk berimajinasi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Perkembangan dunia digital sering kali membuat seni tradisi seolah berjalan di jalur terpisah. Namun bagi komunitas anak muda Sound of Heritage (SORA) di Bandung, tradisi justru adalah ruang yang paling luas untuk berimajinasi. Mereka melihat angklung bukan sekadar alat musik bambu, tetapi medium yang dapat dirangkai ulang untuk menjawab tantangan zaman.

Melalui Program Inovasi Seni Nusantara 2025 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, yang diimplementasikan melalui pemberdayaan, pelatihan, dan pertunjukan, SORA menguatkan perjalanan kreatif yang bukan hanya memperkaya repertoar musik angklung, tetapi juga mendefinisikan ulang bagaimana tradisi bisa hidup di tengah lanskap budaya modern. Hasil pelatihan akan dipertunjukan dalam konser bertajuk Angklung Imagination pada tanggal 4 Desember 2025 di Gedung Kesenian Sunan Ambu, ISBI Bandung. 

Pendampingan selama program menghadirkan pengalaman baru bagi para anggota SORA. Mereka tidak hanya mempelajari teknik aransemen dan penciptaan karya, tetapi juga memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses kreatif. Digital Audio Workstation (DAW), rekaman audio-video profesional, serta platform digital menjadi perangkat penting untuk membangun pendekatan musikal yang lebih segar. Penggunaan teknologi ini memberi mereka ruang untuk memadukan melodi Sunda, ritme kontemporer, dan harmoni modern secara lebih bebas.

Proses pelatihan yang berlangsung intensif selama satu bulan menghasilkan delapan karya angklung baru. Setiap komposisi lahir dari diskusi kelompok, eksplorasi berulang, serta keberanian mencoba pola-pola musik yang sebelumnya belum pernah dipertimbangkan. Dengan pendekatan partisipatif, semua anggota ikut terlibat dalam penyusunan ide, pemilihan warna bunyi, hingga penyusunan struktur lagu. Pencapaian ini memuncak dalam konser “Angklung Imagination”, sebuah pertunjukan yang akan menampilkan bagaimana angklung dapat berevolusi tanpa meninggalkan karakter tradisinya.

SORA dan Lahirnya Ekosistem Kreativitas Berkelanjutan

Bagi komunitas anak muda Sound of Heritage (SORA) di Bandung, tradisi adalah ruang yang paling luas untuk berimajinasi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bagi komunitas anak muda Sound of Heritage (SORA) di Bandung, tradisi adalah ruang yang paling luas untuk berimajinasi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Hasil terpenting dari program PISN ini bukan hanya karya-karya barunya, tetapi perubahan cara SORA bekerja sebagai komunitas kreatif. Pendampingan memberikan landasan yang kuat bagi mereka untuk membangun identitas baru sebagai inovator angklung. Ruang latihan yang lebih terarah, proses kreatif yang sistematis, serta peningkatan kemampuan artistik membuat mereka semakin matang dalam mengeksekusi ide.

Baca Juga: Menjadi Inovasi Lagu Baru, Saung Angklung Udjo Hidupkan Harmoni Budaya Sunda di Bandung

Selain itu, SORA mengalami perkembangan dari sisi manajerial dan publikasi. Mereka mulai menata konten digital dengan lebih rapi, mendokumentasikan setiap proses, serta membangun cara komunikasi yang lebih profesional kepada publik. Kenaikan jam terbang pertunjukan juga membuat mereka semakin percaya diri dalam menyajikan angklung dengan pendekatan yang lebih modern.

Kolaborasi antara akademisi dan komunitas muda ini menunjukkan bahwa pelestarian tidak selalu berarti mempertahankan bentuk lama apa adanya. Inovasi justru menjadi cara tradisi tetap memiliki masa depan. SORA membuktikan bahwa anak muda bukan ancaman bagi seni tradisi; mereka adalah generasi yang mampu memberi angklung kehidupan baru. Dengan dukungan yang tepat, tradisi tidak hanya bertahan—tradisi bisa tumbuh dan memukau kembali di tengah dunia yang terus berubah. (*)

***

Penulis adalah Ketua Pelaksana Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Whayan Christiana
Dosen Musik Prodi Angklung & Musik Bambu ISBI Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)