Wali Kota Bandung Sibuk Penataan, Tunawisma di Jalan Asia Afrika Masih Terabaikan

3 menit baca
Farrel Alfrianda Husein
Ditulis oleh Farrel Alfrianda Husein diterbitkan
Di depan salah satu ruko di Asia Afrika, Bandung, tampak tumpukan kardus dan seorang warga yang menjadikan area ini sebagai tempat beristirahat, (27/11/2025). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Farrel Alfrianda Husein)
Di depan salah satu ruko di Asia Afrika, Bandung, tampak tumpukan kardus dan seorang warga yang menjadikan area ini sebagai tempat beristirahat, (27/11/2025). (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Farrel Alfrianda Husein)

Daerah Asia Afrika ialah salah satu lokasi yang lumayan berarti di Bandung dan banyak saja orang yang datang ke sana. Akan tetapi, selama beberapa bulan belakangan, kelihatan makin banyak tunawisma yang mangkal di sepanjang jalan koridor koridor Asia Afrika. Keadaan seperti ini membuat kita bertanya tanya soal seberapa bagus program sosial Muhammad Farhan  sebagai Wali Kota Bandung yang seharusnya menolong mereka di ruang publik kota. Kondisi ini menandakan ada persoalan yang perlu penanganan serius.

Faktanya, masalah tunawisma bukanlah hal baru di kota besar seperti Bandung. Akan tetapi, ketika mereka muncul di kawasan bersejarah, hal ini jadi lebih pelik sebab wilayah tersebut punya bobot sejarah mendalam. Asia Afrika pun merupakan pusat wisata, sehingga bagaimana kelihatannya mencerminkan gambaran kota. Situasi ini menandakan bahwa upaya penanganan yang ada sekarang belum benar benar berhasil.

Isu tunawisma perlu kita lihat sebagai masalah sosial, bukan cuma gangguan bagi ketertiban di kota. Muncul nya kejadian ini berarti memberikan fakta bahwa orang miskin dan kurang mampu belum tersentuh belas kasih dari pemerintah. Di sisi lain kondisi ini juga memperlihatkan tidak merata nya pelayanan sosial pemerintah terhadap masyarakat. Oleh sebab itu, diperlakukan suatu cara pandang yang menyeluruh.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melalui Dinas Sosial sebetulnya rutin mendatangi para tunawisma, namun hasilnya kerap diragukan. Sebagian besar dari mereka kembali lagi ketempat semula setelah dipindahkan ke penampungan. Kecenderungan ini menunjukan bahwa penanganan yang diberikan hanya sebentar. Jika akar masalahnya tidak ditangani sungguh sungguh, pola ini akan terus saja terjadi.

Faktor ekonomi bukan satu-satunya penyebab meningkatnya tunawisma di Bandung. Urbanisasi, kurangnya dukungan keluarga, dan masalah kesehatan mental juga ikut mendorong kondisi ini. Banyak tunawisma memilih bertahan di area ramai seperti Asia Afrika karena peluang mendapatkan bantuan lebih besar. Hal ini menjadikan kawasan tersebut sebagai titik berkumpul utama.

Banyak nya tunawisma ini bisa membuat tamu kota merasa kurang nyaman. Beberapa pelancong  merasa sedikit kurang senang. Mereka harus melewati kelompok yang terlihat kotor dan tidak rapi. Keadaan ini dapat mencoreng nama baik wisata di tempat bersejarah itu. Lama lama akan terus memburuk. Bandung akan menjadi berbeda di mata masyarakat. Bakal sayang sekali jika nama Bandung jadi buruk mengingat kota ini di pandang sebagai kota yang cantik.

Seorang pria tampak menata kardus di trotoar Jalan Asia Afrika, Bandung, pada malam hari, (27,11,2025) (Sumber: Penulis: Farrel Alfrianda Husein | Foto: Farrel Alfrianda Husein)
Seorang pria tampak menata kardus di trotoar Jalan Asia Afrika, Bandung, pada malam hari, (27,11,2025) (Sumber: Penulis: Farrel Alfrianda Husein | Foto: Farrel Alfrianda Husein)

Selain aspek kenyamanan, masalah kebersihan dan keamanan juga perlu diperhatikan. Ruang publik idealnya dapat digunakan semua orang secara aman dan tertib. Ketidakteraturan yang muncul karena kurangnya pengelolaan dapat menimbulkan potensi masalah baru. Kondisi ini menandakan masih lemahnya koordinasi di lapangan.

Satpol PP sudah melakukan kunjungan untuk mengawasi, tapi menurut saya cara edukasi nya salah karena tidak di lakukan secara kemanusiaan dan tidak memberi solusi yang berkepanjangan. Penertiban yang hanya memindahkan lokasi tidak menyelesaikan persoalan inti. Dampaknya, tunawisma kembali lagi setelah beberapa waktu. Ini menunjukan perlunya strategi yang lebih menyeluruh.

Tempat penampungan sementara bisa jadi jalan keluar. Namun, sarana dan daya tampungnya masih kurang. Banyak tunawisma tidak mau tinggal lama di sana. Mereka merasa tempat itu tidak bisa penuhi apa yang paling penting. Jika mutu layanan ditingkatkan, mereka mungkin mau menetap lebih lama. Ini membuat poses pembinaan jadi lebih berhasil.

Kolaborasi Wali Kota Bandung dengan komunitas sosial bisa menjadi langkah pendukung yang kuat. Keterlibatan mereka dapat membantu pemerintah dalam memberikan pendampingan berkelanjutan. Sinergi seperti ini sangat diperlukan untuk hasil yang lebih stabil.

Masalah tunawisma di Jalan Asia Afrika itu menunjukan sesuatu, pembangunan kota juga harus lihat dari sisi manusia nya. Jangan hanya keindahan ruang umum nya. Wajah kota itu bukan cuma dari gedung dan lampu. Wajah kota juga dari keadaan warga di dalamnya. Pemerintah Wali Kota Bandung harus anggap ini sebagai nilai penting. Tunjukan permasalahan ini untuk sistem bantuan sosial, tindakan yang tepat bisa buat ruang umum jadi lebih terkontrol.

Saya berharap Wali Kota Bandung dapat membuat Dinas Sosial, Satpol PP, dan warga bekerja lebih baik. Cara menangani tunawisma harus lebih santun. Tindakan itu harus terus berjalan. Mereka perlu peluang untuk lepas dari susah. Jika rencana ini lebih menyatu. Area Asia Afrika akan nyaman untuk semua. Wali Kota Bandung bisa tunjukan bahwa ia peduli pada orang yang lemah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)