Komunikasi Gubernur Jabar vs Wali Kota Bandung: Kebijakan Tak Lagi Satu Arah?

3 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Sumber: Humas Pemrov Jabar dan Kota Bandung)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Sumber: Humas Pemrov Jabar dan Kota Bandung)

Dalam sistem pemerintahan daerah, hubungan antara Gubernur dan Wali Kota idealnya mengalir dalam koordinasi yang saling mendukung.

Namun belakangan ini, publik menyaksikan perbedaan langkah yang cukup kontras antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Tiga isu terakhir memperlihatkan bahwa dua kepala daerah ini semakin sering mengambil keputusan yang tidak sejalan.

Pertama adalah soal kebijakan study tour pelajar. Gubernur KDM menyampaikan sikap penolakan tegas terhadap kunjungan pelajar ke luar negeri.

Menurutnya, kegiatan itu tidak relevan dan berisiko pemborosan. Ia bahkan meminta sekolah yang tetap menyelenggarakan study tour ke luar negeri agar kepsek-nya dicabut.

Namun Wali Kota Bandung Farhan memilih sikap berbeda. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung tidak akan melarang selama sekolah yang bersangkutan mengikuti prosedur, memiliki izin resmi, dan orientasi pembelajarannya jelas.

Dalam pernyataannya, Farhan menolak disebut reaktif dan menegaskan bahwa semua keputusan telah melalui pertimbangan rasional dan kajian di lapangan.

Isu kedua muncul dari kebijakan jam masuk sekolah. Gubernur KDM menerbitkan surat edaran berisi imbauan agar sekolah-sekolah memulai kegiatan belajar mengajar pada pukul enam pagi.

Namun lagi-lagi Farhan mengambil jalur kebijakan berbeda. Ia menyebut bahwa setiap sekolah di Kota Bandung diberi keleluasaan untuk menentukan waktu masuk secara mandiri dengan menyesuaikan kondisi masing-masing.

Baginya, konteks lokal tidak bisa disamaratakan dan kebijakan provinsi tidak harus selalu diikuti secara formal.

Selanjutnya polemik tentang masa depan Teras Cihampelas. Gubernur KDM mengusulkan agar kawasan wisata tersebut dibongkar saja karena dianggap tidak lagi efektif dan sepi pengunjung.

Namun Wali Kota Bandung Farhan tidak langsung menyetujui. Ia menyebut bahwa Teras Cihampelas tidak bisa serta-merta dibongkar tanpa melalui kajian hukum menyeluruh.

Menurutnya, ada persoalan legalitas lahan dan status aset yang harus diklarifikasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan drastis.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Sumber: Ayobandung)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Sumber: Ayobandung)

Dari ketiga kasus di atas, publik dapat melihat perbedaan pendekatan antara Gubernur dan Wali Kota. KDM tampil dengan gaya komunikatif yang langsung dan sering menyampaikan gagasan secara terbuka.

Sementara itu, Farhan lebih berhati-hati dan berbasis prosedur dengan menekankan pentingnya kajian dan aturan. Perbedaan ini menarik untuk ditinjau lebih dalam dari sisi hukum tata pemerintahan.

Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Gubernur adalah kepala daerah provinsi sekaligus wakil pemerintah pusat di daerah.

Sedangkan Wali Kota adalah kepala daerah kabupaten atau kota yang memiliki otonomi penuh di wilayahnya.

Artinya, secara hukum, instruksi Gubernur tidak otomatis mengikat kepala daerah kota atau kabupaten kecuali jika menyangkut urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi atau pusat.

Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur, setelah diberlakukannya pemilihan kepala daerah secara langsung, posisi Gubernur menjadi ambivalen.

Ia berada di antara dua posisi sekaligus yakni sebagai pemimpin provinsi yang dipilih rakyat dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.

Maka ketika Gubernur mengeluarkan kebijakan berupa imbauan atau surat edaran, kepala daerah tingkat dua seperti Wali Kota memiliki ruang diskresi untuk menentukan sikap.

Penjelasan lain menyebutkan, seorang wali kota memiliki kewenangan penuh dalam menjalankan urusan pendidikan dasar hingga pengelolaan tata ruang wilayahnya.

Maka tidak mengherankan jika Wali Kota Bandung merasa sah secara hukum untuk tidak mengikuti arahan Gubernur selama ia berpegang pada ketentuan perundangan.

Namun demikian, perbedaan langkah antara dua pemimpin daerah tidak boleh dibiarkan berlarut hingga membingungkan masyarakat. Dalam negara demokratis yang sehat, perbedaan adalah hal wajar asalkan dilandasi argumentasi kuat dan komunikasi antarlembaga tetap terbuka.

Publik lebih membutuhkan kepastian dan kejelasan arah kebijakan dibanding drama tarik-ulur kepemimpinan.

Ke depan, yang dibutuhkan bukan keseragaman sikap melainkan kesatuan visi dalam melayani masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pembukaan rute penerbangan baru Bandung–Yogyakarta PP oleh maskapai Susi Air. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri pembukaan rute penerbangan baru Bandung–Yogyakarta PP oleh maskapai Susi Air. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Dalam konteks otonomi daerah, koordinasi bukan berarti menyeragamkan semua keputusan tetapi memastikan bahwa perbedaan tersebut tetap berpijak pada aturan hukum dan kepentingan publik.

Pemerintahan yang baik lahir bukan dari siapa yang paling berani mengambil keputusan tetapi dari siapa yang paling mampu menjaga integritas dan rasionalitas kebijakan untuk warganya.

Dan kita pun, sebagai netizen, jangan mudah menyimpulkan apalagi sampai mengipas-ngipasi perbedaan tersebut, percayalah pada akhirnya kalau tercipta konflik, imbas pertamanya justru menimpa warga. Nah, loh! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)