Perjalanan Bayi-bayi Malang dari Rahim Ibu Muda di Kabupaten Bandung hingga ke Pelukan Orang Asing di Singapura

4 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Otak penjualan bayi dari Kabupaten Bandung ke Singapura, Lily S alias Popo digelandang ke ruang pelayanan khusus perempuan dan anak Polda Jawa Barat, Jumat, 18 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan.)
Otak penjualan bayi dari Kabupaten Bandung ke Singapura, Lily S alias Popo digelandang ke ruang pelayanan khusus perempuan dan anak Polda Jawa Barat, Jumat, 18 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan.)

AYOBANDUNG.ID - Pada Jumat malam, 18 Juli 2025, seorang perempuan paruh baya tampak digiring turun dari mobil penyidik Polda Jawa Barat. Perempuan itu tak lain adalah Lily S alias Popo, tersangka utama sindikat perdagangan bayi lintas negara yang sempat buron selama empat hari.

Berbalut jaket hitam dengan garis merah putih, Lily menunduk, wajahnya tertutup kain. Malam itu, ia resmi diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lily diduga sebagai otak sekaligus koordinator utama penjualan bayi ke Singapura, yang melibatkan pemalsuan dokumen hingga sindikat lintas provinsi. Penangkapannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dilakukan segera setelah ia mendarat dari luar negeri—buah dari kerja sama kepolisian dan pihak imigrasi.

Penelusuran jejak Lily dimulai dari tertangkapnya belasan pelaku lain lebih dulu. Dari situlah jaringan ini mulai terkuak—sindikat yang diketahui telah memperdagangkan setidaknya 25 bayi sejak tahun 2023.

Peristiwa Penting:

  • 14 Juli 2025: Polisi menggerebek dua lokasi penampungan bayi di Kabupaten Bandung dan Pontianak, menyelamatkan 6 bayi.
  • 15 Juli 2025: Satu tersangka tambahan berinisial Y ditangkap saat tiba dari Singapura.
  • 16 Juli 2025: Polisi memastikan 6 bayi dalam keadaan sehat, 5 di antaranya dititipkan ke panti asuhan di Bandung.
  • 17 Juli 2025: Polisi umumkan sindikat ini telah menjual 25 bayi, sebagian besar ke Singapura.
  • 18 Juli 2025: Lily alias Popo ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta setelah sempat buron.
  • Total tersangka: 13 ditangkap, 3 masih DPO: L (otak dan donatur), W (pembuat dokumen), dan YY (penampung bayi).

Sindikat ini beroperasi dengan sistematis. Bayi-bayi direkrut sejak dalam kandungan melalui media sosial oleh tersangka AF. Orang tua bayi dijanjikan uang tunai hingga Rp16 juta. Setelah melahirkan, bayi ditampung di Bandung, kemudian dikirim ke Pontianak untuk proses pemalsuan dokumen—KK, akta kelahiran, hingga paspor.

Tersangka L berperan sebagai donatur sekaligus koordinator di Singapura. W membuat dokumen palsu. YY bertugas menampung dan merekrut bayi. Dalam beberapa kasus, pelaku mencatut identitas warga lanjut usia sebagai "orang tua palsu" demi memuluskan penerbitan dokumen.

"Pelaku berganti-ganti menjadi orang tua bayi. Mereka punya job masing-masing, dari pencari bayi, pembuat dokumen, sampai pengantar ke Singapura," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan.

Polda Jabar tangkap pelaku perdagangan bayi dari Kabupaten Bandung ke Singapura. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan.)
Polda Jabar tangkap pelaku perdagangan bayi dari Kabupaten Bandung ke Singapura. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan.)

Dari hasil penyidikan, praktik pengiriman bayi dilakukan ketika anak berusia 2-3 bulan. Orang tua palsu ikut mendampingi ke Singapura, berpura-pura menyerahkan anak karena alasan ekonomi. Akta palsu menyatakan mereka sebagai orang tua kandung.

Enam dari 25 bayi telah diselamatkan. Lima berasal dari Kabupaten Bandung, satu dari Jabodetabek. Bayi-bayi ini menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Sartika Asih dan dititipkan di Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah Bandung. Kepala panti, Peri Sopian, menuturkan kondisi mereka kini baik dan dalam pengawasan tenaga medis.

Namun, pengembalian bayi ke orang tua kandung tak bisa dilakukan sembarangan. "Ada asesmen psikologis dan ekonomi. Polda Jabar juga terlibat untuk memastikan anak kembali ke keluarga yang layak," ujar Peri.

Kepolisian tak menutup kemungkinan orang tua kandung juga jadi tersangka, sebab sebagian besar diketahui menjual anaknya secara sadar karena faktor ekonomi. Kasus ini diawali dari laporan orang tua bayi yang ternyata pelapor itu sendiri menjual anaknya ke sindikat karena tak puas dengan jumlah uang yang diterima.

Barang bukti yang disita antara lain paspor, KK, KTP, buku kesehatan ibu-anak, hingga rekening koran. Polisi juga menyita dokumen yang menunjukkan keterlibatan notaris.

Adapun jalur distribusi bayi dimulai dari Kabupaten Bandung—Jakarta—Pontianak—Singapura. Di Pontianak, Disdukcapil setempat tengah diperiksa karena dicurigai memfasilitasi penerbitan dokumen palsu secara berulang.

“Kita akan usut apakah ada keterlibatan aparat sipil. Kalau terbukti, akan ditindak tegas,” ujar Hendra.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan.)
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan.)

Terkait tiga DPO, polisi telah menggandeng Interpol untuk menerbitkan red notice. L diketahui berada di luar negeri. Upaya pelacakan terus dilakukan karena L diyakini kunci penghubung dengan pihak penerima adopsi di Singapura.

Hingga saat ini, Polda Jabar masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lebih besar yang terlibat, termasuk keterlibatan pihak asing di Singapura.

Kombes Pol Surawan mengatakan, bayi yang belum ditemukan kemungkinan besar sudah berada di luar negeri. Namun pihaknya belum bisa memastikan nasib mereka.

"Kalau soal dokumen, semuanya sudah lengkap ketika dibawa keluar negeri. Ini benar-benar dirancang sistematis," ujarnya.

Sementara itu, ke-13 tersangka yang telah ditangkap kini mendekam di sel tahanan Polda Jabar. Mereka dijerat UU Perlindungan Anak, UU TPPO, serta Pasal 330 KUHP tentang pengangkatan anak tanpa hak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Meski kasus ini telah terungkap, pertanyaan besar masih menggantung: siapa para adopter di Singapura? Dan bagaimana proses adopsi lintas negara bisa berjalan tanpa pengawasan negara?

Polisi akan terus mendalami kasus penjualan puluhan bayi ini hingga tuntas.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)