Rumah Seni Ropiah: Bukan Hanya Tempat Memamerkan Karya Seni, tapi Ruang Hidup Nilai, Budaya, dan Sejarah Keluarga

4 menit baca
Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan
Puluhan lukisan yang dipamerkan dan untuk dijual di Rumah Seni Ropih di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Puluhan lukisan yang dipamerkan dan untuk dijual di Rumah Seni Ropih di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

AYOBANDUNG.ID - Jalan Braga dikenal sebagai salah satu landmark ikonik Kota Bandung. Selain dipenuhi kafe dan tempat nongkrong yang nyaman, kawasan ini juga telah lama menjadi ruang bagi seni, tempat berbagai karya lukisan dipamerkan di ruang terbuka dan dinikmati oleh siapa saja yang melintas.

Di sepanjang Jalan Braga, lukisan-lukisan dari beragam aliran terpajang di pinggir jalan. Mulai dari karya beraliran surealis hingga realis.

Salah satu ruang seni yang menonjolkan perpaduan bangunan bernuansa kuno dengan sentuhan interior modern adalah Rumah Seni Ropih. Galeri seni lukis yang berlokasi di Jalan Braga, Kota Bandung ini menampilkan karya-karya seni yang seluruhnya merupakan hasil ciptaan keluarga besar Rumah Seni Ropih sendiri.

Karya yang dipajang di Rumah Seni Ropih pun sangat beragam. Mulai dari perbedaan konsep penggambaran, pilihan warna, hingga media yang digunakan. Tidak hanya lukisan konvensional di atas kanvas dengan cat, beberapa karya juga tampil dengan tekstur menyerupai tiga dimensi serta menggunakan media kayu, sehingga memberikan kesan visual yang lebih kaya.

Tata Sutaryat, Pemilik Toko Lukisan Rumah Seni Ropiah, (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Tata Sutaryat, Pemilik Toko Lukisan Rumah Seni Ropiah, (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Pemilik toko sekaligus penerus Rumah Seni Ropiah, Tata Sutaryat, menceritakan bahwa nama Rumah Seni Ropih diambil dari nama Pak Ropih, seorang pelukis yang sejak lama memajang dan menjual lukisan di Jalan Braga, sekaligus pendiri tempat tersebut. Kini, rumah seni ini diteruskan oleh anak-anak dan cucu-cucu Pak Ropih.

“Nama Rumah Seni Ropih ini sendiri diambil dari nama pak Ropih seorang pelukis yang sudah memajang dan berjualan lukisan di Jalan Braga dan juga sekaligus pendiri dari tempat ini. Yang kini rumah seni ini diteruskan oleh anak-anak dan cucunya pak Ropih,” ucapnya.

Sutaryat juga menuturkan perjalanan panjang dan penuh perjuangan dalam mendirikan Rumah Seni Ropiah. Ia mengisahkan bahwa keberadaan Rumah Seni Ropiah hingga bisa berkembang seperti sekarang merupakan hasil proses panjang yang telah dilalui ayahnya.

Perjalanan tersebut dimulai dari masa-masa awal berjualan di emperan dengan segala keterbatasan, hingga akhirnya mampu membangun dan mengembangkan Rumah Seni Ropiah menjadi ruang seni yang dikenal luas.

“Itu awalnya dulu itu pelopornya Abah Ropih bapak saya, Abah Ropih namanya. Itu bersama Abah di emper dulu ketika julan di perampatan bjb, disitu mulai emper toko.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa awal mula berdirinya toko lukisan ini hingga mampu bertahan dan berkembang berawal pada awal tahun 2000-an, seiring dengan munculnya pasar lukisan di Jalan Braga. Pada masa tersebut, Abah Ropih mulai mengajak saudara-saudaranya serta rekan-rekan sesama pelukis untuk bersama-sama berkarya dan berjualan di kawasan itu.

Dari upaya yang dilakukan secara perlahan dan penuh kebersamaan, Rumah Seni Ropih terus tumbuh hingga menjelma menjadi salah satu destinasi wisata seni lukis yang ikonik di Jalan Braga.

“Sejak ada pasar lukisan di Braga, kira-kira pertengahan tahun 2000, tahun 2000 itu Abah Ropih mengajak saudara-saudara dan teman-teman lukis, termasuk ada keluarga juga ikut berjualan dan ampai sekarang jadilah tempat wisata lukisan toko sebesar ini disini,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebagian besar lukisan yang dipamerkan merupakan hasil karya keluarga besarnya yang secara turun-temurun menekuni dunia seni lukis. Setiap karya memiliki ciri khas dan nilai artistik yang berbeda. Untuk harga lukisan maupun kaligrafi, khususnya ukuran standar sekitar satu meter, dibanderol dengan kisaran harga yang relatif terjangkau, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, bergantung pada tingkat kerumitan karya.

Ini sebagian besar karyaya keluarga besar, kalau misalkan ada yang order lukisan atau kaligrafi biasanya ada standarnya satu per muka, biasanya kalau yang kecil bisa 500an, kalau yang standar 1 meter ke atas itu bisa 5 jutaan per orang.

Sutaryat menambahkan, untuk lukisan-lukisan yang sudah jadi dan memiliki nilai artistik lebih tinggi, harga yang ditawarkan pun menyesuaikan dengan kualitas serta tingkat kerumitan karya. Lukisan tersebut dibanderol mulai dari kisaran jutaan rupiah, hingga puluhan juta, bahkan ada pula karya tertentu yang dihargai ratusan juta rupiah.

“Tapi kalau lukisan yang jadi gini biasanya standar ada yang dibawah lima juta, ada yang dua puluh juta, ada yang sampai seratus juta juga,” ucapnya.

Menurutnya, pembeli lukisan di Rumah Seni Ropih berasal dari beragam latar belakang dan wilayah. Tidak hanya diminati oleh warga lokal, galeri ini juga banyak menarik perhatian kalangan anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap seni. Bahkan, sejumlah karya juga diminati oleh pembeli dari luar negeri.

“Kalau dari segi pembeli selain dari warga lokal, ada dari luar negeri, di antaranya kebanyakan Malaysia, Singapura, Australia juga ada, Cina juga ada,” tutupnya.

Lebih jauh, Sutaryat berharap para pengunjung yang datang ke Rumah Seni Ropiah tidak hanya menikmati keindahan visual, tetapi juga mampu memaknai pesan yang terkandung dalam setiap karya. Ia meyakini bahwa seni memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang dan cara hidup manusia.

Ia pun berharap, seni yang dihadirkan melalui Rumah Seni Ropiah dapat menjadi sarana untuk menginspirasi perubahan positif, sehingga perlahan mampu berkontribusi dalam mewujudkan dunia yang lebih baik.

“Seni itu bisa berperan untuk mengubah dunia, untuk mengubah cara hidup, mengubah sudut pandang. Mengubah cara untuk mengubah dunia menjadi lebih baik," katanya menutup perbincangan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)