Jembatan Penyebrangan Usang Satu-satunya Harus Melayani Jalan Terpanjang di Kota Bandung

Azzahra Nadhira Putri Ramadhan
Ditulis oleh Azzahra Nadhira Putri Ramadhan diterbitkan Rabu 17 Des 2025, 20:04 WIB
Jembatan penyebrangan Soekarno-Hatta Bandung. Soekarno-Hatta Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu Kota Bandung (26/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Azzahra Nadhira)

Jembatan penyebrangan Soekarno-Hatta Bandung. Soekarno-Hatta Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu Kota Bandung (26/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Azzahra Nadhira)

Jalan Raya yang bising oleh deru kendaraan ganas rupanya tidak boleh diseberangi sembarangan oleh insan manapun, sebab laju kendaraan yang melesat cepat tiada henti. Membentang seorang diri di jalan Soekarno-Hatta yang menjadi jalan terpanjang di kota Bandung, inilah sosok rapuh yang tetap berdiri kokoh menyelimuti perlintasan para pejalan kaki.

Dengan menapakkan kaki pada anak tangga, disitulah kita dapat mencapai sebuah ketinggian aman dari marabahaya yang ada di bawah Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu Kota Bandung.

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Soekarno-Hatta ini menjadi tonggak utama dalam menciptakan keselamatan para penyeberang jalan, namun hal ini justru menjadi masalah yang meresahkan. Nyatanya hanya ada satu JPO diantara panjangnya jalan Soekarno-Hatta dan ini memunculkan sebuah permasalahan baru yaitu banyaknya orang yang menyebrang sembarangan.

Karena itu, sering terjadi sebuah kecelakaan yang bahkan sampai merenggut nyawa dimana penyebrang jalan tertabrak oleh pengendara dengan kecepatan yang tinggi. Hal ini seharusnya sudah menjadi fokus utama Walikota Bandung Muhammad Farhan untuk segera membangun JPO lainnya di jalan Soekarno-Hatta.

“Sebenernya saya juga takut nyebrang kaya gini soalnya kendaraannya pada ngebut, cuma kalau saya jalan lagi ke jembatan itu dia jauh disana,” ujar Maryati seorang yang menyebrang bebas di jalan Soekarno-Hatta, (26/112025).

Wawancara Maryati, seorang penyebrang bebas di malam hari daerah Soekarno-Hatta Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu Kota Bandung (26/112025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Azzahra Nadhira)

“Kalau naik jembatan juga takut soalnya dia curam apalagi kalau malam gini takut jatuh,” tambahnya lagi menjelaskan.

Ketidakadaan JPO yang memadai juga menjadi sebuah bahaya bagi para pelajar yang sekolahnya berada di lingkup jalan Soekarno-Hatta, mereka harus berjuang menyeberang setiap paginya. Para pelajar ini berakhir sangat bergantung pada satpam sekolah mereka yang selalu membantu untuk menyebrangi jalanan yang padat dan ramai.

“Kalau pagi-pagi saya terbantu banget sama satpam dari sekolahan, saya biasanya jadi suka ikut nyebrang sama anak sekolah disini,” jelas wanita paruh baya tersebut.

Karena pemerintah dinilai lalai dalam bertindak, akhirnya warga setempat mulai mencari solusi tersendiri, mereka menggunakan tangan untuk melambai dan memutuskan untuk membentuk gerombolan terlebih dahulu sebelum menyebrang. Hal ini dilakukan agar keberadaan mereka lebih terlihat oleh para pengendara saat dari kejauhan. Namun hal ini masih belum efektif karena pengguna kendaraan juga tidak ingin melambatkan laju mereka dan berakhir mengancam keselamatan para penyeberang jalan lagi.

Jembatan penyebrangan Soekarno-Hatta Bandung. Soekarno-Hatta Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu Kota Bandung (26/112025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Azzahra Nadhira)

Sifat dari jalan Soekarno-Hatta yang dirancang menjadi jalur tanpa hambatan ini juga yang membuat pengguna kendaraan tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas kecepatan laju kendaraan mereka. Situasi inilah yang membuat jalanan bebas hambatan ini merenggut banyak korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari anak sekolahan hingga lansia.

Warga setempat selalu berharap agar pemerintah, khususnya Kang Farhan kali ini untuk segera menanggulangi masalah dengan dua hal utama. Pertama, memperbaiki JPO yang sudah ada demi kenyamanan dan keselamatan warga, kedua yaitu segera menambah JPO baru di titik vital jalan lainnya terutama dekat dengan sekolah.

Perbaikan ini sangat penting dan dinanti oleh para pelajar, pegawai, lansia, dan semua orang yang mengharuskan mereka melintasi jalan. Karena nantinya mereka tidak akan terganggu lagi oleh rasa takut untuk menyebrang dan membahayakan nyawa mereka. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Azzahra Nadhira Putri Ramadhan
Mahasiswi, S1 Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 17:43 WIB

Quo Vadis BKKBN dalam Kepungan Patologi Sosial

Jika fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO dihubungkan, muncul gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana komunikasi digital mempengaruhi kesehatan mental individu.
Ilustrasi perubahan perilaku generasi milenial dan Z. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)