Kebijakan Kenaikan Pajak: Kebutuhan Negara Vs Beban Masyarakat

7 menit baca
Ditulis oleh diterbitkan
Ilustrasi kebutuhan negara vs beban rakyat (Sumber: gemini.ai)
Ilustrasi kebutuhan negara vs beban rakyat (Sumber: gemini.ai)

Keberadaan pajak serta hubungannya dengan pihak-pihak internal dalam suatu negara yang bermasyarakat dapat digambarkan dengan mobil sebagai negara, bensin sebagai pajak, pengemudi sebagai pemerintah dan penumpang sebagai rakyat. Jika pengemudi ingin menjalankan mobil, maka dibutuhkan bahan bakar. Lalu bahan bakar tersebut akan dibiayai oleh penumpang mobil tersebut agar dapat mencapai tujuannya.

Namun meski penumpang sudah membiayai bahan bakar untuk mobil tersebut, keefektifan serta efisiensi penggunaan bahan bakar tersebut tetap tergantung dengan bagaimana sang pengemudi mengendarainya. Berdasarkan analogi tersebut, pajak merupakan suatu hal yang esensial dalam sebuah negara. Selain itu, sifat esensial pajak juga berhubungan dengan definisi pajak itu sendiri menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro S.H.,  seorang ahli hukum dalam bidang perpajakan yang menyebutkan bahwa pajak sebagai iuran rakyat ke kas negara yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum, tanpa adanya kontraprestasi langsung.

Berdasarkan hal tersebut, pajak ditetapkan untuk kesejahteraan rakyat sehingga kebijakan pemerintah seperti kenaikan pajak seharusnya menjadi suatu hal yang dapat diterima oleh masyarakat. Namun, hal tersebut kerap kali menjadi isu kontroversial karena terkait dengan dua aspek yaitu kebutuhan negara dan beban masyarakat.

Dalam aspek kebutuhan negara, kenaikan pajak diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan pajak yang diperlukan. Lebih spesifiknya, apabila pajak tidak cukup untuk pendapatan negara, maka hal tersebut dapat menghambat fungsi negara untuk menyejahterakan rakyat. Di sisi lain, dalam aspek beban masyarakat kenaikan pajak akan memberatkan kehidupan mereka terhadap kebutuhan dan aktivitas sehari-hari, terutama terhadap masyarakat yang memiliki pendapatan yang rendah. Jika begitu maka akan muncul pertanyaan, aspek mana yang lebih penting untuk menjadi prioritas.

Sebelum itu, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kebijakan kenaikan pajak diputuskan oleh pemerintah adalah sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan suatu negara dan mengurangi ketergantungan terhadap utang ke luar negeri.

Berdasarkan artikel dari Pajak.com yang ditulis oleh Rachel Y. P. S. pada tahun 2023, terdapat faktor eksternalnya juga yaitu kondisi ekonomi seperti inflasi. Terjadinya inflasi pada nilai mata uang dapat meningkatkan harga pokok dalam kebutuhan dan aktivitas sehari-hari yang dimana hal tersebut akan menurunkan daya beli masyarakat dan berpengaruh juga terhadap penerimaan pajak konsumsi. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kebijakan kenaikan pajak ditujukan sebagai cara untuk tetap menstabilkan kondisi ekonomi masyarakat dan mengembangkan negara.

Solusi Pemerintah Dalam Kesejahteraan Negara

ai generated image, Kenaikan Pajak (Sumber: gemini.ai)

Berdasarkan laporan yang diambil dari Pajak.go.id mengenai pertumbuhan pajak di Indonesia, persentase pendapatan negara dari tarif pajak pada tahun 2025 mencapai 82,1%. Sementara laporan dari tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2023, persentase pendapatan negara dari pajak sebesar 77,5%. Dari hal tersebut, dapat terlihat bahwa terjadi kenaikan persentase sebesar 4,6% dari tahun 2023 sampai 2025.  Maka dari itu, kebijakan pemerintah untuk menaikan tarif pajak menjadi solusi agar kebutuhan negara akan pendapatannya dapat tetap stabil dan terpenuhi sehingga berbagai pembiayaan untuk upaya yang ditujukan untuk kesejahteraan negara dapat tetap dijalani dan membahagiakan masyarakat Indonesia.

Dari hal tersebut, kenaikan pajak menjadi solusi penting bagi pemerintah agar negara tetap stabil dan sejahtera. Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang diambil dari Kemhan.go.id, alasan utama pemerintah memutuskan untuk menaikkan salah satu tarif pajak yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% jadi 11% adalah demi peningkatan pendapatan negara.

Selain itu, terdapat juga alasan-alasan lain untuk mendukung pembiayaan infrastruktur dan pembangunan, reformasi sistem perpajakan, menyesuaikan dengan kebutuhan ekonomi dan inflasi, dan menanggapi tuntutan organisasi internasional. Di sisi lain, terdapat tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dikenakan sebagai tambahan di luar tarif PPN standar. PPnBM memiliki tarif yang bervariasi tergantung barang dan jasa yang tergolong mewah. Hal tersebut menjadi upaya untuk menurunkan kesenjangan sosial dimana lebih menitikberatkan kepada orang-orang dengan kondisi ekonomi yang jauh lebih lebih stabil dan mapan. Hal tersebut juga memperkuat bahwa kenaikan pajak dapat menjadi solusi bagi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal seperti ketergantungan utang ke negara lain sehingga meningkatkan kemandirian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN). 

Sebelumnya sudah disebutkan mengenai reformasi sistem perpajakan sebagai salah satu alasan pertambahan tarif pajak. Berdasarkan artikel di pajak.go.id mengenai reformasi sistem perpajakan, dijelaskan bahwa kebijakan ini juga perlu dilakukan sebagai upaya reformasi sistem perpajakan. Reformasi ini diperlukan agar pertama, meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Tingkat kepatuhan ini akan berperan dalam pencapaian target penerimaan pajak untuk setiap tahunnya. Reformasi ini juga termasuk juga kedalam upaya untuk menyesuaikan penambahan jumlah wajib pajak dengan jumlah SDM dan perkembangan ekonomi digital yang cepat. Penyesuaian tersebut akan mempermudah pengawasan dan penegakan hukum terkait perpajakan.

Beban Tambahan Tanpa Imbalan Bagi Masyarakat

Seperti yang sudah diketahui, pajak menjadi sumber pendapatan terbesar untuk negara. Jadi, sudah semestinya pemerintah mengelola pendapatan tersebut dengan baik dalam upaya menyejahterakan warganya. Akan tetapi, di Indonesia sendiri pengelolaan pajaknya dapat dikatakan kurang baik. Mengapa demikian? Karena pada kenyataannya masih banyak kekurangan dalam pemenuhan di berbagai pelayanan publik mulai dari bidang pendidikan sampai kesehatan.

Salah satunya terdapat pada kasus dalam bidang kesehatan yang diambil dari BBC News Indonesia, dimana terdapat pasien rawat inap berumur 50 tahun yang menggunakan layanan BPJS yang dipulangkan meskipun keadaanya belum baik. Lalu sepekan setelah dipulangkan, kondisi pasien tersebut semakin parah dan akhirnya meninggal dunia. Meskipun itu hanya merupakan salah satunya, kasus tersebut sudah bisa menjadi bukti dan mewakili orang-orang yang mengalami kasus serupa. Selain itu, kasus ini juga membeberkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan seringkali kurang optimal saat dijalankan dan tidak melayani sebagaimana mestinya.

Sementara itu, untuk dampak nyata dari salah satu kebijakan kenaikan pajak yang sudah berlaku yaitu kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11%. Kebijakan tersebut membuat masyarakat yang menjalankan kegiatan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari merasa terbebani karena adanya biaya tambahan dari kenaikan PPN. Lebih spesifik, mayoritas masyarakat yang merasa demikian merupakan masyarakat menengah kebawah. Hal tersebut bisa terjadi karena kondisi ekonomi yang pas-pasan sehingga membuat mereka harus berpikir kembali untuk mengatur kegiatan dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Lalu, terdapat hal lain juga

Berdasarkan bukti dan dampak yang ada, kebijakan dan cara pengelolaan pajak oleh pemerintah lebih dikatakan belum berdampak secara merata untuk masyarakat. Hal tersebut membuat kepercayaan masyarakat terkait pajak untuk kesejahteraan rakyat jadi dipertanyakan dan diragukan. Oleh karena itu, kebijakan kenaikan pajak sudah sewajarnya menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat yang menjalankan kegiatan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terutama dari pihak yang mengandalkan fasilitas dan layanan dalam negara.

Apakah Sudah Mencerminkan Keadilan Bagi Masyarakat?

Dari beberapa sudut pandang yang sudah diketahui, dapat diambil poin-poin bahwa kebijakan kenaikan pajak ini ditujukan untuk kesejahteraan negara. Namun disisi lain, kepercayaan masyarakat sudah pudar akibat dari ketidakadilan yang mereka alami dari dampak nyata berbagai program dan proyek yang dikeluarkan oleh pemerintah, terkhususnya untuk program dan proyek yang menggunakan pajak sebagai sumber pembiayaan.

Hal tersebut bisa terjadi akibat kurangnya pertimbangan dari pihak pemerintah terhadap kondisi dan perasaan rakyatnya. Terlebih lagi, kebijakan yang dikeluarkan ini bisa disebut sebagai ketidakadilan karena pada faktanya kenaikan pajak ini lebih menguntungkan para pejabat dan pihak pemerintah sebagai dampak nyatanya dibanding target utamanya sendiri yaitu rakyat Indonesia. Dimana salah satu buktinya adalah tingginya tunjangan yang diberikan untuk lembaga legislatif Indonesia yaitu DPR. Salah satu sumber tunjangan tersebut berasal dari pajak yang dibayar oleh masyarakat. Sementara di sisi lain, masih banyak masyarakat masih banyak yang kesusahan dalam kondisi ekonomi mereka sehingga keraguan akan transparansi kenaikan pajak ini dipertanyakan tujuannya. Seharusnya, kebijakan ini menitikberatkan manfaat nyatanya kepada masyarakat selaku pertimbangan utama dalam sebuah negara demokrasi.

Kenaikan pajak ini juga dikatakan bukan keputusan yang kurang bagus karena seharusnya besar-kecilnya tarif pajak disesuaikan dengan kondisi ekonomi negara serta masyarakatnya. Jika didasarkan pada data, kondisi ekonomi negara Indonesia tumbuh stabil dengan persentase sekitar 5%. Walaupun kondisi tersebut dapat dikatakan tumbuh stabil, hal tersebut hanya berlaku untuk masyarakat menengah atas daripada menengah kebawah sehingga menciptakan kesenjangan sosial yang signifikan. Oleh karena itu, kebijakan ini semakin memperkuat keraguan akan transparansi pemerintahan dalam membuat kebijakan, khususnya terhadap masyarakat dengan kelas menengah kebawah.

Baca Juga: Komunikasi Politik Pajak

Dari sudut pandang pihak pemerintah, kebijakan Kenaikan Pajak merupakan upaya untuk tetap menstabilkan dan mensejahterakan negara terutama dalam bidang ekonomi. Namun bila dilihat dari sudut pandang masyarakat, banyak yang merasa keberatan akibat kepercayaan masyarakat Indonesia yang sudah sangat meragukan dengan cara pengelolaan keuangan negara terutama hasil dari pajak. Menurut opini saya pribadi, masyarakat yang sudah memercayai pemerintah dengan membayar pajak merasa terkhianati sehingga menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat-masyarakat tersebut.

Ketidakadilan inilah yang menjadi sumber ketidakpercayaan dan kontroversi masyarakat apabila pemerintah hanya menaikan tarif pajak yang sekarang walaupun yang sekarang bertujuannya untuk kebaikan negara. Oleh karena itu, sebelum pihak pemerintah ingin membuat keputusan atas dasar kesejahteraan, seharusnya mereka berusaha terlebih dahulu untuk mengembalikan kepercayaan dan keadilan milik seluruh masyarakat Indonesia yang bisa dimulai dari transparansi pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)