Manusia dan Tebing Citatah Bandung

2 menit baca
M Azfa Nur Fahmi
Ditulis oleh M Azfa Nur Fahmi diterbitkan
Salah satu tebing di wilayah Citatah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Salah satu tebing di wilayah Citatah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Mari kita bicarakan tentang Citatah, sebuah tempat yang kelihatannya santai dari kejauhan, tapi jika didekati, isinya penuh cerita, debu sejarah, dan napas alam yang masih setia bertahan. Dunia bergerak sangat cepat, tetapi Citatah memilih diam sambil menyimpan rahasia.

Citatah bukan sekadar nama daerah di Kabupaten Bandung Barat. Ia adalah halaman lama dari buku alam yang belum sepenuhnya dibaca manusia. Di sini, tebing-tebing kapur berdiri seperti arsip raksasa, menyimpan jejak waktu jutaan tahun yang lalu, jauh sebelum manusia menemukanya.

Kawasan tebing Citatah dikenal dengan formasi karst-nya yang sangat ikonik. Tebing-tebing putih menjulang, keras dan dingin. Ada Stone Garden kawasan bebatuan dengan formasi yang tidak beraturan sehingga tercipta taman batu yang sangatlah indah.

Kawasan yang terbentuk pada zaman Miosen, periode geologi yang berlangsung sekitar 20 sampai 30 juta tahun silam. Ada gua-gua purba seperti Gua Pawon, Gua Cikaracak , Gua Kopi, dan Gua-gua lainya yang tak kalah indahnya. Lalu datanglah manusia-manusia modern yang datang bukan untuk belajar, tetapi datang untuk menambangnya.

Sekarang kita masuk ke topik yang mulai berat, berdebu, dan jujur saja bikin kepala menggeleng pelan. Yaitu perihal ketika batu-batu indah yang banyak sejarah nya serta tempat cadangan air dan keanekaragaman hayati mulai dikikis oleh keserakahan manusia

Citatah, kawasan karst di Kabupaten Bandung Barat, sejak lama dikenal sebagai lanskap batu kapur yang unik dan bernilai tinggi. Tebing-tebing putihnya bukan cuma latar foto atau arena panjat tebing, tapi juga arsip alam yang menyimpan sejarah geologi dan jejak kehidupan manusia purba. Sayangnya, bagi sebagian pihak, Citatah hanya dilihat sebagai tumpukan material bangunan yang siap dikeruk dan dijual.

Aktivitas penambangan batu kapur di Citatah berlangsung bertahun-tahun. Alat berat datang dengan suara bising, memotong tebing yang terbentuk selama jutaan tahun hanya dalam hitungan hari. Batu-batu yang seharusnya menjadi saksi zaman justru berubah menjadi semen, pondasi, dan dinding kota. Prosesnya cepat, dampaknya panjang, dan penyesalannya biasanya datang terlambat.

Baca Juga: Satu Tangan Terakhir: Kisah Abah Alek, Pembuat Sikat Tradisional

Dampak penambangan tidak berhenti pada hilangnya tebing. Ekosistem karst yang rapuh ikut runtuh perlahan. Mata air mengering, gua-gua rusak, debu kapur beterbangan dan mengganggu kesehatan warga sekitar. Ironisnya, masyarakat lokal sering berada di posisi serba salah. Di satu sisi, tambang memberi pekerjaan. Di sisi lain, ia mencabut hak mereka atas lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Yang paling menyedihkan, penambangan sering dibungkus dengan narasi pembangunan. Seolah-olah merusak alam adalah satu-satunya jalan menuju kesejahteraan. Padahal pembangunan tanpa etika hanya memindahkan masalah ke generasi berikutnya. Anak cucu kelak tidak mewarisi manfaat, hanya lubang, debu, dan cerita tentang tebing yang dulu pernah ada. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

M Azfa Nur Fahmi
kanchill
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)