Kondisi Kebersihan Pasar Induk Caringin makin Parah, Pencemaran Lingkungan di Depan Mata

3 menit baca
Ratu Ghurofil
Ditulis oleh Ratu Ghurofil diterbitkan
Pasar Induk Caringin mengalami penumpukan sampah pada area saluran air yang berlokasi di Jln. Soekarno-Hatta, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada awal Desember 2025 (Foto : Ratu Ghurofiljp)
Pasar Induk Caringin mengalami penumpukan sampah pada area saluran air yang berlokasi di Jln. Soekarno-Hatta, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada awal Desember 2025 (Foto : Ratu Ghurofiljp)

Pasar Caringin Kota Bandung kembali menjadi sorotan akibat penumpukan sampah yang semakin parah setiap harinya, kondisi pasar yang memprihatinkan dengan adanya tumpukan sampah plastik yang memenuhi jalanan, lorong pasar, serta saluran air. Situasi ini menyebabkan bau yang tidak sedap, jalanan becek, dan juga licin. Mengakibatkan udara yang tidak sehat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat dan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), mengatakan bahwa persoalan sampah di Pasar Induk Caringin Kota Bandung semakin parah pada awal Desember ini. Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saaidiyah Dwidaningsih, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait sampah yang menumpuk di kawasan Pasar Induk Caringin.

Sampah yang tidak terangkut menyebabkan drainese tersumbat dan memperburuk kualitas lingkungan sekitar pasar. Hal ini menunjukan sistem pengelola sampah yang belum berjalan dengan baik.Kasus ini terjadi di seluruh lingkungan Pasar Induk Caringin, salah satu pusat distribusi pangan terbesar yang ada di Jawa Barat.

Dengan banyaknya aktivitas bongkar muat yang padat setiap hari menghasilkan volume sampah yang tinggi. Ketertiban pengelolaan sampah yang tidak sebanding dengan jumlah aktivitas yang terjadi, membuat situasi semakin sulit dikendalikan.

Masalah sampah ini mencuat tinggi karena tingginya volume sampah yang tidak diimbangi dengan frekuensi pengangkutan yang memadai. Drainese yang tertutup sampah juga pemicu utama terjadinya genangan, hal ini mengganggu estetika pasar, dan membahayakan pedagang, pengunjung, dan pekerja pasar yang beraktivitas setiap hari. 

Selain persoalan penumpukan sampah, fasilitas kebersihan di Pasar Induk Caringin dinilai belum memadai. Banyak masyarakat yang mengeluh, baik di media sosial maupun langsung mengenai tempat penampungan yang tidak mampu menampung volume sampah. 

Di sisi lain, kooordinasi antara pengelola sampah dan petugas kebersihan, juga dinas terkait belum berjalan efektif. Jadwal pengangkutan yang tidak konsisten membuat tumpukan sampah menetap lebih lama di ruang publik. Sebagai warga yang perduli terhadap kondisi lingkungan kota, saya menyampaikan komplain dan keluhan kepada Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar permasalahan ini bisa di tindak lebih lanjut dan tidak terus berulang.

Lingkungan pasar memperlihatkan penumpukan sampah yang masih belum ditangani, yang berlokasi di jln. Soekarno-Hatta, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (/12/2025 I Foto : Ratu Ghurofiljp)
Lingkungan pasar memperlihatkan penumpukan sampah yang masih belum ditangani, yang berlokasi di jln. Soekarno-Hatta, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (/12/2025 I Foto : Ratu Ghurofiljp)

Pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih tegas melalui perbaikan sistem pengelolaan, penambahan armada pengangkut, serta peningkatan pengawasan kebersihan di seluruh area pasar. 

Selain itu juga, penataan ulang drainese harus menjadi prioritas yang sangat utama, karena saluran yang tersumbat tidak hanya menimbulkan bau busuk, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit dan kecelakaan bagi masyarakat. Perbaikan drainese dan pemeliharaan rutin sangat diperlukan agar lingkungan pasar bisa kembali bersih, kering, dan aman untuk dikunjungi. 

Saya juga berharap Wali Kota Bandung maupun pemerintah menghadirkan solusi inovatif, seperti program bank sampah di pasar untuk mengelola  limbah organik dan anorganik. Dengan konsep daur ulang terstruktur, agar sampah dapat berguna sebagai karya sehingga sampah dapat berkurang dan dapat dikelola dengan baik.

Baca Juga: 100 Tahun Pram, Apakah Sastra Masih Relevan?

Dengan turun langsung melihat sampah yang sangat tidak tertata oleh pengelola sampah, rasanya sangat butuh sekali pengelola sampah yang benar. Karena itu, lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan keluhan sekaligus harapan kepada Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar menyampaikan pesan tulisan ini kepada Pemerintah, untuk mencoba mengelola sampah pasar ini dengan baik. 

Saya percaya, dengan pesan tulisan ini dapat tersampaikan kepada Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar Pasar Induk Caringin dapat menjadi tempat yang tertata sampahnya, sehingga menjadi tempat perbelanjaan masyarakat yang lebih nyaman dan bersih. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ratu Ghurofil
Tentang Ratu Ghurofil
Mahasiswi Telkom University Digital Public Relations 2024 👋

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)