Kondisi Kebersihan Pasar Induk Caringin makin Parah, Pencemaran Lingkungan di Depan Mata

Ratu Ghurofil
Ditulis oleh Ratu Ghurofil diterbitkan Kamis 18 Des 2025, 18:30 WIB
Pasar Induk Caringin mengalami penumpukan sampah pada area saluran air yang berlokasi di Jln. Soekarno-Hatta, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada awal Desember 2025 (Foto : Ratu Ghurofiljp)

Pasar Induk Caringin mengalami penumpukan sampah pada area saluran air yang berlokasi di Jln. Soekarno-Hatta, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada awal Desember 2025 (Foto : Ratu Ghurofiljp)

Pasar Caringin Kota Bandung kembali menjadi sorotan akibat penumpukan sampah yang semakin parah setiap harinya, kondisi pasar yang memprihatinkan dengan adanya tumpukan sampah plastik yang memenuhi jalanan, lorong pasar, serta saluran air. Situasi ini menyebabkan bau yang tidak sedap, jalanan becek, dan juga licin. Mengakibatkan udara yang tidak sehat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat dan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), mengatakan bahwa persoalan sampah di Pasar Induk Caringin Kota Bandung semakin parah pada awal Desember ini. Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saaidiyah Dwidaningsih, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait sampah yang menumpuk di kawasan Pasar Induk Caringin.

Sampah yang tidak terangkut menyebabkan drainese tersumbat dan memperburuk kualitas lingkungan sekitar pasar. Hal ini menunjukan sistem pengelola sampah yang belum berjalan dengan baik.Kasus ini terjadi di seluruh lingkungan Pasar Induk Caringin, salah satu pusat distribusi pangan terbesar yang ada di Jawa Barat.

Dengan banyaknya aktivitas bongkar muat yang padat setiap hari menghasilkan volume sampah yang tinggi. Ketertiban pengelolaan sampah yang tidak sebanding dengan jumlah aktivitas yang terjadi, membuat situasi semakin sulit dikendalikan.

Masalah sampah ini mencuat tinggi karena tingginya volume sampah yang tidak diimbangi dengan frekuensi pengangkutan yang memadai. Drainese yang tertutup sampah juga pemicu utama terjadinya genangan, hal ini mengganggu estetika pasar, dan membahayakan pedagang, pengunjung, dan pekerja pasar yang beraktivitas setiap hari. 

Selain persoalan penumpukan sampah, fasilitas kebersihan di Pasar Induk Caringin dinilai belum memadai. Banyak masyarakat yang mengeluh, baik di media sosial maupun langsung mengenai tempat penampungan yang tidak mampu menampung volume sampah. 

Di sisi lain, kooordinasi antara pengelola sampah dan petugas kebersihan, juga dinas terkait belum berjalan efektif. Jadwal pengangkutan yang tidak konsisten membuat tumpukan sampah menetap lebih lama di ruang publik. Sebagai warga yang perduli terhadap kondisi lingkungan kota, saya menyampaikan komplain dan keluhan kepada Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar permasalahan ini bisa di tindak lebih lanjut dan tidak terus berulang.

Lingkungan pasar memperlihatkan penumpukan sampah yang masih belum ditangani, yang berlokasi di jln. Soekarno-Hatta, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (/12/2025 I Foto : Ratu Ghurofiljp)
Lingkungan pasar memperlihatkan penumpukan sampah yang masih belum ditangani, yang berlokasi di jln. Soekarno-Hatta, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (/12/2025 I Foto : Ratu Ghurofiljp)

Pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih tegas melalui perbaikan sistem pengelolaan, penambahan armada pengangkut, serta peningkatan pengawasan kebersihan di seluruh area pasar. 

Selain itu juga, penataan ulang drainese harus menjadi prioritas yang sangat utama, karena saluran yang tersumbat tidak hanya menimbulkan bau busuk, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit dan kecelakaan bagi masyarakat. Perbaikan drainese dan pemeliharaan rutin sangat diperlukan agar lingkungan pasar bisa kembali bersih, kering, dan aman untuk dikunjungi. 

Saya juga berharap Wali Kota Bandung maupun pemerintah menghadirkan solusi inovatif, seperti program bank sampah di pasar untuk mengelola  limbah organik dan anorganik. Dengan konsep daur ulang terstruktur, agar sampah dapat berguna sebagai karya sehingga sampah dapat berkurang dan dapat dikelola dengan baik.

Baca Juga: 100 Tahun Pram, Apakah Sastra Masih Relevan?

Dengan turun langsung melihat sampah yang sangat tidak tertata oleh pengelola sampah, rasanya sangat butuh sekali pengelola sampah yang benar. Karena itu, lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan keluhan sekaligus harapan kepada Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar menyampaikan pesan tulisan ini kepada Pemerintah, untuk mencoba mengelola sampah pasar ini dengan baik. 

Saya percaya, dengan pesan tulisan ini dapat tersampaikan kepada Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar Pasar Induk Caringin dapat menjadi tempat yang tertata sampahnya, sehingga menjadi tempat perbelanjaan masyarakat yang lebih nyaman dan bersih. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ratu Ghurofil
Tentang Ratu Ghurofil
Mahasiswi Telkom University Digital Public Relations 2024 👋

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 18:15 WIB

Mencintai Kota seperti Kekasih: Kota Bandung, Konferensi Asia Afrika, dan Tanggung Jawab Kita

Bagaimana rasanya mencintai kota seperti kekasih? Dari Bandung yang terasa asing di kening hingga Bandung yang asyik untuk dikenang.
Bangku yang terduduk di Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Koleksi Pribadi Penulis | Foto: Penulis)
Ayo Jelajah 25 Jan 2026, 17:21 WIB

Sejarah Pasar Cimol Gedebage Bandung, Surga Thrifting Kota Kembang di Ujung Jalan

Jejak sejarah Pasar Cimol Gedebage bermula dari Cibadak hingga menjadi pusat pakaian bekas terbesar di Bandung.
Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 16:13 WIB

Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Bila makna kata berputar-putar dikaitkan dengan toponimi Kampung Muril, sangat mungkin, penduduk di sana pada masa lalu pernah merasakannya.
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 13:38 WIB

Gali Potensi, Raih Prestasi

Pengalaman LDKB menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)