Warga Cicadas Ingin Wali Kota Bandung Pindahkan TPS ke Lokasi Lebih Layak

3 menit baca
Adinda Jenny
Ditulis oleh Adinda Jenny diterbitkan
Kondisi tumpukan sampah menutupi badan jalan di kawasan Pasar Cicadas pada siang hari, (30/11/2025), sehingga mengganggu aktivitas warga dan pedagang di sekitar lokasi. (Foto: Adinda Jenny A)
Kondisi tumpukan sampah menutupi badan jalan di kawasan Pasar Cicadas pada siang hari, (30/11/2025), sehingga mengganggu aktivitas warga dan pedagang di sekitar lokasi. (Foto: Adinda Jenny A)

Bandung dikenal sebagai kota yang indah dengan udara sejuk, deretan pohon rindang, mural warna-warni di sudut jalan, serta suasana kota yang selalu hidup. Banyak orang menikmati keindahan Bandung dari taman-tamannya yang tertata, bangunan heritage, hingga keramaian warganya yang hangat.

Namun, di balik keindahan itu, masih ada hal yang perlu di perhatikan, seperti kondisi pasar cicadas. Di pasar yang selalu ramai ini, masalah sampah menjadi tantangan besar di Jln. Ahmad Yani, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung (30/11/2025)

Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Pasar Cicadas Cikutra menjadi salah satu masalah lingkungan paling penting di daerah Bandung Timur. Setiap hari, tumpukan sampah terjadi karena volume sampah yang tinggi dan fasilitas TPS yang tidak memadai. Ini membuat warga dan pedagang tidak nyaman, karena mengganggu kenyamanan, kesehatan dan kegiatan sehari hari warga, masalah ini harus segera ditangani oleh Wali Kota Bandung, M. Farhan.

Salah satu warga yang bernama Tia menjelaskan bahwa sampah terkumpul hampir setiap hari dan sering kali tidak diangkut segera.

"Sering malah tiap hari selalu ada sampah, kadang 1 minggu tidak diangkut," katanya.

Akibat keterlambatan pengangkutan, bau yang mengganggu makin parah sehingga pasar menjadi tidak nyaman bagi pendagang, pembeli dan kendaraan yang melewati kawasan pasar cicadas.

Bau menyengat mencemari udara di pasar dan pemukiman, inilah dampak lingkungan yang paling dirasakan oleh warga. Menurut Tia, bau sampah sangat mengganggu, apalagi mengingat lokasi pasar yang dekat rumah sakit dan pemukiman warga.

Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut sangat amat mengganggu dan menyebabkan macet, terutama karena lokasi TPS berada di gang tidak terlalu besar yang tidak dapat menampung jumlah sampah yang terus menerus menumpuk.

Kondisi Tumpukan Sampah di Pasar Cicadas (30/11/2025) (Foto: Adinda Jenny)
Kondisi Tumpukan Sampah di Pasar Cicadas (30/11/2025) (Foto: Adinda Jenny)

Lokasi TPS yang sempit tidak mampu menampung banyak sampah dari Kawasan yang padat penduduk dan aktivitas pasar. Sampah dari berbagai tempat di bawa di tumpuk di TPS ini. Malah dibiarkan menumpuk dan tidak langsung di angkut ke TPA. Akibatnya, sampah menumpuk selama beberapa hari bahkan sampai 1 bulan, menimbulkan banyak lalat, membuat jalanan juga menjadi kotor.

Warga juga mengatakan bau dari TPS sampai kebangunan sekitar. Dulu ada kantor pos persis sebelah TPS, tetapi mereka pindah karena baunya yang sangat mengganggu. Sekarang bangunannya dihuni oleh warga, tapi tetap saja lingkungannya bau dan tidak nyaman.

Baca Juga: Kebijakan Kenaikan Pajak: Kebutuhan Negara Vs Beban Masyarakat

Dalam wawancara, Tia mengaku kecewa karena merasa tidak ada tindakan dari pemerintah. "Wali kota juga tidak ada tindakan sama sekali karena di sini belum diviralkan, apakah harus diviralkan dulu baru ditindak," katanya. Ini menunjukkan bahwa warga merasa pemerintah baru bertindak jika masalahnya sudah viral, bukan karena keluhan langsung dari warga.

Sebaliknya, ada beberapa orang yang mencoba mengurangi sampah rumah tangga dengan membakar sebagian sampah mereka. Namun, tindakan ini justru menimbulkan polusi di udara dan bukanlah solusi yang berkelanjutan. Ini juga menunjukkan bahwa, karena layanan TPS tidak berfungsi dengan baik, masyarakat merasa tidak ada opsi lain.

Warga berharap supaya pemerintah terkhusus Walikota Bandung menata ulang TPS Pasar Cicadas. Mereka ingin tempat TPS itu lebih luas, sampah diangkut tiap hari dan langsung di pindahkan ke TPA, ada pengawasan rutin, dan kalau bisa TPS dipindahkan ke lokasi yang lebih layak tidak di dekat pasar. Perbaikan ini penting agar lingkungan bersih Kembali dan pasar bisa berjalan normal, dan warga sekitar tidak lagi terganggu oleh bau maupun macet akibat sampah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)